The Way Of Life
Google

Thursday, July 31, 2008

There Are No Accident

"There Are No Accident", begitu kata Master Oogway dalam film Kungfu Panda.Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Ketika anda sedang membaca tulisan ini, tentu anda tidak kebetulan menemukan begitu saja, mungkin dari keyword yang anda ketikkan di google.com. Anda ingin mencari sesuatu di dunia maya ini. Hidup adalah sebuah pilihan, posisi anda sekarang adalah pilihan yang anda pilih 1 tahun atau beberapa tahun yang lampau. Anda ingin diam saja juga sebuah pilihan. Anda akan menjadi bukan siapa - siapa juga sebuah pilihan. Anda bertemu dengan vendor software yang cocok juga bukan sebuah kebetulan, akan tetapi keinginan anda yang kuat untuk mencari vendor yang anda idam - idamkan yang mempertemukan anda dengan vendor tersebut. Anda bisa menjalankan SIMRS dengan baik, juga bukan kebetulan aplikasi yang dipakai bagus, akan tetapi karena anda yang membuat 'dia' begitu spesial. You have to choose!

Labels: , , ,

Wednesday, July 09, 2008

Bersyukur


Salah satu satu cara agar terhindar dari kesombongan adalah mengucap syukur kepada Tuhan. Bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah karena kehendak-Nya. Jika sebuah gedung Rumah Sakit selesai dibangun tentu ada perayaan khusus untuk mengucap syukur, kalau di pulau jawa khususnya adalah dengan Nasi Tumpeng. Atau jika selesai menjalankan proyek SIMRS di rumah sakit tersebut, maka diadakan Tumpengan atau Syukuran. Atau mungkin di tempat lain dengan acara berbeda namun maknanya sama. Bersyukur bahwa telah diberi kesehatan sehingga team rumah sakit dan team vendor mampu untuk melaksanakan implementasi SIMRS. Bersyukur bahwa pertemuan kedua pihak tersebut adalah “jodoh” sehingga implementasi SIMRS bisa berjalan dengan baik dan dapat membantu kelancaran operasional rumah sakit. Bersyukur untuk menghindarkan dari rasa sombong, bahwa kelancaran implementasi SIMRS merupakan kehebatan dari salah satu pihak atau beberapa pihak saja, akan tetapi bahwa SIMRS berjalan adalah karena team work, tidak ada yang menjadi superman. Dan bersyukur semoga SIMRS yang dipasang berjalan sempurna. Amien. Thanks for All.

related links:

Dibalik Layar

Keberhasilan Implementasi TI

Trust

Labels: , , ,

Wednesday, June 04, 2008

Street Fighter

Jika di ruang kuliah kita belajar teori, di dunia nyata kita belajar mengaplikasikan teori. Yang jelas jangan terlalu teoritis, yang akhirnya hanya bisa berteori tapi prakteknya amburadul. Jika anda kuliah di bidang ilmu komputer atau jurusan teknik informatika. Tentu akan membuat tugas akhir sebagai salah satu syarat kelulusan anda, biasanya tugas akhir ini bisa bermacam – macam. Dan mungkin dibuat secanggih mungkin dan se-idealis mungkin sehingga dosen penguji terkesan dan mendapatkan nilai yang bagus. Akan tetapi lain halnya di dunia kerja, aplikasi atau program komputer tersebut jarang sekali (bisa) digunakan. Yang sering dipakai biasanya program database sistem, akuntasi, dan lain – lain. Dan program yang “bisa dijual” yang bisa bertahan. Sebagai contoh mahasiswa yang baru saja lulus kuliah, ditawari untuk membuat sebuah aplikasi SIMRS untuk sebuah klinik kecil. Akhirnya dia menyanggupinya. Dimulailah dengan membuat modul Front Office, setelah men-survey sistem, akhirnya 1 bulan dipasanglah modul Front Office tersebut. Hasilnya form entrian untuk pasien masuk terlalu banyak , sehingga pelayanan terhadap pasien menjadi lama, dan antrian pun menjadi panjang. Akhirnya modul Front Office harus dirombak lagi setelah 3 bulan (tentu saja dengan “babak belur”) baru bisa digunakan dengan sempurna. Setelah selesai modul Front Office, akhirnya dibuatlah modul Back Office, hasilnya…laporan keuangan tidak dapat ditarik dari modul Front Office karena desain database yang kurang sempurna dan desain entrian form Front Office banyak yang kurang. Akhirnya Modul Front Office harus dirombak total lagi. Nah dari cerita di atas mahasiswa tersebut harus menghadapi real case pada sebuah klinik kecil yang mengharuskan dia menjadi street fighter. Mengenal “dunia nyata” yang keras, yang tidak bisa dilalui dengan hanya mengandalkan teori tetapi harus dengan naluri seorang street fighter atau “petarung jalanan”. Dan cerita di atas juga bukan real case, real case-nya adalah 1 orang tidaklah cukup untuk membangun sebuah SIMRS meskipun itu untuk klinik kecil. Dan jikalau bisa pun akan memakan waktu yang sangat lama, dan tentu dengan tambal sulam sistem karena pengalaman yang belum ada. Dan dalam rentang waktu development yang lama tersebut, sudah terjadi perubahan kebijakan pada klinik dan faktor – faktor external lainnya, yang menjadikan sistem harus berubah lagi. Akhirnya sampai mati, kemudian hidup, mati, hidup lagi aplikasi tersebut tidak akan kunjung selesai jika hanya dikerjakan oleh satu orang. Jadi tidak akan ada Superman disini.

Related Links :

Best Coder

Koboi

Beda kelas

Sederhana

Profesor vs Praktisi

Kecerdasan Tempo Doeloe

Labels: , , , ,

Saturday, January 19, 2008

Hidden Dragon


Di negeri kita tercinta ini terdapat sebuah kabupaten yang letaknya terpencil dari hiruk pikuk kota besar. Di kabupaten tersebut terdapat sebuah RSUD yang sudah menerapkan SIMRS. Dengan sebuah server branded serta belasan komputer client didukung dengan koneksi Wireless LAN, koneksi yang dipilih ini bukan untuk sok canggih, akan tetapi memang gedung di rumah sakit tersebut tidak memungkinkan untuk dipasang jaringan komputer dengan koneksi kabel UTP. SIMRS pada rumah sakit tersebut berjalan cukup baik karena komitmen dari seluruh lapisan rumah sakit dan tentu saja direktur rumah sakit itu sendiri. Karena memang sudah cukup lama direktur rumah sakit tersebut menginginkan rumah sakitnya terkomputerisasi secara terpusat. Bahkan rumah sakit tersebut mendapat akreditasi yang mengesankan dari pihak DEPKES setempat. Karena suatu prestasi tersendiri pada rumah sakit di kabupaten kecil sudah dapat mengimplementasikan SIMRS. Rumah sakit tersebut merupakan sebuah contoh kecil saja bahwa banyak ‘naga’ yang ‘sembunyi’ dari hinggar binggar kota besar, yang kekuatannya bisa diadu dengan ‘naga’ – ‘naga’ yang ada di kota besar. Rumah sakit yang besar di kota besar belum jadi jaminan bahwa rumah sakit tersebut di dalamnya juga ‘besar’, justru didalamnya semakin kompleks menjadikan susah untuk bergerak menjadi lebih baik.
The other inspiring stories :

Labels: , , ,

Saturday, December 08, 2007

Learn From the Master

Anda bisa mengendarai mobil atau motor? Yang menjadi pertanyaan apakah anda sudah mengendarai motor dengan benar atau dengan apa adanya? Atau asal jalan saja, sehingga mobil atau motor anda cepat rusak, dan bagian atau komponen tertentu cepat aus. Untuk mengendarai motor dengan aman juga ada trik – triknya, seperti sekarang banyak kursus safety riding baik untuk mobil atau motor. Salah satu cara mengendarai mobil atau motor dengan benar yaitu learn from the master seperti instruktur safety riding. Dari mereka kita bisa belajar bagaimana mengendarai mobil atau motor dengan benar, dan tentu saja di jalanan kita dapat memperkecil tingkat kecelakaan lalu lintas yang kadang disebabkan karena cara mengendarai mobil atau motor yang kurang benar.

Pada suatu proses implementasi SIMRS tentu ada saat proses pelatihan, nah pada momen tersebut manfaatkanlah sebaik – baiknya dengan learn from the master, sehingga anda bisa menggunakan SIMRS dengan baik dan benar serta tentu saja hasilnya maksimal. Kadang ada fitur –fitur yang dibuat oleh vendor untuk mempercepat proses pengentrian misalnya, nah fitur ini jika tidak digunakan maka selama bertahun – tahun anda akan menggunakan aplikasi dengan cara yang sama. Dan tentu saja tidak maksimal. Manfaatkanlah proses pelatihan dengan sebaik – baiknya. Selamat Belajar!

Labels: , , ,

Keinginan yang kuat

Keinginan yang sangat kuat kadang bisa membuat perubahan yang sangat besar. Apa arti sebuah gergaji besi kecil bagi anda? Anda tentu lebih memilih gergaji besi yang besar untuk memotong besi sehingga mempermudah pekerjaan anda. Akan tetapi sebuah gergaji besi yang kecil dan bahkan sudah patah, sangat berharga sekali bagi seorang napi yang ingin melarikan diri dari balik teralis besi. Meskipun bisa berhari – hari atau bahkan berminggu – minggu akan dia lakukan untuk memotong teralis besi satu demi satu. Karena dia memiliki keinginan kuat, dah hasil yang akan dia peroleh adalah kebebasan. Itu merupakan suatu gambaran saja. Rumah sakit tabanan pada awalnya memakai SIMRS yang merupakan ’hadiah’ dari pemerintah pusat dan juga ’hadiah’ tersebut diberikan kepada ratusan rumah sakit di indonesia. Meskipun aplikasi SIMRS tersebut sangat sederhana dan boleh dikatakan belum dapat berjalan dengan sempurna, akan tetapi dengan keinginan yang kuat, aplikasi SIMRS tersebut bisa berjalan meskipun berjalan dengan apa adanya. Dan sekarang dengan SIMRS yang baru mereka lebih bisa berkembang, akan tetapi mereka pada awalnya menghargai dengan ’hal – hal yang kecil’ sehingga ketika mereka mendapat ’hal yang lebih besar’, mereka dapat mempergunakannya dengan baik. Cobalah dengan apa yang ada di depan anda sekarang dengan keinginan yang kuat terlebih dahulu.

*photos from www.cartoonstock.com

Labels: , , , ,

Kompak

Sering melihat pertandingan basket NBA? Bagi anda penggemar basket tentu pertandingan tersebut sangatlah anda nantikan. Para pemain sangat kompak satu sama lain, sehingga untuk mengoper bola antar pemain sudah saling tahu bola akan dioper seperti apa. Kadang tanpa bisa ditebak oleh pemain lawan bola tersebut akan dioper ke siapa. Ketrampilan tersebut diperoleh dari latihan yang terus menerus pada team basket tersebut, sehingga antar pemain sudah saling tahu karakteristik permainan masing – masing personil. Bahkan meskipun pada suatu serangan gagal sehingga bola tidak masuk ke dalam keranjang atau kadang ada ’bola muntah’, hal tersebut dapat diantisipasi dengan baik, sehingga dapat dijadikan serangan berikutnya atau kadang disebut plan B.

Pada kasus implementasi SIMRS, di lapangan kadang juga sering terjadi masalah baik teknis maupun non teknis. Misal suatu pagi ketika pasien sedang banyak – banyaknya komputer entry data di poli tidak mau dihidupkan, nah secara otomatis entry data tindakan dialihkan ke bagian kasir rawat jalan, sehingga pelayanan tidak terhambat. Setelah komputer sudah bisa dibetulkan, entry data dikembalikan ke petugas di poli, juga masih banyak kasus yang mengharuskan staff rumah sakit menggunakan plan B. Ketrampilan tersebut didapat dari pengalaman dari kasus – kasus yang sering terjadi di lapangan, dan bukan merupakan proses instant. Karena diperlukan juga pengetahuan tentang SOP sistem yang baku dan pengetahuan tentang aplikasi SIMRS yang dipasang di rumah sakit tersebut.

Labels: , , , ,

Saturday, November 24, 2007

Just Do It

Salah satu kalimat yang pernah terlontar dari bibir Direkur BRSU Tabanan Bali, Alm. Ketut Sanjana adalah “JUST DO IT! Sekarang bukan waktunya untuk memikirkan rencana terus ! “. Beliau telah mengantarkan BRSU Tabanan menjadi terkenal hampir ke seluruh Nusantara di bawah kepemimpinannya. Bahkan Menteri Kesehatan Indonesia Siti Fadilah Supari pernah bertandang ke BRSU Tabanan untuk melihat secara langsung kemajuan yang dicapai Rumah Sakit tersebut. Kadang Just Do It bisa dikalahkan logika berpikir kita yang super jenius, yang akan mengukur tindakan kita, sehingga tindakan kita teralu lama berputar di atas kepala kita, sampai kaki dan tangan tidak bergerak. Dengan filosofi Just Do It beliau menjadikan beliau legenda di hati setiap pegawai rumah sakit Tabanan. Mungkin tulisan ini tidak cukup untuk menuliskan sepak terjang beliau di blog ini. Semoga Just Do It beliau bisa menjadi inspirasi teman – teman.

related links: Antusias, Pedang Naga Hijau

photos from : http://www.ialf.edu/news/august06page1.html

Labels: , , , ,

Lain Ladang Lain Belalang

Seorang staff di sebuah rumah sakit pindah ke kota lain karena keluarganya mempunyai rumah baru di kota lain. Sebenarnya staff rumah sakit tersebut sudah betah di rumah sakit tersebut karena sistemnya sudah menggunakan aplikasi SIMRS yang terintegrasi, sehingga pekerjaan sehari – hari menjadi lebih mudah. Dan orang di rumah sakit tersebut sudah menikmati sistem SIMRS tersebut, sehingga mereka dengan senang hati menggunakannya.

Di kota yang baru tersebut staff tersebut juga melamar ke sebuah rumah sakit yang cukup besar, dan kemudian diterima sebagai kasir. Dia sangat gembira karena dia memperoleh pekerjaan yang tidak jauh beda dengan tempat dia bekerja dulu. Tetapi kegembiraan dia hanya sesaat, karena ternyata di rumah sakit tersebut belum menggunakan sistem SIMRS, sehingga segala sesuatunya harus dengan manual. Sehingga sebagai kasir tentu saja dia merasa kerepotan dalam menggumpulkan nota – nota yang harus dia rekap, sehingga dia harus menggunakan ‘mbah-nya komputer’ yaitu calculator. Akhirnya dia baru merasakan enaknya memakai sistem komputer yang sudah terintegrasi, di rumah sakit yang dulu dia hanya menginputkan nomor registrasi pasien tagihan sudah muncul semua, tekan satu tombol langsung mencetak.

Gambaran di atas mencerminkan bahwa tiap rumah sakit mempunyai inisiatif untuk menjalankan sistem komputer yang berbeda – beda. Akan tetapi jika sudah merasakan kelebihan sistem komputer maka rumah sakit tersebut tentunya akan dengan senang hati meng-komputerisasi rumah sakitnya sehingga pekerjaan di rumah sakitnya menjadi lebih mudah. Ada hal – hal yang lebih bagus dikerjakan komputer, ada juga hal – hal yang lebih bagus dikerjakan oleh manusia. Komputer hanya sebagai alat bantu untuk mempermudah kerja manusia.

Jadi jangan takut kedatangan benda yang bernama komputer berisi ‘nyawa’ SIMRS itu bukan untuk menggantikan anda akan tetapi membantu pekerjaan anda.

Labels: , , , , ,

Thursday, November 15, 2007

From Zero to Hero

Ada banyak kisah yang menarik dari adanya pemasangan sebuah aplikasi SIMRS pada banyak rumah sakit. Salah satunya adalah seorang staf yang dulunya meniti karir dari seorang office boy, akhirnya bisa memegang sistem SIMRS pada rumah sakit dimana dia bekerja. Karena apa? Karena orang tersebut BISA KOMPUTER, padahal dulu dia belajar dari nol yang sama sekali tidak tahu menahu tentang komputer akhirnya dari kursus - kursus dan karena ketertarikannya yang tinggi terhadap komputer, sekarang ilmu komputernya sudah lumayan tinggi. Ada juga karena seorang staff dari sebuah rumah sakit , karena dia pandai komputer menjadikan dia orang 'penting'di rumah sakit tersebut.Menjadikan rumah sakit tersebut ketergantungan terhadap dia. Ada kalanya orang menolak adanya komputer di rumah sakitnya karena ketakutan dia. Padahal dengan adanya ilmu komputer yang dia peroleh kelak akan menjadikan dia 'naik kelas' di antara rekan rekan yang lain. Seperti contoh di atas From Zero to Hero, seorang yang awalnya hanya seorang office boy menjadi orang yang dipercayakan memegang sistem SIMRS. Nah anda mau jadi hero juga khan ? Jangan takut untuk belajar komputer, tidak ada kata terlambat !

Labels: , ,

Saturday, November 10, 2007

Instant

Pernah suatu saat saya mengikuti sebuah seminar tentang sebuah produk ERP. Pembicaranya dengan penuh semangat menggatakan bahwa produk tersebut dapat diimplementasikan dalam waktu 1 minggu dan langsung Go Live. Saya pikir boleh – boleh saja membuat suatu statement bahwa produk ERP-nya bagus. Akan tetapi dalam waktu 1 minggu itu hal yang tidak masuk akal, in your dream dude ! Kita bekerja tidak dengan menggunakan kekuatan pikiran atau ‘software’ saja, akan tetapi ‘hardware’ yaitu tangan, kaki , mata dan juga berurusan dengan rekan yang lain. Tentu saja memerlukan waktu lebih dari itu. SIMRS yang akan berjalan di rumah sakit anda tentu memerlukan waktu untuk penyesuaian, tidak bisa langsung main tancep. Apakah data yang diinput dapat diproses menjadi informasi yang berguna. Apakah sudah tidak muncul bugs yang menganggu jalannya sistem. Jika anda sudah mempunyai SIMRS sebelumnya dapat juga dibandingkan, seharusnya dengan SIMRS yang baru menjadi lebih baik, dan bukan lebih buruk. Atau bisa juga membandingkan dengan SIMRS yang sudah berjalan dengan baik di rumah sakit lain. Segala sesuatu memerlukan proses, tidak ada yang instant. Dengan proses tersebut rumah sakit anda menjadi lebih matang sehingga mampu mengimplementasikan SIMRS dengan baik.

Labels: , , , ,

Saturday, November 03, 2007

Pendekatan yang berbeda


Sebenarnya menarik melihat berbagai aplikasi SIMRS yang dipasang di beberapa rumah sakit. Apa yang menarik? Ya, para vendor menggunakan pendekatan yang berbeda dalam membuat sebuah aplikasi SIMRS untuk mengakomodir kebutuhan rumah sakit. Alhasil banyak fitur – fitur menarik yang digunakan untuk memudahkan user dalam memasukkan inputan yang kemudian akan diolah oleh SIMRS yang terpasang.

Sama seperti negara Rusia dan Amerika dalam membuat pesawat tempur, untuk pemilihan komponen misalnya, Rusia lebih suka menggunakan komponen elektronik konvensional, dibandingkan Amerika yang lebih suka menggunakan IC ( Integrated Circuit) . Ternyata komponen elektronik konvensional lebih tahan terhadap serangan elektronik. Seperti pada artikel Fenomena Casey Stoner , Casey Stoner dengan motor Ducati yang menggunakan teknologi katup desmodromic yang konvensional dibandingkan teknologi katup motor lain, tetapi teknologi ini lebih bisa diandalkan di pertarungan sebenarnya. Hal ini juga terjadi dalam pembuatan sebuah aplikasi SIMRS, ada yang menggunakan web based, desktop based, dan juga yang menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda – beda. Tetapi menurut saya hal ini di mata user menjadi tidak berguna, karena apa? User tidak mau tahu sebuah aplikasi dibuat dari ‘bahan’ apapun, yang terpenting aplikasi yang dibangun cepat, stabil , kompatibel dengan sistem operasi, serta migrasi ke sistem yang baru mudah. Dan jika ada perubahan atau customize , vendor dapat dengan cepat mengakomodir kebutuhan tersebut. Karena jika sebuah SIMRS yang digembar gemborkan memiliki teknologi tercanggih pun, jika di lapangan tidak bisa dipakai atau tidak stabil, akan percuma saja. Dalam hal ini pendekatan yang berbeda dari para vendor software dalam meramu SIMRS yang solid menjadikan suatu proses yang menarik untuk dilihat.

Related links :

Ease Of Use

Proven

Waktu yang membuktikan

Labels: , , , , ,

Computer Forensics


Apakah anda masih asing dengan istilah Computer Forensics. Ilmu Computer Forensics digunakan untuk mengungkap kejahatan dibidang komputer. Sama seperti kejahatan konvensional, team forensik dari kepolisian juga dilibatkan untuk membantu mengungkapkan kasus yang sedang dihadapi oleh kepolisian. Entah itu kasus pengeboman, pembunuhan dan lain –lain.
Ada sebuah cerita di sebuah lokasi implementasi SIMRS, kasusnya adalah penipuan terhadap suatu perusahaan asuransi dimana kejahatan tersebut dilakukan oleh orang dalam dengan memalsukan nota biaya pasien, sekilas nota tersebut sama dengan nota asli yang dikeluarkan rumah sakit tersebut. Akan tetapi ada sebuah ‘cacat’ yang ditemukan oleh team EDP rumah sakit tersebut sehingga menguatkan bahwa nota tersebut palsu. Karena dalam sistem komputerisasi SIMRS tersebut tidak pernah mencetak karakter seperti pada nota palsu tersebut. Akhirnya sebuah kasus tersebut dapat terungkap karena kejelian dan jam terbang yang tinggi dari team EDP dari rumah sakit tersebut. Hal tersebut adalah contoh kasus computer forensic yang terjadi di sebuah rumah sakit. Kejahatan semakin canggih, up grade selalu pengetahuan anda tentang komputer, dan siapa tahu anda menjadi pengungkap kasus berikutnya.

Labels: , , , ,

Dibalik Layar

Anda tentu tidak asing lagi dengan trilogi film The Matrix, sebuah film yang menjadi trendsetter untuk film action fiksi. Banyak adegan – adegan berkelahi yang membuat film ini menjadikan film ini lebih daripada film lainya. Adegan berkelahi diatur sedemikian indah menjadikan penonton terpukau dibuatnya. Orang dibalik adegan laga dalam trilogi film The Matrix adalah Yuen Wo Ping. Dia adalah orang yang mengatur adegan kungfu para pemain sehingga menjadi lebih indah. Dia juga orang yang mengatur adegan laga untuk film Crouching Tiger Hidden Dragon, kemudian film Fearless yang dibintangi oleh Jet Lee. Kita kadang tidak pernah melihat tulisan setelah sebuah film selesai, disitu dapat dilihat para pemeran film dan juga para kru yang ikut menyukseskan film yang dibuat.

Sebuah implementasi SIMRS juga mempunyai orang – orang dibalik layar, mereka adalah operator yang menginput data dengan rajin dan teliti, kru EDP yang siap siaga jika ada keluhan dari user, sehingga implementasi berjalan dengan lancar dan masih banyak lagi. Jadi jika sebuah implementasi SIMRS lancar, itu adalah sebuah hasil kerjasama yang baik dari seluruh rumah sakit. Yang nantinya akan mengangkat nama rumah sakit tersebut ke jajaran Rumah Sakit yang sukses mengimplementasikan SIMRS.

Terima Kasih untuk orang – orang di balik layar tersebut.

* picture from : www.thehindu.com, www.drunkenfist.com

Labels: , , ,

Saturday, October 27, 2007

Special Force


Salah satu unsur terpenting dalam implementasi SIMRS adalah sumber daya manusia yang mengoperasikannya. Jika kualitas SDM yang mengoperasikan SIMRS kurang maksimal, maka implemtasi SIMRS akan terhambat. Salah satu solusi adalah merekrut 'pasukan khusus' atau special force untuk mengoperasikan SIMRS yang dipasang di rumah sakit tersebut. 'Pasukan khusus' tersebut dilatih secara khusus untuk mengoperasikan SIMRS yang ada. Sehingga hasilnya lebih maksimal, karena jika perawat yang menginput, akan menjadi kendala jika perawat tersebut sedang menghandle banyak pasien. Special Force ini mempunyai tingkat kegagalan yang kecil karena mereka sangat spesialis di bidangnya. Mereka bisa mengerjakan dengan cepat karena SIMRS adalah 'makanan' mereka sehari – hari. Special Forces ini bisa diambil dari luar rumah sakit atau istilah kerennya outsource atau bisa dari tenaga administrasi rumah sakit yang sudah ada. Tentu saja pegawai yang dipilih adalah pegawai pilihan agar dapat dengan cepat menyerap materi latihan. Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi dalam menyukseskan SIMRS di rumah sakit anda. Mungkin kendala SDM yang menjadikan SIMRS di rumah sakit anda terhambat, karena banyak faktor – faktor lainnya.


Labels: , , ,

Wednesday, July 25, 2007

Keberhasilan Implementasi TI

Ada banyak hal mengenai unsur keberhasilan sebuah Implementasi TI atau Teknologi Informasi, khususnya di Indonesia saat ini. Berikut adalah hal-hal yang biasanya menjadikan sebuah implementasi TI gagal di lapangan, di atas kertas orang bisa menulis segala sesuatu yang ideal. Akan di tetapi di lapangan kadang berbeda, di bawah ini adalah hal - hal yang sering menjadikan sebuah implementasi gagal dijalankan di lapangngan, sebuah investasi dalam bentuk implementasi TI, bukanlah suatu hal yang murah. Oleh karena itu harus direncanakan dengan matang :
  1. Kurangnya komitmen dari salah satu pihak ( vendor dan si pemakai aplikasi ), jadi suatu implementasi TI bisa berhasil jika kedua belah pihak mempunyai komitmen yang kuat untuk menjalakan implementasi TI.
  2. Tidak adanya rencana implementasi yang jelas, sehingga implementasi berjalan lambat dan sangat lama serta tidak terstruktur. Hal ini menyebabkan user bosan dan bagi vendor cost-nya menjadi semakin tinggi.
  3. Efek suatu implementasi TI di suatu lokasi adalah adanya suatu perubahan cara kerja, jika ada pihak – pihak yang menolak perubahan tentu akan memperlambat atau mengagalkan suatu implementasi TI. Jangan salah, perubahan tersebut juga salah satunya transparansi sistem (misal di rumah sakit : sistem pembagian jasa medis, sistem pentarifan tindakan medis) dalam batas – batas tertentu yang bagi sebagian orang adalah suatu hal yang tidak boleh berubah.
  4. Kondisi yang belum siap untuk pemasangan solusi TI, misal sebuah instansi belum saatnya dijalankan sebuah implementasi TI. Misal sebuah lokasi implementasi yang baru saja terkena gempa, tentu saja di lokasi tersebut harus membenahi dahulu sarana dan prasana fisik, kemudian membenahi sistem kerja manual dahulu. Jadi jangan terburu – buru untuk memasang sebuah aplikasi untuk diimplementasikan.
  5. Kendala non teknis, kendala terbesar sebuah implementasi TI adalah kendala non teknis, ini dikarenakan ‘bawaan lahir’. Software dan Hardware jika terjadi masalah dapat diperbaiki dengan jelas, jika aplikasi error diperbaiki ulang untuk hardware jika rusak diganti. Akan tetapi pada manusia atau SDM itu jauh lebih kompleks, dan masing – masing mempunyai kepentingan berbeda. Ini sebabnya diperlukan komitmen dari seluruh lapisan di sebuah instansi, jadi diperoleh satu suara.
  6. Aplikasi tidak dapat mengakomodir kebutuhan user, akhirnya aplikasi tidak bisa dipakai.
  7. Performance aplikasi lambat sehingga user malas memakainya, mungkin aplikasi sudah bisa mengakomodir kebutuhan user, akan tetapi lambat prosesnya. Hal ini bisa dikarenakan beberapa hal, yang pertama hardware yang dipakai spesifikasinya terlalu rendah, desain program dan rancangan database tidak optimal, sistem cabling yang kurang sempurna, virus dan masih banyak lagi.
  8. Blue Print sistem yang tidak jelas, sehingga yang terjadi tambal sulam sistem.
  9. Dan masih banyak lagi faktor – faktor lain, jadi untuk menjadikan sebuah implementasi TI yang berhasil berarti kebalikan dari point 1 sampai dengan 8.

* gambar dari : www.flickr.com

Labels: , ,

Sunday, July 22, 2007

Waktu untuk Keluarga


Di sebuah lokasi implementasi, ada seorang ibu di bagian keuangan yang waktunya habis untuk merekap pendapatan rumah sakit setiap hari. Dia harus merekap laporan pendapatan dari kasir front office, kemudian menulis ulang hal yang sama di lembar kertas yang lain, lalu menghitung pendapatan yang harus disetor ke Pemda dan pendapatan jasa dokter. Hal ini dia lakukan setiap hari selama bertahun – tahun dan tidak ada pegawai lain yang mau menempati posisinya karena…cape deh!! Waktu yang seharusnya dia luangkan untuk anak – anaknya dan suaminya akhirnya habis di kantor. Dan meskipun ada, energi dan pikirannya sudah habis untuk melakukan pekerjaannya membosankan tersebut. Dia memang tidak sendiri akan tetapi jumlah data yang harus direkap dan SDM yang ada tidak memadai. Akhirnya sejak adanya pemasangan SIMRS baru dia bisa tersenyum, waktunya tidak habis untuk menghitung angka – angka. Laporan dari kasir sudah tercetak sesuai dengan yang dia harapkan, dia hanya mengecek melalui beberapa klik pada aplikasi SIMRS di komputer desktop di ruangannya, karena memang datanya terintegrasi dengan Front Office. Dan waktu yang diperlukan jauh lebih cepat dan singkat. Dia sekarang dapat meluangkan waktunya lebih banyak untuk keluarganya. Itu merupakan salah satu sisi saja dari adanya SIMRS, sebenarnya ada banyak sisi yang lain yang terbantu. Mempunyai waktu untuk keluarga merupakan kebahagian tersendiri bagi sebuah keluarga.

*gambar dari : http://www.flickr.com

Labels: , ,

Apakah SIMRS yang baru lebih baik ?

Tidak semua Rumah Sakit yang mengimplementasikan SIMRS baru, adalah seorang newbie, kadang sebelumnya mereka juga sudah mempunyai SIMRS yang lama. Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah SIMRS yang lama sudah saatnya diganti? Apakah harus mencari SIMRS terbaik? Apakah SIMRS yang baru pasti lebih baik dengan yang lama? Jawabannya bisa ya dan bisa tidak? Jika SIMRS lama didesain dengan sangat baik, dan sampai saat ini tidak ada masalah serta bisa mengakomodir segala persoalan yang muncul. Jelas anda belum waktunya membeli SIMRS yang baru. Akan tetapi jika SIMRS lama anda sudah mulai ngadat en tidak bisa mengakomodir masalah - masalah yang muncul, nah berarti perlu dipersiapkan kelahiran 'adik baru' dari SIMRS yang lama. Kebanyakan SIMRS lama tidak bisa dipakai lagi ada beberapa hal, a.l :
  1. Tidak bisa dikembangkan lagi, entah vendornya sudah bubar, atau memang teknologinya sudah terlalu lama.
  2. Tidak bisa mengikuti perkembangan hardware dan software yang sekarang berjalan.
  3. Terlalu banyak bugs dan masalah yang berulang, sehingga user malas memakainya.
  4. Susah cara pengoperasiannya.
  5. Reporting dari aplikasi tidak bisa dipakai sebagai laporan.
  6. Tidak terintegrasi antar modul.
  7. Dan masih banyak lagi
Di sini saya mempunyai contoh video yang menarik tentang supercar lama yang larinya lebih cepat dari supercar baru karena didesain dengan baik, mungkin tidak ada hubungannya dengan SIMRS, setidaknya anda mempunyai gambaran, bahwa tidak selamanya yang baru lebih baik. Are u ready? Untuk di indonesia harus sabar loadingnya, durasinya 9 menitan, fasten ur seatbelt!!!

Labels: , ,

Thursday, July 19, 2007

Trust

Ada sebuah cerita, cerita ini saya dapat dari seseorang hanya saya lupa namanya, soalnya sudah lama sekali.Alkisah seorang pemain akrobat yang jago berjalan di atas tali, dia mengunakan sebuah tongkat panjang sebagai penyeimbang agar dia bisa berjalan dengan stabil di atas tali. Suatu saat dia mengadakan pertunjukkan di sebuah jurang yang dalam di sebuah pegunungan, dia akan berjalan di atas tali yang terbentang sepanjang jurang itu dan disaksikan oleh ribuan penonton. Akhirnya di mulai berjalan diatas tali dengan dibantu dengan sebuah tongkat yang panjang sebagai penyeimbang. Akhirnya dia bisa melewati jurang tersebut dengan selamat, kemudian dia berjalan balik lagi ke tempat semula melewati tali itu juga . Ribuan orang bersorak, kemudian dia menunjuk sebuah drum kosong. Dia mengatakan, “ Saya akan membawa drum kosong ini menyeberangi jurang dengan berjalan di atas tali, apakah kalian percaya saya mampu melakukannya?”. Para penonton bersorak serentak ,” Kami Percaya!!”. Lalu sang pemain akrobat tersebut bertanya lagi, “ Jika kalian percaya saya mampu, tolong salah satu di antara kalian maju kedepan, dan masuk ke dalam drum ini, dan saya akan membawa anda menyeberangi jurang ini!”. Semua penonton terdiam…tidak ada yang berani maju ke depan. Akhirnya ada seorang anak kecil perempuan maju ke depan dia mengatakan, “ Saya bersedia !”. Para penonton dengan hati berdebar – debar menyaksikan anak kecil tersebut masuk ke drum yang kosong tersebut dan kemudian diangkat oleh sang pemain akrobat, lalu sang pemain akrobat tersebut mulai berjalan dengan membawa drum tersebut, dan tanpa menggunakan tongkat panjang sebagai penyeimbang. Dengan hati – hati pemain akrobat tersebut berjalan di atas tali, ribuan penonton menyaksikan dengan hati yang berdebar – debar. Akhirnya pemain akrobat tersebut mampu membawa drum berisi anak perempuan tersebut, setelah anak kecil tersebut keluar. Sang pemain akrobat berkata kepada anak kecil tadi, “ Terima Kasih ya nak, dari ribuan orang ini, hanya engkau yang percaya kepadaku”.

Unsur kepercayaan dalam menjalankan SIMRS juga diperlukan, karena jika tidak unsur percaya tidak mungkin user akan mau menjalankan SIMRS. Mereka akan menggunakan sistem manual yang mereka percaya bertahun – tahun. Sehingga hasilnya pun sama, akan lambat dan kurang akurat. Ada juga ketakutan kegiatan mereka akan komputer rusak, dan ketakutan kehilangan pekerjaan karena pekerjaan rutin mereka akan digantikan oleh makhluk kotak bernama komputer. Nah unsur kepercayaan ini harus kita bangkitkan juga di setiap hati masing – masing personil di rumah sakit. Memang sistem manual tidak bisa ditinggalkan seratus persen, setidaknya dengan adanya SIMRS, rumah sakit akan lebih cepat dalam melayani pasien.

* gambar dari : http://www.flickr.com

Labels: , ,

Sunday, July 15, 2007

Blue Print

Salah satu layanan yang menarik, dari Google adalah, aplikasi Google Earth. Dengan aplikasi tersebut kita bisa melihat belahan negara lain dari sudut pandang satelit. Ada sesuatu yang menarik disini, jika kita melihat negeri kita sendiri, ambil contoh kota Jakarta, yang merupakan Ibu kota negara tercinta ini dibandingkan dengan kota Kuala Lumpur, ternyata tata kotanya lebih rapi. Jika kita bandingkan ke Jepang, wah seperti kota mainan, tata letaknya rapi sekali, apalagi negara Jerman, wah semakin jauh deh. dari Gambaran tersebut terlihat, mana negara yang memang dari awal mendesain tata letak kotanya dengan jelas, sehingga segala pembangunan di masa depan tidak akan melenceng dari blueprint yang sudah disepakati. Demikian pula dalam membangun sistem SIMRS, harus ada blueprint yang jelas, sehingga tidak terjadi tambal sulam. Kelemahan beberapa aplikasi SIMRS adalah tidak terintegrasinya modul Front Office dengan modul Back Office, hasilnya pada modul Front Office akan terjadi tambal sulam. Hal ini mengakibatkan penggunaan aplikasi yang tidak konsisten. Seharusnya dari awal dibuat sebuah blueprint yang jelas, dari depan sampai akhir. Sehingga jika ada pengembangan yang baru pun, tidak membongkar 'pondasi' dari sistem yang sudah ada. Sama seperti pembangunan tata kota sebuah kota, jika ada awal ada aturan yang jelas, blueprint yang jelas maka pembangunan akan lebih terarah. Hasilnya pun akan lebih maksimal.

Labels: ,