The Way Of Life: November 2019
Google

Thursday, November 14, 2019

Cara Kalibrasi Baterai iPhone



Berikut ini saya akan bagikan tips yang saya peroleh dari berbagai sumber, yaitu bagaimana cara mengkalibrasi baterai iPhone.

Kalibrasi yaitu mengkondisikan baterai (iPhone) kita seperti pada saat baru ( posisi pertama kali sistem operasi membaca kapasitas baterai), sehingga sistem operasi iOS dapat membaca kapasistas baterai seperti seharusnya ( lebih tepat ).

Saat tulisan ini ditulis pun, iOS dari versi 11 sudah ada fitur battery health, dari skala 0 ke 100%. Yang memperlihatkan tingkat kesehatan baterai iPhone kita yang akan berkurang seiring dengan "umur kimia" baterai. Yang artinya jika battery health iPhone kita sudah sangat berkurang maka kalibrasi baterai pun tidak akan efektif, yang diperlukan adalah anda mengganti baterai lama iPhone anda dengan baterai yang baru.

Mengapa Kalibrasi itu perlu?

Kalibrasi diperlukan agar sistem operasi bisa membaca dengan benar kapasitas  baterai, dikarenakan kondisi ( daya tampung ) baterai yang berubah seiring dengan berjalanya waktu karena pemakaian. Sebenarnya sistem operasi sendiri didesain untuk mengecek kapasitas dari sensor chip, hanya karena berbagai hal maka skala-nya bisa kurang tepat. Bisa juga karena ada perubahan algoritma atau code untuk fitur yang baru pada sistem operasi yang  baru sehingga membuat beberapa hal misal pengukuran kapasitas baterai berubah. Misal kita update sistem operasi dari versi , dari iOS 12 ke 13. 

Gambaran sederhanya seperti ini:

Jika kita biasa mengisi bak mandi di rumah dengan 100 ember air agar bak kita benar benar penuh. Kemudian suatu saat kita mengisi dengan 99 ember air ,  bak mandi kita sudah penuh, yang terjadi adalah karena ukuran bak mandi kita berubah (menyusut). Anggap bak mandi di rumah kita itu adalah daya tampung baterai. Otomatis kita ( sebagai sistem operasi ) harus mengukur ulang  bahwa tingkat kepenuhan bak mandi kita yang berubah. Oleh karena itu diperlukan kalibrasi ulang agar sistem operasi bisa menakar dengan tepat dari kosong ke penuh agar menampilkan indikator yang akurat.

Banyak tulisan yang menulis bahwa kalibrasi bisa menyehatkan baterai, menurut saya tidak.  Baterai jenis Lithium Ion akan lebih awet jika kita menjaga kapasistas di antara 40-60 persen (yang sulit dipraktekkan di dunia nyata) , yang artinya kita harus menjaga baterai agar tidak boleh terlalu habis dan tidak boleh terlalu penuh. Bukan malah dihabiskan dan di-charge sampai mentok ( dikalibrasi terus). Jadi kalau baterai iPhone anda normal, tidak perlu dikalibrasi.

Saya mengkalibrasi  baterai iPhone SE bekas saya karena ketika di-charge mentok di 99% persen, mungkin hal ini karena saya update dari iOS 12 ke 13. Karena iPhone 4s saya tidak pernah saya kalibrasi selama 5 tahun, dan itu normal saja, indikator baterai di iOS 9 masih mau menampilkan sampai angka 100%. Tetapi penyakitnya, adalah iPhone 4s sekitar 2 kali mati sendiri dan menyala cukup lama, hal ini dikarenakan ketidaksinkronan antara indikator baterai dan sisa energi listrik yang tersisa di iPhone 4s saya. Akhirnya saya harus mengganti baterai iPhone 4s lawas saya dengan ongkos 150 ribu plus ongkos pasang.

Saya kutip dari zdnet.com

iOS 13 has a new feature called Optimized Battery Charging which is supposed to slow down battery aging by preventing the battery from charging up to 100 percent until you need it.

How does this work?

The idea is that iOS 13 "learns from your daily charging routines" so it can figure out when is best to top up that last 20%. This is meant to prevent battery wear by not continually keeping the battery at its fully charged state.


If you regularly charge your iPhone at night, and wake up about the same time, then this feature does seem to work as advertised, and fast charges the iPhone to 80%, and adding that final 20% at the last 30 minutes or so before you "normally" take your iPhone off charge


Fitur baru dalam iOS 13, ketika kita menge-charge iPhone kemudian ditinggal tidur, maka iOS 13 tidak akan membiarkan charger menge-charge sampai 100% (melambatkan proses full charge) jika kita meng-charge iPhone kita sedang tidur. Karena kita sedang istirahat ( data ini didapat iOS 13 dari pola charging kita dan penggunaan iPhone kita sehari hari ). Dan di beberapa jam kita biasanya bangun maka iOS 13 akan melanjutkan kembali proses charging. Proses ini  berlaku jika kita menge-charge iPhone kita kemudian ditinggal tidur.

Hal ini tidak berlaku jika suatu hari kita merusak pola penggunaan iPhone kita. Pengalaman saya, iPhone SE dengan iOS 13, ketika menge-charge dari 99 ke 100% memang jauh lebih lambat prosesnya. Juga ketika iPhone SE batere habis pada posisi 17 % ketika naik akan lama sekali, ini artinya iOS memberikan prosentase yang berbeda ketika baterai sudah hampir limit, hal ini untuk memberikan kesempatan waktu yang lebih bagi pemakai ketika baterai sudah mencapai level 20% ke bawah untuk menge-charge batere.

Pengalaman saya, jika biasanya saya menge-charge full sebelum saya tidur kemudian saya cabut, suatu kali ketika saya menge-charge di malam hari kemudian saya ketiduran, iOS tetap menge-charge full. Hanya setelah itu  iPhone tidak menge-charge lagi,  sampai di pagi hari ketika saya mencabut charger, hal ini terasa dari kepala charger yang dingin ( tidak beroperasi ). Jika di iPhone 4s, kepala charger masih hangat ketika saya ketiduran kemudian saya bangun di pagi hari kemudian mencabut charger.


Anda bisa melihat fitur tersebut merupakan salah fitur yang ada di iOS 13 :

https://support.apple.com/en-us/HT210393

iOS 13.1

Battery Health

Optimized battery charging to slow the rate of battery aging by reducing the time your iPhone spends fully charged



Dua Stage pengisian daya di iPhone ( iOS 13 )

Saran saya, selain memang iOS “berusaha” menjaga umur baterai iPhone kita, kita juga secara sadar menjaga baterai iPhone kita dengan tidak membuat baterai iPhone kita sering kosong sekali atau penuh dan terus di-charge ( full ). Setelah full charge kemudian dilepas charger-nya, maka listrik dalam baterai akan berkurang sehingga baterai tidak stress.

Full Charge

Berikut data yang menarik yang saya kutip dari sciencealert.com :

In fact, a site from battery company Cadex called Battery University details how the lithium-ion batteries in our smartphones are sensitive to their own versions of 'stress'. And, like for humans, extended stress could be damaging your smartphone battery's long-term lifespan.
Once your smartphone has reached 100 percent charge, it gets 'trickle charges' to keep it at 100 percent while plugged in. It keeps the battery in a high-stress, high-tension state, which wears down the chemistry within.

Battery University goes into a bunch of scientific detail explaining why, but it also sums it up nicely: "When fully charged, remove the battery" from its charging device. "This is like relaxing the muscles after strenuous exercise." You too would be pretty miserable if you worked out nonstop for hours and hours.

According to Battery University, "Li-ion does not need to be fully charged, nor is it desirable to do so. In fact, it is better not to fully charge, because a high voltage stresses the battery" and wears it away in the long run.

Singkatnya, jika kita charge terus smartphone kita ketika sudah mencapai full charge maka yang akan terjadi adalah “trickle charges” atau menge-charge sedikit demi sedikit untuk menjaga di angka 100%, hal itu menjadikan baterai smartphone kita stress dan dan merusak bahan kimia yang ada di dalam baterai. 

Juga disebutkan di atas yaitu mencabut charger ketika baterai smartphone kita sudah mencapai 100% (penuh ) itu seperti membuat baterai smartphone kita relaks. Juga disebutkan Li-ion baterai tidak perlu di-charge penuh ( jika tidak diperlukan ), karena tegangan listrik yang terlalu tinggi membuat baterai Li-ion stress .

Saat ini selain Apple, pabrikan lain juga membuat cara baru untuk membuat umur baterai smartphone lebih panjang. Entah itu di sisi hardware maupun software.

Lenovo Energy Management

Untuk masalah memperpanjang umur baterai perangkat elektronik, saya sudah membuktikan di laptop Lenovo G460 saya yang baterainya masih bisa tahan 30 menit-an walau sudah dipakai lebih dari 6 tahun, karena tidak pernah full charge (75% dengan bantuan Lenovo Energy Management), silakan baca tulisan saya disini.



Mengosongkan Baterai iPhone

Berikut langkah langkah Kalibrasi baterai iPhone :
  1. Kosongan baterai iPhone sampai benar – benar kosong, caranya bisa dipakai secara normal sampai baterai habis. Atau anda bisa mempercepatnya dengan membuka aplikasi yang menggunakan banyak daya baterai, misal menyetel video, membuka youtube, merekam video.
  2. Jika baterai sudah habis, maka diamkan sekitar 2 jam atau lebih agar baterai benar benar dingin. Sebenarnya baterai iPhone pada langkah ini tidak benar – benar habis karena masih bisa menampilkan icon baterai merah di tampilan layar ketika kita menekan tombol Power seperti gambar paling atas di tulisan ini. 
  3. Kemudian charge iPhone tanpa terputus (jeda ) sampai mencapai 100 %.  Perangkat iPhone akan menyala otomatis di langkah ke-3 ini.
  4. Cabut charger ketika baterai sudah mencapai 100%. Proses kalibrasi baterai iPhone sudah selesai.

Kesemua langkah di atas memerlukan waktu yang tidak sebentar, saran saya cari waktu untuk kalibrasi baterai, misal malam hari, dimana aktivitas komunikasi kita sudah berkurang. Atau di akhir pekan yang bagi kaum pekerja, tidak membutuhkan komunikasi terlalu intens selain dengan keluarga.

Solusi dengan kalibrasi baterai berhasil untuk masalah iPhone SE saya yang berhenti meng-charge di angka 99% menjadi full charge 100%.

Semoga bermanfaat.

gambar diambil dari sini

related links :

Tips baterai laptop panjang umur / awet

Labels: , ,

Monday, November 11, 2019

Touchscreen iPhone SE (1st Gen) Tidak Responsif Ketika DiCharge


Kali ini saya akan  berbagi pengalaman mengenai iPhone SE saya yang touchscreen-nya tidak responsif atau nge-lag atau lagging, hang ketika dicharge, dan masih banyak lagi istilah yang sering kita baca atau dengar. Memang baiknya ketika iPhone dicharge tidak digunakan, tetapi kadang kita butuh sesekali memakai iPhone ketika sedang dicharge daripada cabut colok charger. Untuk informasi saya membeli iPhone SE ini tidak baru, melainkan bekas karena selain tidak masuk Indonesia secara resmi, juga saat tulisan ini ditulis , iPhone SE sudah tidak diproduksi lagi. Anda bisa melihat lebih detail tentang iPhone SE saya disini.

Adalah banyak masalah mengenai iPhone SE saya , salah satunya adalah gejala touchscreen tidak responsif atau nge-lag ketika dicharge. Awalnya saya “menyalahkan” kabel lightning “OEM” bawaan paket pembelian iPhone SE bekas saya, sehingga saya membeli kabel lightning lagi dengan serfifikasi MFI ( Made For Iphone )  yaitu merk AUKEY. Tetapi hasilnya sama saja yaitu masih nge-lag touchscreen-nya.

Charger Kaki 3 bawaan iPhone 4s

Untuk sekedar informasi kepala charger yang saya pakai adalah kepala charger kaki 3 asli bawaan iPhone 4S lama saya. Dari paket pembelian iPhone SE memang saya juga mendapatkan kepala charger kaki 3 “OEM” yang sama, hanya saya kurang percaya keaslian-nya.

iBox Cilandak Town Square - Jakarta Selatan

Akhirnya saya berinisiatif untuk mampir ke iBox terdekat dengan kantor yaitu iBox di CITOS ( Cilandak Town Square ) di Jakarta Selatan. Lalu saya langsung menghampiri penjaga toko-nya dan meminjam charger dengan kabel lighting untuk saya coba ke iPhone SE saya, jika hasilnya sama tentu saya tidak jadi beli, tetapi ternyata hasilnya…touchscreen iPhone SE saya NORMAL, tidak nge-lag lagi. Waktu itu yang saya coba charger 10W milik iBox, akhirnya saya memutuskan beli charger yang 12W, karena  yang  10W stoknya kosong. Dan tentu saja ada garansi 1 tahun dari iBox.


Kemudian saya coba dengan kabel lighting AUKEY saya hasilnya pun normal, bahkan dengan kabel lighting “OEM” saya yang sudah saya bongkar pun normal. Kesimpulannya adalah touchscreen iPhone SE saya nge-lag karena charger iPhone 4S kurang stabil dalam mengantarkan arus listrik ke iPhone SE saya. Tetapi masih bisa digunakan untuk iPhone 4S saya.

Kabel Lightning AUKEY and "OEM"


Beli Charger 12W di iBox

Sekedar informasi, iPhone 4S saya tidak pernah masalah dengan kepala charger kaki 3 tersebut tersebut. Dari banyak kasus yang pernah teman saya alami serta saya baca memang iPhone SE ini masuk golongan iPhone yang “manis manja group”,  jadi arus listrik yang masuk tidak boleh kelas “pertalite” tetapi harus “pertamax” atau "pertamax turbo". Berbeda dengan iPhone 4S saya  yang bandel , mau dicharge dengan charger model apa aja juga aman sentosa. Saya kurang tahu apakah model iPhone 5 ke atas punya masalah yang sama dengan charger yang kurang stabil atau charger palsu ( abal abal ). Setidaknya supaya iPhone anda awet dan tidak bermasalah, pakailah charger ORI atau charger yang punya sertifikasi khusus dari Apple. Untuk kasus ini saya angkat topi untuk para desainer hardware iPhone 4s yang mampu membuatnya bisa bertoleransi cukup besar pada arus listrik yang kurang stabil.

Kalau anda pemakai iPhone 4s masih boleh “bebas”, tapi  baiknya beli yang kualitas bagus agar awet. Model apple fanboy seperti saya tentu tidak disukai oleh Apple karena ganti model setiap 5 tahun sekali :), dari iPhone 4s ke iPhone SE.

Saya kutip dari website righto.com, yang menguji berbagai macam charger,  bahwa memang charger yang buruk ( memproduksi arus listrik yang tidak stabil ) bisa membuat touchscreen tidak bekerja

A poor design can suffer several problems. If the output voltage is not filtered well, there will be noise and spikes due to the high-frequency switching. At extreme levels this could damage your phone, but the most common symptom is the touchscreen doesn't work while the charger is plugged in.A second problem is the output voltage can be affected by the AC input, causing 120 Hz "ripple".Third, the charger is supposed to provide a constant voltage. A poor design can cause the voltage to sag as the load increases. Your phone will take longer to charge if the charger doesn't provide enough power. Finally, USB chargers are not all interchangeable; the wrong type of charger may not work with your device.



Catatan: Untuk lebih aman-nya ketika anda mau membeli charger original, sebaiknya anda coba  dahulu secara langsung di iBox apakah ketika di-charge dengan charger original masalah touchscreen tidak responsif ( nge-lag ) bisa hilang, jika memang bisa hilang maka anda bisa membeli charger original tersebut di iBox. Jika tidak maka mungkin masalah anda mungkin bukan karena masalah di charger, tetapi karena hal yang lain.

Semoga bermanfaat.

Labels: , , ,

Sunday, November 10, 2019

Masa depan teknologi bioskop

Virtual Reality

Kali ini saya mencoba memprediksi teknologi yang mungkin akan dipakai para pembuat film untuk penonton di bioskop. Saat ini teknologi film khususnya teknologi yang dipasang di bioskop adalah 4DX yaitu :

  1. Motion, kursi bioskop akan bergerak ke kanan, kiri, atas, bawah, mengikuti gerakan kamera/tokoh dalam film.
  2. Light, efek cahaya yang mirip dengan kilat/lampu flash akan dipancarkan apabila ada scene yang sesuai.
  3. Scent, bermacam aroma akan ditebarkan ke seluruh ruangan, menyesuaikan bau-bauan dalam film.
  4. Wind, efek angin yang muncul, baik dari langit-langit, mau pun dari bawah kursi, sesuai dengan adegan film.
  5. Water, penonton bakal merasakan sensai air yang akan disemprotkan apabila ada adegan yang menampilkan cipratan air.


Kedepan teknologi yang akan dipasang adalah VR ( Virtual Reality )  plus 4DX, dengan Virtual Reality maka penonton akan diajak masuk ke dalam film yang ditonton, dan setiap penoton bisa "memilih" pandangan yang berbeda. Dengan adanya fitur pilihan scene ini tentu saja cara pembuatan film nantinya juga akan berubah, yaitu menggunakan banyak kamera, dan data yang diambil juga tidak hanya film dan suara saja tetapi komposisi cahaya, bau, suhu, cuaca dan lain sebagainya. Yang nantinya data data tersebut diload kembali ketika flim tersebut diputar di bioskop. 

Anda bisa bayangkan, anda menonton para robot Transformer melawan Megatron tepat di bawahnya, anda bisa merasakan sensasi peperangan sesungguhnya seperti bau gosong, angin, cuaca dsb, karena anda ada di dalamnya. Ketika adan melihat film horor anda hadir tepat di tengah tengah film yang tentu saja sensasinya menjadi lebih menyeramkan daripada anda menonton "dari kejauhan". Dan aroma bunga melati nantinya pun bisa hadir di tengah tengah bioskop. Mengasyikan bukan?

Semoga bemanfaat.


gambar diambil dari sini

Labels:

Beberapa Masalah Pompa Air dan Solusinya

Pompa Air Cetak Cetek

Instalasi Pompa Air plus Filter Air

Ada beberapa sebab mesin pompa air yang  pressure switch-nya selalu cetak cetek ( mati nyala mati nyala ), antara lain yaitu :
  1. Settingan pressure switch belum pas alias perlu diputar lagi agar pas kerengangan pegas-nya.
  2. Jika langkah pertama sudah disetel naik turun dan masih sama hasilnya yaitu cetak cetek, cek semua kran dan pipa apakah dalam kondisi tertutup rapat semua dan tidak ada yang bocor. Jika ada yang bocor maka akan mengakibatkan tekanan air dalam pipa akan turun sehingga pressure switch kembali menyalakan saklar otomatis.
  3. Jika langkah ke-2 masih belum berhasil ada kemungkinan pressure switch anda sudah aus alias pegasnya sudah kendur, maka perlu diganti. Tetapi jika pressure switch anda baru atau instalasi pompa air anda masih termasuk baru, lupakan point ini.

Cek semua kran, pipa dan sambungan, apakah ada yang bocor?

Kran Air yang rembes juga membuat Pressure Switch Cetak Cetek
Ganti Kran yang baru


Air tidak mau naik, pompa air harus dipancing

Jika pompa air anda tidak mau menyedot air dan harus dipancing, ada beberapa kemungkinan , antara lain :
  1. Foot klep yang ada di pipa bawah sumur kotor atau tersumbat, dalam hal ini kita bicarakan mengenai kasus sumur bor. Hal ini biasanya terjadi pada instalasi sumur bor baru atau pada istalasi perumahan baru, kenapa? Untuk perumahan baru biasanya sumur bor baru jadi sehingga masih banyak lumpur dan pasir yang terbawa naik dari bawah oleh pompa, hal ini sering menyebabkan foot klep di bagian bawah pipa yang masuk ke lubang sumur tersumbat atau terganjal. Foot klep ini berfungsi untuk menahan air agar tidak turun ke bawah sehingga pompa dengan mudah menarik air ke atas. Solusinya adalah kuras air pada sumur bor dengan cara membuang air ( membuka kran air selama beberapa jam)  yang masih kotor sampai air berubah menjadi jernih atau agak jernih. Biasanya perlu waktu beberapa minggu sampai air benar benar jernih, dan lumpur serta pasir mengendap.
  2. Jika langkah ke-1 masih berlum berhasil ada kemungkinan foot klep sudah rusak, tapi jika instalasi sumur bor anda masih termasuk baru hal ini jarang terjadi. Efek dari foot klep yang rusak biasanya penyakitnya air harus sering dipancing karena air di dalam pipa selalu turun ke bawah lagi disebabkan klep tidak bisa menahan air di pipa sehingga pompa air tidak cukup kuat menyedot air ke atas karena terlalu jauh permukaan airnya.

Air turun kembali karena foot klep rusak atau tersumbat pasir

Foot Klep
Efek dari pompa air yang tidak bisa menyedot air karena foot klep bermasalah adalah spul dinamo bisa terbakar karena panas berlebih ( ini terjadi pada tetangga saya) , sehingga anda harus mengeluarkan uang lebih banyak lagi karena harus mengganti spul dinamo pompa air. 

Tabung pompa air retak atau pecah atau bocor

Tabung pompa air berfungsi untuk mengaktifkan pressure switch ketika tekanan dalam tabung berubah, ketika tekanan di dalam tabung cukup besar karena kran ditutup maka katup di dalam pressure switch akan mematikan saklar listrik sehingga pompa air berhenti bekerja. Ketika tekanan turun karena kran dibuka maka pressure switch akan menyalakan saklar listrik sehingga pompa air kembali bekerja.

Pompa Air dengan Tabung Fiber / Plastik

Tabung pompa ada 2 macam yaitu yang terbuat dari plastik dan ada juga yang terbuat dari logam. Untuk tabung pompa yang terbuat dari plastik, karena sering mendapat tekanan maka suatu saat akan retak atau bocor, tergantung umur pemakain dan bahan. 

Untuk yang berbahan logam biasanya rusak karena karat karena usia. Untuk tabung pompa fiber khususnya jika sudah retak tidak bisa ditambal, karena retakan akan merambat ke bagian lain pada  body tabung karena umur pemakaian.

Salah satu solusinya adalah membuang tabung pompa ( pompa air "tubeless") dan menggantinya dengan T kuningan. Jadi pressure switch akan langsung mendapat tekanan dari pipa tidak melalui tabung lagi. Hal ini membuat settingan pressure switch berubah, tidak "lembut" lagi melainkan lebih "kaku" karena tekanan air di pipa langsung menekan pressure switch. Biaya untuk merubah-nya tidak sampai 100 ribu, pengalaman saya cukup merogoh kocek 74 ribu. Gambarnya ada di bawah ini.

Instalasi pompa Air dengan T berbahan kuningan tanpa tabung

Sambungan Pipa L Bow, Sambungan Pipa Drat luar, T Kuningan dan Tutup Pipa untuk T - Pompa Air "Tubeless"



Itu adalah mur untuk setting CUT OFF dan CUT ON arus listrik - Setting Ulang Pressure Switch

Jika setting ulang Pressure Switch , saklar otomatis masih cetak cetek anda bisa mensetting bagian lain yaitu baut penahan pegas ( pengatur perbedaan tekanan ). Biasanya kasus ini untuk pressure switch yang umurnya sudah cukup lama sehingga pegas sudah berubah tingkatan kekakuanya. Jika anda kurang telaten lebih baik menyuruh tukang pompa karena setting ini tidak mudah.

Baut untuk setting perbedaan tekanan ( diferensial )

Solusi kedua yaitu memasang tandon air, karena ketika menggunakan tandon maka pressure switch bekerja karena ketinggian air di tandon, bukan lagi karena tekanan sehingga hal ini jauh lebih sederhana dan lebih pasti daripada mengecek tekanan air pada instalasi pipa. Untuk pemasangan jika memang anda kurang terampil atau ahli dalam pengerjaan pertukangan, usahakan menggunakan jasa tukang agar lebih rapi dan menghemat waktu.


Semoga bermanfaat.

related links :




Labels: , ,

Saturday, November 09, 2019

Upgrade from iPhone 4s to iPhone SE

iPhone SE

Setelah sudah sekitar 5 tahun menemani yaitu dari tahun 2014 sampai 2019, akhirnya iPhone 4s saya harus pensiun. Sebenarnya iPhone 4s masih bisa digunakan meskipun sudah sangat lemot dan beberapa tombol seperti Home dan Silent sudah tidak berfungsi, tetapi masih bisa saya gantikan dengan tombol virtual yaitu assistive touch. Selama 5 tahun saya pernah mengganti batere sekali  karena baterai lama sudah "hamil" seharga 150 ribu dan LCD seharga 500 ribu karena tertindih pada saat ketiduran.Untungnya ombol Power di bagian atas masih berfungsi jadi masih bisa digunakan untuk restart dan lock. Dan beberapa aplikasi , seperti aplikasi WhatsApp contohnya sudah berjalan sangat lambat. Mungkin karena histori chat sudah cukup banyak dan iPhone 4s hanya dibekali RAM 512 Mb, tentu spesifikasi sangat "tidak normal" untuk HP di tahun 2019. Histori chat WA memang jarang saya hapus karena banyak chat yang penting dan bisa menjadi "barang bukti" misal serah terima dokumen, pengiriman dokumen, persetujuan perjanjian dan sebagainya. Beberapa bulan yang lalu iPhone 4s saya tiba tiba mati sendiri, kemudian ketika saya tekan tombol power cukup lama juga iPhone saya pun  tidak mau hidup. Setelah sudah putus asa, akhir saya biarkan beberapa lama eh akhirnya hidup sendiri. 

Kejadian ini tentu membuat saya cukup trauma dan akhirnya terbesit memutuskan untuk ganti hape karena mungkin iPhone 4s sudah menunjukkan "tanda tanda alam" mau pensiun. Bukan kenapa, karena banyak data penting yang tersimpan di hape tersebut, jika terjadi masalah yang sama lagi dan hape tidak kunjung menyala tentu akan membuat saya pusing tujuh keliling. Yesss akhirnya ganti hape!!

Dan pilihannya tentu tidak sulit yaitu iPhone SE, selain karena saya suka hape yang imut, iPhone SE merupakan iPhone impian saya sejak lama.

Mengapa saya suka dengan iPhone SE, sebenarnya saya suka dengan desain iPhone 5 series.iPhone SE adalah seri pamungkas dari generasi desain iPhone 5 series. Desain iPhone 5 series merupakan penerus kesukseskan desain iPhone 4 series yang saya punyai sebelumnya. Setelah generasi iPhone 5 series termasuk SE, yaitu generasi iPhone 6 series ke atas sudah menjadikan iPhone tidak lagi menjadi trendsetter desain ( bagi saya ), iPhone sudah menyerupai handphone Android pada umumnya. Saya tidak anti Android ( saya memiliki Samsung S7 Edge ), dalam hal ini saya hanya ingin menulis bagaimana desain iPhone mulai kurang bagus ( bagi saya ).

Ya mungkin masih ada trend "poni" dan sebagainya yang membuat desain iPhone ditiru, tapi itu hanya sebagian kecil saja dari desain iPhone. Kemudian saya kurang nyaman dengan handphone dengan layar berukuran besar, seperti Samsung S7 Edge. Bagi saya handphone ya  harus enak digenggam dan bisa dioperasikan dengan satu tangan. iPhone SE sendiri sebenarnya juga licin jika digenggam tetapi terbantu oleh bentuknya menyiku tidak membulat seperti kebanyakan smartphone saat ini. Saya menggunakan hardcase untuk mencegah lecet di bagian belakang iPhone dan hardcase tidak merubah dimensi bentuk iPhone terlalu banyak. Bentuk menyiku lebih mantab digenggam dibanding bentuk membulat. Jika dibandingkan Samsung S7 Edge yang saya punyai, iPhone SE lebih nyaman digenggam.

iPhone SE merupakan generasi terakhir desain iPhone 5 series yang dijejali dengan teknologi "terkini" antara lain processor A9 yang mengusung kemampuan 64 bit, RAM 2 Giga, Kamera 12 Megapixel, Touch ID dan masih diberi dukungan oleh Apple untuk diisi iOS 13. Oh ya, masih ada Jack Audio 3.5 mm. Setidaknya saya masih bisa menikmati kejayaan desain 5 series untuk beberapa tahun kedepan.

Memang iPhone SE ( release tahun 2016) saat ini sudah tidak ada yang baru, juga iPhone SE secara resmi tidak pernah masuk ke pasar Indonesia. Dan tentu saja di tahun 2019 ini saya hanya bisa membeli iPhone SE bekas dan ex internasional. Singkat cerita setelah berburu di tokopedia akhirnya iPhone SE ex inter sudah di tangan dengan bantuan kredivo. Memang ada beberapa minus, ya namanya juga hape bekas, tapi 95 persen masih OK lah. Berikut beberapa "point" yang bisa saya tulis yaitu proses upgrade dari iPhone 4s ke iPhone SE serta pengalaman sekitar 2 mingguan memakai iPhone SE.

Ganti SIM Card

SIM Card Simpati 4G LTE

iPhone SE menggunakan slot Nano SIM Card yang artinya saya harus memotong atau mengganti SIM Card Simpati saya dari bentuk Micro ke Nano. Sebenarnya saya bisa saja ke counter hape untuk memotong atau dipotong sendiri, tetapi saya ingin menggunakan "jalur resmi" yaitu ganti SIM Card Simpati saya di GraPARI terdekat yaitu di GraPARI Mall Ciputra Cibubur. 

Tukar SIM Card di graPARI

Syaratnya cukup mudah yaitu dengan menggunakan e-KTP saja dan dibantu petugas anda bisa mendapatkan SIM Card Nano Simpati 4G LTE di mesin KIOSK yang tersedia secara gratis.


Upgrade iCloud
Upgrade iCloud

Karena banyak data penting di histori chat WA dan adanya ketakutan ketika upgrade ke iPhone SE histori chat WA saya akan hilang, maka saya menggunakan fasilitas backup chat dari aplikasi WhatsApp ke iCloud yang tentu saja harus merogoh kocek saya yaitu 15 ribu per bulan untuk meng-upgrade space penyimpanan saya di account iCloud saya menjadi 50 Gb. 



Backup WA Chat to iCloud

Dan ternyata eh ternyata, hal tersebut tidak perlu dilakukan karena Apple telah menyediakan tools complete backup di aplikasi iTunes yang kemudian hasil backup tersebut bisa direstore ke iPhone SE saya. 


Yah , namanya juga pengalaman. jadi untuk teman teman yang mau upgrade ke iPhone yang lebih baru, manfaatkan tools complete backup di iTunes ya, tidak perlu meng-upgrade iCloud. Memang keren abis nie para software engineer Apple.

Upgrade ke iOS 13
Upgrade to iOS 13

Ini merupakan salah satu kelebihan Apple dibanding Android, khususnya untuk support iPhone tipe lama yaitu bisa upgrade ke iOS keluaran terbaru beberapa tahun kedepan. iPhone SE merupakan salah satu seri iPhone yang didukung Apple untuk mencicipi iOS ver 13. Bagaimana tidak, karena sebenarnya iPhone SE meskipun berbadan imut beberapa jeroan-nya merupakan jeroan iPhone 6s, yaitu prosesor A9 64 bit, RAM 2 Gb, dan kamera belakang 12 Megapixel. Sehingga iPhone SE dianggap masih mampu menjalankan iOS ver. 13 dengan lancar. Saya melakukan upgrade iOS 13 dengan cara mendownload melalui aplikasi iTunes di laptop saya kemudian dengan kabel data saya upgrade OS di iPhone saya menjadi iOS 13, sebelumnya masih menggunakan iOS 12. Rasanya keren banget dengan iPhone seri lawas masih bisa "setara" dengan iPhone keluaran terbaru.

Volume suara kecil

Saya kurang tahu, apakah ini hanya terjadi di iPhone SE saya atau banyak pengguna iPhone SE yang mengalami hal yang serupa? Yaitu volume suara lawan bicara kita ketika melakukan panggilan atau menerima panggilan telepon baik melalui jalur seluler biasa maupun via WhatsApp cukup kecil, sehingga ketika kita sedang di keramaian sulit untuk mendengar lawan bicara kita secara jelas. Meskipun volume suara sudah saya mentokin, hasilnya masih sama. Akhirnya dengan upgrade OS yaitu menjadi iOS 13 hal tersebut terselesaikan. Terselesaikan pun juga tidak serta merta volume-nya bisa jadi lebih keras tetapi lebih bisa didengarkan dengan jelas, meskipun volume sudah saya mentokin.

Tidak ada 3D Touch, Ora Popo

Salah satu kekurangan iPhone SE adalah tidak adanya fitur 3D touch (menekan kuat layar untuk menampilkan menu) yang seharusnya di"impor" dari fitur iPhone 6s. Hal ini dikarenakan secara hardware yaitu layar yang dipakai iPhone SE masih menggunakan teknologi lama bawaan iPhone 5 series. Tetapi berita baiknya adalah fitur 3D Touch ini mulai digantikan dengan fitur Haptic Touch ( menekan layar selama beberapa detik ) untuk menampilkan menu. Dan tentu saja teknik ini bisa diaplikasikan di layar iPhone dengan teknologi lama seperti iPhone SE. NO 3D Touch, Ora POPO.


Screen Guard untuk iPhone SE

Sama seperti pada saat dulu awal saya membeli iPhone pertama saya tahun 2014 yaitu iPhone 4S, saya berkeinginan untuk memasang screen guard untuk iPhone kesayangan saya. Dulu saya membeli merk Hikaru untuk iPhone 4s saya, karena saya masih menyimpan nota pembelian-nya. Selain ada fasilitas anti fingerprint, screen guard ini menurut saya mempunyai kualitas lumayan bagus, selain nyaman juga awet.


Setelah browsing cukup lama, akhirnya saya memutuskan untuk tidak memasang screen guard untuk iPhone SE saya, karena ternyata layar iPhone SE sudah dibekali "gorilla glass" yaitu ion strengthened glass dan ditambah oleophobic coating untuk menghindarkan layar iPhone SE dari bekas sidik jari pengguna-nya. Dalam hal ini, Apple cukup "rendah hati" untuk tidak memamerkan fitur ini dengan berlebihan, bahkan di halaman web resmi-nya pun Apple tidak pernah mengumbar adanya fitur ini. Istilahnya iPhone SE ini punya "ilmu kebal" tetapi tidak pernah pamer. Memang layar iPhone SE ini lumayan bandel, seperti yang bisa anda lihat di youtube dengan keyword "iPhone SE scratch test", layar iPhone SE digores dengan pisau dan obeng masih bisa bertahan. Dan tentu saya hal tersebut tidak akan saya lakukan untuk iPhone SE saya.


Layar iPhone SE masih bisa bertahan jika hanya tergores kunci atau "insiden kecil" lainnya. Akhirnya saya hanya memasang hardcase merk UME untuk iPhone SE saya.


Ada yang aneh

Ketika mencoba kamera iPhone SE yang berkekuatan 12 Megapixel, saya melihat ada yang aneh dibanding iPhone 4s lawas saya. Yaitu layar 4.0 inch terlihat terlalu kecil / kurang maksimal untuk memproyeksikan hasil dari kamera iPhone SE yang "terlalu hebat" dengan resolusi 12 Megapixel. Memang pada dasarnya body iPhone SE yang imut ini dipaksakan Apple untuk mendapatkan beberapa fitur unggulan dari iPhone 6s, salah satunya adalah kamera 12 Megapixel. Untuk dipasang di iPhone 6s mungkin pas karena besar layarnya 4.7 inch, tetapi untuk dipasang di iPhone SE sebenarnya kurang pas, tapi ya it's OK lah, itu hanya masalah kebiasaan saja.

Touchscreen nge-lag pada saat dicharge


Hal ini terjadi ketika saya menge-charge iPhone SE di kantor, tiba tiba touch screen iPhone SE saya sulit dioperasikan alias lemot atau sering disebut nge-lag. Awalnya saya curiga iPhone SE saya mulai bermasalah, ya namanya iPhone bekas, pasti ada cacat-nya. Akan tetapi hal ini tidak terjadi ketika saya menge-charge iPhone SE saya di rumah atau ketika tidak dalam keadaan di-charge, yang artinya touch screen saya masih normal. Setelah browsing cukup lama, ternyata masalah touch screen iPhone yang nge-lag ini bisa disebabkan karena kita memakai charger palsu atau abal abal.

Charger Kaki 3 iPhone 4S

Tetapi charger yang saya gunakan adalah kepala charger kaki 3 asli dari paket pembelian iPhone 4s yang sudah menemani saya selama 5 tahun, dan selama itu juga tidak bermasalah untuk iPhone 4s saya. Akhirnya saya menaruh kecurigaan pada kabel lightning "OEM" paket pembelian dari iPhone SE saya. Selanjutnya tulisan akan saya teruskan di sini.

Kabel Lightning Palsu

Tampilan Fisik Cukup Rapi - Fake Lightning Cable

Perlu anda ketahui bahwa kabel lightning berbeda dengan kabel data iPhone 4s yang "polos", ujung konektor kabel lightning iPhone yang asli ditanami chip khusus yang didesain oleh Apple untuk membedakan kabel lightning asli dengan kabel lightning palsu atau non ori dan juga untuk menjaga arus listrik yang masuk agar selalu stabil dan sesuai dengan perangkat iPhone dan sejenisnya seperti iPad dll. Ada juga kabel lightning non Apple yang disertifikasi oleh Apple untuk produk iPhone yaitu kabel lighting dengan sertifikasi MFI ( Made For iPhone ), mereka juga menanamkan chip yang sama atas seijin Apple. Kabel lightning asli Iphone jika anda membeli secara resmi di toko resmi seperti iBox bisa mencapai sekitar 400 ribuan. Cukup mahal memang, jika anda membeli kabel lightning dengan sertifikasi MFI harganya bisa separuhnya dan dengan fitur tambahan, misal lebih kuat karena dibalut nilon dan sebagainya.

Paket Pembelian iPhone SE ex inter

Kabel lightning yang saya gunakan adalah kabel lightning "OEM" paket pembelian iPhone SE bekas saya, karena saya juga mendapatkan aksesoris yaitu : Kepala Charger kaki 3 "OEM" dan EarPod yang tentu saja "OEM". Sebenarnya kabel lightning "OEM" paket pembelian iPhone SE bekas saya secara fisik cukup sempurna, dari finishing-nya cukup halus. Jadi cara atau tips  yang diberikan Apple di halaman web resminya untuk membedakan kabel asli / ori dan kabel palsu sebagian besar tidak bisa digunakan pada kasus kabel lightning "OEM"  yang saya punya, karena bentuk fisiknya yang nyaris "sempurna".

Lightning Cable merk AUKEY

Akhirnya saya membeli secara online di tokopedia ( lagi ), yaitu kabel lightning merk AUKEY warna hitam dengan panjang 2 meter yang sudah mempunyai serfitikasi MFI ( Made For Iphone ). Sebenarnya ada juga merk ANKER, hanya saya memilih merk AUKEY. Sebenarnya sama saja selama kabel tersebut mempunyai sertifikasi MFI dan tentu saja ada garansinya. Harganya hampir separuh dari kabel lightning ori yaitu sekitar 200 ribuan.

Lightning Cable Teardown

Setelah saya membeli kabel lightning merk AUKEY, akhirnya saya mempunyai ide untuk men-tear down kabel lighting "OEM" saya, karena saya yakin pasti ada yang tidak beres. Dan benar saja setelah saya membongkar kepala konektor-nya isinya hanya 2 chip saja, karena jika kabel lighting tersebut mempunyai sertfikasi MFI atau asli, isinya cukup kompleks tidak hanya terdiri dari 2 chip. Saya kurang paham mengenai sirkuit elektronik, yang jelas kabel lighting "OEM" saya tersebut masih bisa untuk mengupgrade OS iPhone SE saya dari ver. 12 ke ver. 13 melalui iTunes. 2 Chip pada kabel lightning abal abal tersebut sering disebut "chip bypass". Mungkin ada dua kemungkinan, pada kabel ori atau MFI certified terdapat chip atau sirkuit yang berfungsi menyetabilkan arus listrik atau kabel non ori menggunakan kabel yang kurang bagus sehingga arus listrik tidak stabil. Karena seharusnya arus listrik yang stabil sudah mulai di"produksi" pada saat arus listrik melewati kepala charger.

Seperti yang saya kutip dari Wikipedia "Official Lightning connectors contain an authentication chip that was intended to make it difficult for third-party manufacturers to produce compatible accessories without being approved by Apple, however, the chip has been cracked". Memang banyak pabrikan pihak ketiga yang sudah bisa meng-crack ( menjebol) chip autotentifikasi kabel Lightning contohnya pada kabel lighting saya itu, sehingga kita harus sangat berhati hati dalam memilih kabel.


Fake Lightning Cable

Fake Lightning Cable Chip

Original Lightning Cable Chip

Mungkin karena arus listrik di kantor saya yang sering tidak stabil, sehingga kabel lightning "OEM" saya ketahuan "belang"-nya karena membuat layar touch screen iPhone SE saya nge-lag. Jika arus listrik di kantor saya stabil, tentu kabel lightning "OEM" tersebut akan "aman" saja tetapi dalam jangka panjang  bisa merusak iPhone saya khusunya batere dan IC Power, karena arus listrik yang disalurkan tidak terkontrol dengan baik.

Dan akhirnya masalah touch screen nge-lag akhirnya terpecahkan, silakan baca lengkap tulisan khusus saya mengenai touch screen iPhone SE yang nge-lag ketika dicharge disini.

gambar diambil dari sini

iPhone SE berhenti mengecharge di 99%




Setelah mengganti kabel lightning dengan merk AUKEY, terjadi keanehan lagi  yaitu iPhone SE saya lama sekali di 99% pada saat menge-charge tidak mau 100%. Setelah browsing cukup lama ternyata masalah tersebut terpecahkan dengan melakukan warm restart yaitu menekan tombol Home dan Power  bersamaan sampai logo Apple muncul kemudian biarkan iPhone kita reboot. Maka akan terlihat iPhone SE sudah full charge. Mungkin batere iPhone saya perlu dikalibrasi.

Saya kutip dari halaman resmi apple tetapi untuk Mac disini

Occasionally, the battery might not show a full charge (100%) in macOS, even after the power adapter has been connected for an extended period of time. The battery might appear to stop charging between 93 percent and 99 percent. This behavior is normal and will help to prolong the overall life of the battery.

Ya , okelah untuk memperpanjang umur batere, tapi ada yang ganjel aja kalau mentok di 99%. Anda bisa membaca solusinya di tulisan saya disini.



Measure
Measure - Augmented Reality

Aplikasi Measure pada iPhone memanfaatkan teknologi bernama AR (Augmented Reality) yang sudah di pasang oleh Apple pada iOS ver.12, hanya saya baru bisa mencobanya ketika saya sudah memiliki iPhone SE, karena di iOS 9 ( iPhone 4s ) aplikasi ini belum ada. Seperti yang kita ketahui teknologi AR (Augmented Reality) ini singkatnya adalah teknologi yang menggabungkan objek maya ke dalam lingkungan nyata lalu menproyeksikannya secara real time. Jika anda pernah bermain game Pokemon GO, nah seperti itu contohnya.  

Lebar Kwitansi 9 cm

Panjang Kwitansi 28.5 cm


Aplikasi ini cukup menarik karena dengan aplikasi ini kita bisa mengukur sebuah bidang atau benda dengan cukup akurat, saya mencoba mengukup sebuah buku kwitansi dan hasilnya lumayan akurat. Seperti gambar di atas.

Touch ID

Touch ID selain menjadi fungsi untuk password masuk melalui sidik jadi kita selain dengan passcode. Juga bisa digunakan sebagai "keychain", sehingga ketika setiap kali kita masuk website misal web mail atau web apa saja yang mengharuskan kita memasukkan username password. Maka user name password itu bisa kita masukkan ke dalam menu Setting - Password & Accounts - Website & App Passwords. Jadi ketika kita masuk ke webmail misalnya, maka kita cukup menggunakan sidik jari kita untuk memasukan username dan password kita yang sebelumnya sudah kita simpan, great jobs for apple engineer. Fitur "keychain" ini yang sering saya gunakan setelah menggunakan iPhone SE.

Semoga bermanfaat untuk rekan rekan.

Labels: , ,