The Way Of Life: June 2020
Google

Friday, June 26, 2020

Soto Sangka Banyumas ( leluhur Soto Sokaraja )


Jika anda mampir atau melewati kota Banyumas jangan lupa untuk mampir di salah satu Warung Soto yang legendaris yaitu Soto Sangka, soto khas banyumas dengan bahan ayam kampong dan masih dimasak menggunakan kayu bakar. Soto Sangka ini sudah hampir berumur 100 tahun ( berdiri sejak 1925), dan sekarang dikelola oleh generasi ke-3 yaitu Ahmad Basuki (48) cucu dari Mbah Sangka pemilik awal warung Soto ini. Dulu sewaktu SD saya sering diajak ibu saya ke warung soto ini, karena ada saudara di kota banyumas, sehingga ketika berkunjung tidak lupa mampir ke Warung soto ini. Jika dilihat dari sejarahnya dan umurnya warung soto ini bisa jadi ini adalah asal mula Soto Sokaraja. Karena banyak mantan pegawai Soto Sangka ini yang akhirnya membuka sendiri Warung Soto, dan jarak antara kota Banyumas dan kota Sokajara cukup dekat yaitu sekitar 15-20 menit perjalanan dalam kondisi lancar. Hanya di Soto Sokaraja ada varian Daging Sapi, sedangkan Soto Sangka hanya menyediakan varian Daging Ayam kampung alias rasa Original.


Warung Soto ini terletak di Jalan Karangsawah No.35 Kedunguter, Banyumas. Jika pada momen lebaran atau liburan panjang dijamin warung ini akan penuh sesak. Warung Sotonya sendiri sedari saya SD yaitu sekitar 30 tahun yang lalu tidak banyak berubah dari segi bentuk dan luasnya, tetap sederhana dan original. 

Tidak banyak berubah, tetap orisinal



Tungku Kayu Bakar

Kemudian jenis mangkuknya seperti soto kudus yaitu kecil, tidak seperti mangkuk Soto Sokaraja yang besar seperti mangkuk Bakso atau mangkuk Mie ayam. Kemudian alat masaknya masih menggunakan tungku kayu bakar, ini yang membedakan dari warung soto sokaraja modern. Juga di warung ini tidak banyak “aksesoris” seperti halnya warung soto di sokaraja, seperti Lanting, Krupuk Mie Kuning, Mendoan dan sebagainya. 

Soto Sokaraja Daging Sapi

Soto Sangka Daging Ayam Kampung

Isi dari Soto Sangka yaitu terdiri dari ketupat, kecambah (tauge), daging ayam kampung, kacang tanah goreng, kerupuk, kecap dan bumbu-bumbu rempah alami tanpa bahan pengawet.

Untuk rasanya masih orisinal, mungkin anda harus pesan dua porsi karena porsi 1 mangkuk kecil tidak cukup mengisi space di perut anda. Meskipun saya penggemar Soto Sokaraja rasa Daging Sapi, tapi rasa soto Sangka ayam Kampung ini mempunyai  tempat yang berbeda alias beda aliran. Aliran Soto Sapi dan Aliran Soto Ayam. Tetap Maknyuss

Bagi anda yang doyan kulineran klasik, jangan lewatkan mampir di Soto Sangka Banyumas.



Monggo mampir



Related Link :


Labels: , ,

Saturday, June 20, 2020

Cara Membedakan Harddisk Internal Asli ( Orisinal ) dan "Palsu" ( Refurbished )



Berikut akan saya bagikan tips Cara Membedakan Hard Disk Internal ( 2.5 inch / untuk laptop) yang Asli ( Orisinal ) dan yang "Palsu" ( Refurbished ). Untuk pembukaan saya akan berikan gambar 2 buah hard disk di bawah ini :

Hard Disk Pertama tampak atas

Hard Disk Pertama tampak bawah

Hard Disk kedua tampak atas
Hard Disk kedua tampak bawah


Coba anda tebak mana hard disk yang Orisinal dan Hard Disk Refurbished ? Lumayan sulit bukan? 
Jawabanya adalah..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yang PERTAMA adalah HARD DISK REFURBISHED
Yang KEDUA adalah HARD DISK ORISINAL

Kita akan bedah ciri ciri fisik :


  1. Hard Disk Refurbished : Ada stiker tulisan QC Hologram, Hard Disk Orisinal : Ada Stiker Garansi 2 Tahun.
  2. Hard Disk Refurbished : Made In Thailand, Hard Disk Orisinal : Made In China
  3. Untuk bentuk Mainboard ( bagian bawah ) juga ada sedikit perbedaan karena sebenarnya kedua hard disk tersebut merupakan tipe yang berbeda yang Ori tipe yang lebih baru sedangkan yang Refurbished tipe yang lebih lama, sedangkan konektor sama sama mulus tidak ada yang bulukan.

Untuk ciri ciri di atas diabaikan saja, karena saya tidak akan memberi tips cara membedakan Hard Disk Orisinal dan Refurbished melalui ciri ciri fisik karena itu sulit dilakukan. Karena hard disk refurbished pada saat tulisan ini dibuat, secara fisik sangat sempurna, sehingga sangat sulit membedakan dengan yang orisinal. Karena sebenarnya hard disk refurbished adalah hard disk buatan pabrikan juga yang dikembalikan lagi ke pabrik karena berbagai hal atau sudah diskontinyu dari pabrik lalu "diperbaiki" kembali atau didaur ulang oleh pihak non pabrikan dan dijual kembali dengan harga yang lebih murah.

Ketika anda membeli Hard Disk secara online juga anda tidak akan bisa cek fisik, satu satunya parameter adalah melalui harga jual dan garansi yang diberikan. Pada hard disk orisinal garansi yang diberikan minimal 2 tahun atau lebih, sedangkan pada hard disk refurbished biasanya hanya 1 tahun. Kemudian untuk harga, pada saat tulisan ini ditulis untuk hard disk 1 TB 2.5 inch Seagate Barracuda yang Orisinal harganya 800 ribuan, sedangkan yang refurbished 600 ribuan, hanya selisih 200 ribuan. Pada toko online anda tidak akan menemukan penjual yang menjelaskan di deskripsi produk bahwa hard disk mereka refurbished. Isinya biasanya hard disk baru, garansi 1 tahun dan sebagainya. Jadi kita sebagai pembeli harus paham sendiri. Karena penjual yang sama pun bisa menjual hard disk orisinal dan hard disk refurbished yang dibedakan pada harga jual dan lama garansi.

Cara yang paling VALID dan MUDAH adalah melalui HARGA dan serta melalui Serial Number / SN yang tertera pada hard disk, lalu cek di website resmi-nya. Pada hard disk refurbished Serial Number-nya tidak akan lolos tahap ini karena yang memberi garansi adalah tokonya bukan pihak pabrikan.

Cek Serial Number Hard Disk


Website Resmi Seagate untuk Cek Garansi

Hasil Pengecekan Hard Disk Orisinal

Pada hard disk Refurbished akan muncul seperti di bawah ini

Serial Number Hard Disk Refurbished
Hasil Cek Garansi Hard Disk Refurbished


Jika anda lihat hasilnya, sebenarnya pihak pabrikan pun mengakui eksitensi hard disk refurbished, karena hard disk refurbished sebenarnya merupakan tipe yang lebih lama yaitu ST1000LM035 tetapi diganti stikernya menjadi ST1000LM048, sedangkan hard disk orisinal merupakan tipe yang lebih baru yaitu ST1000LM048. Jadi kesimpulannya membeli hard disk orisinal atau hard disk refurbished merupakan pilihan. Saran saya jika digunakan sebagai hard disk utama ( diisi Operating System ), maka belilah hard disk yang Orisinal selain masa garansi lebih lama, juga yang jelas secara usia hardware lebih baru. Tetapi jika digunakan sebagai hard disk external yang dipakai jarang jarang, bisa saja anda membeli hard disk refurbished. Tetapi semua saya serahkan pada anda sekalian, untuk pengalaman memakai hard disk refurbished bisa anda tinggalkan komentar di bawah.

FAQ ( Frequently Asked Question )

Q : Apa itu Hard Disk refurbished ?

A : Hard Disk Refurbished pada dasarnya tetap dibuat oleh pabrikan resmi, hanya hard disk ini dikembalikan lagi ke pabrikan karena berbagai sebab, atau hadirnya produk yang lebih baru sehingga stok hard disk model lama menumpuk akhirnya dipoles lagi "like new condition" untuk dijual kembali dengan harga yang lebih murah dan garansi (dari toko / penjual ) yang lebih pendek karena umur hardware.

Q : Mengapa Hard Disk  Refurbished ada garansi 1 tahun ?

A : Hard disk refurbished digaransi oleh toko bukan oleh pabrikan. Karena masa garansi dari pabrikan telah lewat untuk hard disk tersebut, maka yang akan mengganti dengan hard disk baru adalah toko / penjual.

Q : Mengapa Hard Disk  Refurbished bisa lolos pengecekan dengan software / tools bawaan pabrik ?

A : Well, pengecekan dengan software sudah hampir pasti akan meloloskan hard disk refurbished jika hard tersebut dalam kondisit fit atau normal. Misal pada hard disk merk Seagate anda bisa mengecek dengan menggunakan software Seatools for Windows, Serial Number akan cocok dengan sticker dan jika secara fisik normal akan lolos test. Yang membedakan nantinya adalah performa baca tulis dan umur hardware, karena hard disk refurbished biasanya merupakan tipe tipe yang lebih tua. 

Sea Tools for Windows

Q : Mengapa hard disk baru ( Orisinal)  saya berbunyi "krek" pada interval waktu tertentu pada saat idle ( tidak dipakai )?

A : Pada Seagate Barracuda yang saya beli, saya mengalami hal tersebut. Suaranya mirip seperti hard disk mau rusak, ternyata itu adalah fitur APM ( Advanced Power Management ) pada Windows 10 yang secara default meng-enable-kan fitur itu secara otomatis pada media penyimpanan berbasis SATA. Jadi itu adalah suara head hard disk yang di-parkir ( parking and unparking ), maka timbul suara krik atau krek yang berulang ketika hard disk laptop anda dalam posisi idle atau tidak aktif dipakai. Tetapi jika posisi dengan "sibuk" atau tidak dipakai maka suara tersebut akan hilang. Fitur ini cukup menggangu bagi saya, jika ada update dari Microsoft mengenai fitur ini akan saya update di tulisan ini.


Q : Berapa lama umur  / masa pakai hard disk Orisinal ?

A : Umur atau masa pakai hard disk dari kondisi baru dan orisinal sangat relatif. Pengalaman saya 8 tahun untuk hard disk Seagate. Tetapi ada juga yang kurang dari itu dan semua itu juga tergantung variasi pemakaian masing masing, jadi tidak bisa dipukul rata. Anda bisa melihat tulisan saya di sini dan di sini. Untuk melihat pengalaman mengenai laptop saya dan proses pergantian hard disk baru.


Q : Berapa lama umur  / masa pakai hard disk Refurbished ?

A : Sama seperti jawaban sebelumnya yaitu relatif, dan juga masalah keberuntungan. Karena hard disk refurbished menggunakan hardware yang lebih lama otomatis secara umum dan hitung hitungan matematis lebih pendek, tetapi sekali lagi itu tergantung variasi pemakaian.


Semoga bermanfaat.

related links :


Labels: , , , , ,

Cara Mengganti Hard Disk Laptop

Cara Ganti Hard Disk Laptop

Jika anda mempunyai laptop yang sudah berumur lebih dari 5 tahun, atau kebutuhan akan media penyimpanan pada laptop anda yang terus meningkat. Maka sudah saatnya anda mengganti hard disk laptop anda. Untuk laptop yang sudah berumur, maka performa hard disk-nya tidak seperti pada saat awal beli, seperti pada kasus yang saya alami dengan laptop yang sudah berumur 8 tahun, hard disk sudah mulai berbunyi dan sempat gagal masuk Windows. Akhirnya saya pun ganti hard disk laptop saya dengan hard disk baru. Berikut akan saya bagikan cara atau langkah langkah mengganti hard disk laptop.

Langkah langkahnya yaitu :

Persiapan Alat dan Bahan

Hard Disk Baru 1 TB - Seagate Barracuda

HDD Enclosure 2.5 Inch
Obeng Kembang

  1. Beli atau siapkan harddisk baru atau SSD dengan kapasitas yang lebih besar dan interface (konektor) yang sama, pada saat ini interface standart adalah SATA atau lebih detail lagi yaitu SATA III / 3. Ukuran hard disk laptop adalah 2.5 inch bukan 3.5 inch ( untuk PC ), jadi jangan salah beli. Perlu diperhatikan juga anda harus berhati hati dalam membeli harddisk, karena di pasaran terdapat hard disk yang ORI / Orisinil dan hard disk refurbished / KW. Yang secara fisik nyaris tidak berbeda, yang membedakan hanya dari harga dan lamanya garansi. Cara membedakan hard disk orisinil dan hard disk refurbished akan saya buat tulisan tersendiri di sini.
  2. Beli atau siapkan HDD Enclosure 2.5 inch atau Casing Hard Disk untuk tempat hard disk lama anda, sehingga ketika hard disk baru sudah terpasang dan ter-install OS,maka  anda dapat dengan mudah meng-copy data dari hard disk lama ke hard disk yang baru. Dan juga untuk mengaktifkan hard disk baru di Windows.
  3. Siapkan CD Operating Sistem (Windows,dsb) atau anda juga bisa install OS melalui flash disk atau USB drive. Cara install Windows melalui USB drive / Flash Disk  anda bisa lihat caranya di sini.
  4. Siapkan Obeng kembang dengan ukuran yang pas dengan baut penutup body bawah laptop, jangan terlalu kecil atau terlalu besar, karena bisa menyebabkan baut rusak.


Setting Hard Disk dan BIOS

Initialize Disk - Windows Disk Management
Pilih Flash Disk atau DVD untuk install OS pada Boot Device Priority - Setting BIOS

  1. Masukkan hard disk baru ke dalam HDD Enclosure, kemudian koneksikan dengan melalui kabel USB ke laptop anda. Hard disk baru dari pabrik dalam kondisi RAW atau belum diformat sehingga anda perlu mengaktifkan partisinya dan menformat terlebih dahulu agar hard disk baru bisa digunakan. Caranya yaitu masuk ke Windows Explorer, kemudian klik kanan This PC atau My Computer, lalu pilih Manage. Kemudian pilih Disk Management, nanti pasti akan muncul windows  Initialize Disk, pilih MBR ( Master Boot Record ) karena nantinya hard disk baru anda akan anda di-install Sistem Operasi yang baru. Kemudian klik OK.  Jika anda mau memformat hard disk baru juga bisa di langkah ini, atau anda akan memformat hard disk baru ketika proses meng-install Operating System. Kemudian jika sudah selesai cabut kabel USB HDD Enclosure dari laptop.
  2. Untuk setting BIOS anda perlu me-restart laptop anda, kemudian pada saat muncul tampilan BIOS tekan tombol F2 atau tergantung menu BIOS masing masing laptop untuk masuk ke menu BIOS. Lalu pilih menu Boot, kemudian Boot  Device Priority urutan pertama diganti Generic Flash Disk atau DVD-ROM tergantung darimana anda nanti akan install Sistem Operasi. Setelah selesai kemudian tekan tombol F10 untuk simpan setting BIOS. Lalu matikan laptop anda.

Pasang Hard Disk Baru

Tanda Lokasi Hard Disk dan Memori Laptop

Buka Sekrup Penutup - Langkah ke - 1
Buka Sekrup Pengunci Slot Hard Disk - Langkah Ke -1
Lepaskan dengan hati hati Slot Hard Disk - Langkah ke-2
Pasang hard disk baru lalu kencangan ke-4 bautnya - Langkah ke-3
  1. Pertama buka penutup body bagian bawah laptop dengan obeng kembang yang sesuai ukuran. Biasanya setiap pabrikan laptop memberi tanda bagian mana penutup yang harus dibuka yang berisi hard disk dan memori. Lalu buka dua baut slot tempat hard disk. Perlu diperhatikan tiap merk laptop akan berbeda posisi-nya tetapi secara umum hampir sama caranya.
  2. Lalu lepaskan dengan hati hati hard disk dari konektor SATA pada laptop.
  3. Kemudian lepaskan 4 baru yang mengunci hard disk pada slot hard disk, kemudian lepaskan hard disk lama anda.
  4. Pasang hard disk baru pada slot hard disk, kencangan dengan 4 baut seperti sebelumnya. Lalu pasang hard disk ke slot SATA lalu pasang 2 baut pengunci slot tempat hard disk.
  5. Pasang USB Drive atau DVD yang sudah berisi Sistem Operasi lalu booting laptop anda, maka laptop anda sudah siap di-install Sistem Operasi yang baru.


Semoga bermanfaat.

Hardware :
  1. Lenovo G 460 i3 - M370
  2. New Hard Disk Seagate Barracuda 2.5 inch 1 TB
  3. Old Hard Disk Seagate Momentus 500 GB
  4. 31 in 1 Electronic Screwdriver Set
  5. HDD Enclosure 2.5 inch merk ORICO
Software :

Windows 10 Pro

Old Hard Disk - Seagate Momentus 500 GB
      
Screwdriver Set 31 in 1

FAQ ( Frequently Asked Question )

Q : Mengapa hard disk baru saya tidak mau ke-detect oleh Windows  ( Sistem Operasi )?

A : Hard Disk yang anda beli dalam kondisi baru, kondisinya masih RAW alias belum terformat, sehingga anda perlu mengaktifkan partisinya dahulu, caranya masuk ke Disk Managament , lalu ketika muncul window Initialize Disk, pilih MBR lalu tekan OK.


Q : Mengapa hard disk baru saya tidak ter-detect oleh BIOS laptop?

A : Hal ini disebabkan karena setting BIOS anda posisi pertama-nya adalah hard disk lama anda, ketika anda langsung memasukan hard disk baru ( belum diaktifkan partisinya ) anda secara langsung yang terjadi adalah BIOS tidak menemukan MBR pada hard disk baru anda sehingga akan muncul error seperti di bawah ini.

No bootable device - Error BIOS
Q : Bagaimana memilih hard disk yang bagus dan cocok?

A : Untuk hard disk yang bagus usahakan membeli hard disk yang ori bukan refurbished, jika anda akan gunakan sebagai media penyimpanan utama di laptop anda. Biasanya hard disk ORI atau resmi mempunyai garansi 2 tahun atau lebih, hard disk refurbished hanya 1 tahun. Kemudian Serial Number /SN pada hard disk ORI bisa dicek di website resmi-nya untuk mengetahui lama garansi-nya. Pada hard disk refurbished serial number-nya palsu sehingga tidak akan bisa dicek di website resmi pabrikan-nya. Anda bisa melihat cara-nya di tulisan saya mengenai cara membedakan hard disk ORI dan hard disk refurbished di sini. Untuk Cocok atau tidaknya, jika menggunakan interface konektor yang sama yaitu SATA 3.0/III dijamin cocok, kecuali konektor interface-nya berbeda, hal ini bisa ditanyakan ke penjual-nya terlebih dahulu untuk jaminan kecocokan-nya.


Q : Mengapa hard disk baru saya berbunyi "krek" pada interval waktu tertentu pada saat idle ( tidak dipakai )?

A : Pada Seagate Barracuda yang saya beli, saya mengalami hal tersebut. Suaranya mirip seperti hard disk mau rusak, ternyata itu adalah fitur APM ( Advanced Power Management ) pada Windows 10 yang secara default meng-enable-kan fitur itu secara otomatis pada media penyimpanan berbasis SATA. Jadi itu adalah suara head hard disk yang di-parkir ( parking and unparking ), maka timbul suara krik atau krek yang berulang ketika hard disk laptop anda dalam posisi idle atau tidak aktif dipakai. Tetapi jika posisi dengan "sibuk" atau tidak dipakai maka suara tersebut akan hilang. Fitur ini cukup menggangu bagi saya, jika ada update dari Microsoft mengenai fitur ini akan saya update di tulisan ini.

Related Links :

Seagate Waranty Checker

Cara membedakan Hard Disk Ori dan Palsu

Labels: , , , , ,