The Way Of Life
Google

Monday, September 13, 2021

Salah Satu Sebab Laptop Muncul Layar Biru


Kali ini saya ingin sharing mengenai Laptop / Notebook yang mengalami layar biru ( blue screen  )  pada saat loading Windows setelah sekian lama tidak dinyalakan. Laptop ini menggunakan sistem operasi Windows 7, yang pada saat loading ke sistem operasi sebelum muncul logo Windows dengan sempurna langsung layar biru. 


Dan menampilkan pesan bla bla RUN CHKDSK / F to check for hard drive corruption.. dan seterusnya. Kemudian jika restart kembali akan menampilkan menu repair windows  lalu masuk ke system recovery options dan sampai disini pun anda akan  bingung karena windows tidak akan menemukan solusi pada opsi ini, karena masalahnya ada di BIOS bukan di Windows.


Setelah saya otak atik ternyata masalahnya adalah pada Tanggal dan Jam BIOS yang ter-reset kembali ke tahun 2008 ( tahun pembuatan laptop) karena lama sekali tidak dipakai. Hal ini menyebabkan windows crash pada saat loading karena tanggal yang tidak sinkron.

Solusinya adalah masuk ke menu BIOS bisa tekan F2 atau tombol fungsi lain pada saat booting logo BIOS, sesuai dengan merk masing masing laptop kemudian ganti tanggal BIOS sesuai tanggal sekarang ( current ) kemudian simpan ( F10 ). Untuk jam nanti bisa menyesuaikan sendiri  jika laptop anda terkoneksi dengan internet atau jika tidak sekalian diset bersamaan dengan tanggal lebih baik. Kemudian restart kembali laptop anda.

Contoh Baterai CMOS / BIOS Laptop


Jika ada kasus BIOS tidak bisa menyimpan settingan tanggal dan jam, maka anda harus mengganti baterai BIOS  / CMOS anda, karena kemungkinan besar baterai CMOS anda sudah soak karena umur.

Pada sistem operasi Windows 10 hal ini tidak terjadi, karena saya sempat bereksperimen kecil kecilan, dengan mengganti tanggal BIOS menjadi tahun 2008, pada saat loading Windows 10 akan mengkoreksi dan merubah tanggal otomatis menjadi tanggal terakhir Windows 10 dinyalakan yaitu 2020. Jadi masalah ini seharusnya hanya terjadi pada laptop laptop dengan sistem operasi Windows 7 ke bawah.

Ganti tanggal BIOS


Windows 10 mengkoreksi tanggal otomatis

Semoga bermanfaat


Operating System : Microsoft Windows 7 and Windows 10 Pro


gambar diambil dari sini dan sini


Labels: , , , , ,

Thursday, August 06, 2020

Cara Membuka Baut Laptop yang Karatan dan Dol ( slek )


Berikut saya akan sharing cara melepas baut laptop yang karatan dan dol karena sulit dibuka. Jika laptop anda lama terpapar suhu yang lembab atau mungkin pernah kebanjiran maka  baut baut akan berkarat dan karena berkarat akan sulit dilepas dan menjadi dol  / slek ketika akan dilepas.

Alat alat yang diperlukan yaitu :
  1. Satu set obeng  ( 31 in 1 Electronic Screwdriver Set )
  2. WD-40 atau sejenisnya
  3. Tissue untuk mengelap sisa cairan WD-40.
31 in 1 Electronic Screwdriver Set


WD - 40

Langkah – langkahnya yaitu :
  1. Semprot baut yang berkarat dengan cairan WD-40, kemudian biarkan sekitar 1 menitan sampai busa-nya turun dan cairan meresap ke baut bagian bawah.
  2. Buka dengan obeng kembang yang sesuai ukuran baut. Jika masih keras dan sampai dol atau slek lanjutkan ke langkah ke – 3.
  3. Cari obeng bintang yang ukuran-nya sedikit besar dari lubang pada baut yang terbentuk karena dol / slek. Lalu tekan agak kuat ke bawah lalu putar.
  4. Jika langkah ke-3 masih gagal anda bisa menggunakan teknik solder seperti video di bawah, hanya saya kurang merekomendasikan karena tingkat kesulitan tinggi dan ada resiko body laptop sekitar lubang baut leleh karena panas solder. Jika baut di posisi terbuka mungkin bisa dilakukan tapi jika posisinya agak ke dalam cukup sulit.
  5. Memakai karet gelang yang agak lebar, cara ini belum pernah saya coba karena saya berhasil dengan langkah ke-3,  tapi di video tutorial di bawah ini bisa dilakukan, malah ada 7 teknik lain.

Semprot baut karatan dengan WD-40

Pakai obeng kembang dahulu

Pilih obeng bintang yang sesuai

Cari obeng bintang yang sedikit lebih besar dari lubang baut yang dol / slek





Semoga  bermanfaat.

Labels: , , , ,

Saturday, June 20, 2020

Cara Membedakan Harddisk Internal Asli ( Orisinal ) dan "Palsu" ( Refurbished )



Berikut akan saya bagikan tips Cara Membedakan Hard Disk Internal ( 2.5 inch / untuk laptop) yang Asli ( Orisinal ) dan yang "Palsu" ( Refurbished ). Untuk pembukaan saya akan berikan gambar 2 buah hard disk di bawah ini :

Hard Disk Pertama tampak atas

Hard Disk Pertama tampak bawah

Hard Disk kedua tampak atas
Hard Disk kedua tampak bawah


Coba anda tebak mana hard disk yang Orisinal dan Hard Disk Refurbished ? Lumayan sulit bukan? 
Jawabanya adalah..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yang PERTAMA adalah HARD DISK REFURBISHED
Yang KEDUA adalah HARD DISK ORISINAL

Kita akan bedah ciri ciri fisik :


  1. Hard Disk Refurbished : Ada stiker tulisan QC Hologram, Hard Disk Orisinal : Ada Stiker Garansi 2 Tahun.
  2. Hard Disk Refurbished : Made In Thailand, Hard Disk Orisinal : Made In China
  3. Untuk bentuk Mainboard ( bagian bawah ) juga ada sedikit perbedaan karena sebenarnya kedua hard disk tersebut merupakan tipe yang berbeda yang Ori tipe yang lebih baru sedangkan yang Refurbished tipe yang lebih lama, sedangkan konektor sama sama mulus tidak ada yang bulukan.

Untuk ciri ciri di atas diabaikan saja, karena saya tidak akan memberi tips cara membedakan Hard Disk Orisinal dan Refurbished melalui ciri ciri fisik karena itu sulit dilakukan. Karena hard disk refurbished pada saat tulisan ini dibuat, secara fisik sangat sempurna, sehingga sangat sulit membedakan dengan yang orisinal. Karena sebenarnya hard disk refurbished adalah hard disk buatan pabrikan juga yang dikembalikan lagi ke pabrik karena berbagai hal atau sudah diskontinyu dari pabrik lalu "diperbaiki" kembali atau didaur ulang oleh pihak non pabrikan dan dijual kembali dengan harga yang lebih murah.

Ketika anda membeli Hard Disk secara online juga anda tidak akan bisa cek fisik, satu satunya parameter adalah melalui harga jual dan garansi yang diberikan. Pada hard disk orisinal garansi yang diberikan minimal 2 tahun atau lebih, sedangkan pada hard disk refurbished biasanya hanya 1 tahun. Kemudian untuk harga, pada saat tulisan ini ditulis untuk hard disk 1 TB 2.5 inch Seagate Barracuda yang Orisinal harganya 800 ribuan, sedangkan yang refurbished 600 ribuan, hanya selisih 200 ribuan. Pada toko online anda tidak akan menemukan penjual yang menjelaskan di deskripsi produk bahwa hard disk mereka refurbished. Isinya biasanya hard disk baru, garansi 1 tahun dan sebagainya. Jadi kita sebagai pembeli harus paham sendiri. Karena penjual yang sama pun bisa menjual hard disk orisinal dan hard disk refurbished yang dibedakan pada harga jual dan lama garansi.

Cara yang paling VALID dan MUDAH adalah melalui HARGA dan serta melalui Serial Number / SN yang tertera pada hard disk, lalu cek di website resmi-nya. Pada hard disk refurbished Serial Number-nya tidak akan lolos tahap ini karena yang memberi garansi adalah tokonya bukan pihak pabrikan.

Cek Serial Number Hard Disk


Website Resmi Seagate untuk Cek Garansi

Hasil Pengecekan Hard Disk Orisinal

Pada hard disk Refurbished akan muncul seperti di bawah ini

Serial Number Hard Disk Refurbished
Hasil Cek Garansi Hard Disk Refurbished


Jika anda lihat hasilnya, sebenarnya pihak pabrikan pun mengakui eksitensi hard disk refurbished, karena hard disk refurbished sebenarnya merupakan tipe yang lebih lama yaitu ST1000LM035 tetapi diganti stikernya menjadi ST1000LM048, sedangkan hard disk orisinal merupakan tipe yang lebih baru yaitu ST1000LM048. Jadi kesimpulannya membeli hard disk orisinal atau hard disk refurbished merupakan pilihan. Saran saya jika digunakan sebagai hard disk utama ( diisi Operating System ), maka belilah hard disk yang Orisinal selain masa garansi lebih lama, juga yang jelas secara usia hardware lebih baru. Tetapi jika digunakan sebagai hard disk external yang dipakai jarang jarang, bisa saja anda membeli hard disk refurbished. Tetapi semua saya serahkan pada anda sekalian, untuk pengalaman memakai hard disk refurbished bisa anda tinggalkan komentar di bawah.

FAQ ( Frequently Asked Question )

Q : Apa itu Hard Disk refurbished ?

A : Hard Disk Refurbished pada dasarnya tetap dibuat oleh pabrikan resmi, hanya hard disk ini dikembalikan lagi ke pabrikan karena berbagai sebab, atau hadirnya produk yang lebih baru sehingga stok hard disk model lama menumpuk akhirnya dipoles lagi "like new condition" untuk dijual kembali dengan harga yang lebih murah dan garansi (dari toko / penjual ) yang lebih pendek karena umur hardware.

Q : Mengapa Hard Disk  Refurbished ada garansi 1 tahun ?

A : Hard disk refurbished digaransi oleh toko bukan oleh pabrikan. Karena masa garansi dari pabrikan telah lewat untuk hard disk tersebut, maka yang akan mengganti dengan hard disk baru adalah toko / penjual.

Q : Mengapa Hard Disk  Refurbished bisa lolos pengecekan dengan software / tools bawaan pabrik ?

A : Well, pengecekan dengan software sudah hampir pasti akan meloloskan hard disk refurbished jika hard tersebut dalam kondisit fit atau normal. Misal pada hard disk merk Seagate anda bisa mengecek dengan menggunakan software Seatools for Windows, Serial Number akan cocok dengan sticker dan jika secara fisik normal akan lolos test. Yang membedakan nantinya adalah performa baca tulis dan umur hardware, karena hard disk refurbished biasanya merupakan tipe tipe yang lebih tua. 

Sea Tools for Windows

Q : Mengapa hard disk baru ( Orisinal)  saya berbunyi "krek" pada interval waktu tertentu pada saat idle ( tidak dipakai )?

A : Pada Seagate Barracuda yang saya beli, saya mengalami hal tersebut. Suaranya mirip seperti hard disk mau rusak, ternyata itu adalah fitur APM ( Advanced Power Management ) pada Windows 10 yang secara default meng-enable-kan fitur itu secara otomatis pada media penyimpanan berbasis SATA. Jadi itu adalah suara head hard disk yang di-parkir ( parking and unparking ), maka timbul suara krik atau krek yang berulang ketika hard disk laptop anda dalam posisi idle atau tidak aktif dipakai. Tetapi jika posisi dengan "sibuk" atau tidak dipakai maka suara tersebut akan hilang. Fitur ini cukup menggangu bagi saya, jika ada update dari Microsoft mengenai fitur ini akan saya update di tulisan ini.


Q : Berapa lama umur  / masa pakai hard disk Orisinal ?

A : Umur atau masa pakai hard disk dari kondisi baru dan orisinal sangat relatif. Pengalaman saya 8 tahun untuk hard disk Seagate. Tetapi ada juga yang kurang dari itu dan semua itu juga tergantung variasi pemakaian masing masing, jadi tidak bisa dipukul rata. Anda bisa melihat tulisan saya di sini dan di sini. Untuk melihat pengalaman mengenai laptop saya dan proses pergantian hard disk baru.


Q : Berapa lama umur  / masa pakai hard disk Refurbished ?

A : Sama seperti jawaban sebelumnya yaitu relatif, dan juga masalah keberuntungan. Karena hard disk refurbished menggunakan hardware yang lebih lama otomatis secara umum dan hitung hitungan matematis lebih pendek, tetapi sekali lagi itu tergantung variasi pemakaian.


Semoga bermanfaat.

related links :


Labels: , , , , ,

Cara Mengganti Hard Disk Laptop

Cara Ganti Hard Disk Laptop

Jika anda mempunyai laptop yang sudah berumur lebih dari 5 tahun, atau kebutuhan akan media penyimpanan pada laptop anda yang terus meningkat. Maka sudah saatnya anda mengganti hard disk laptop anda. Untuk laptop yang sudah berumur, maka performa hard disk-nya tidak seperti pada saat awal beli, seperti pada kasus yang saya alami dengan laptop yang sudah berumur 8 tahun, hard disk sudah mulai berbunyi dan sempat gagal masuk Windows. Akhirnya saya pun ganti hard disk laptop saya dengan hard disk baru. Berikut akan saya bagikan cara atau langkah langkah mengganti hard disk laptop.

Langkah langkahnya yaitu :

Persiapan Alat dan Bahan

Hard Disk Baru 1 TB - Seagate Barracuda

HDD Enclosure 2.5 Inch
Obeng Kembang

  1. Beli atau siapkan harddisk baru atau SSD dengan kapasitas yang lebih besar dan interface (konektor) yang sama, pada saat ini interface standart adalah SATA atau lebih detail lagi yaitu SATA III / 3. Ukuran hard disk laptop adalah 2.5 inch bukan 3.5 inch ( untuk PC ), jadi jangan salah beli. Perlu diperhatikan juga anda harus berhati hati dalam membeli harddisk, karena di pasaran terdapat hard disk yang ORI / Orisinil dan hard disk refurbished / KW. Yang secara fisik nyaris tidak berbeda, yang membedakan hanya dari harga dan lamanya garansi. Cara membedakan hard disk orisinil dan hard disk refurbished akan saya buat tulisan tersendiri di sini.
  2. Beli atau siapkan HDD Enclosure 2.5 inch atau Casing Hard Disk untuk tempat hard disk lama anda, sehingga ketika hard disk baru sudah terpasang dan ter-install OS,maka  anda dapat dengan mudah meng-copy data dari hard disk lama ke hard disk yang baru. Dan juga untuk mengaktifkan hard disk baru di Windows.
  3. Siapkan CD Operating Sistem (Windows,dsb) atau anda juga bisa install OS melalui flash disk atau USB drive. Cara install Windows melalui USB drive / Flash Disk  anda bisa lihat caranya di sini.
  4. Siapkan Obeng kembang dengan ukuran yang pas dengan baut penutup body bawah laptop, jangan terlalu kecil atau terlalu besar, karena bisa menyebabkan baut rusak.


Setting Hard Disk dan BIOS

Initialize Disk - Windows Disk Management
Pilih Flash Disk atau DVD untuk install OS pada Boot Device Priority - Setting BIOS

  1. Masukkan hard disk baru ke dalam HDD Enclosure, kemudian koneksikan dengan melalui kabel USB ke laptop anda. Hard disk baru dari pabrik dalam kondisi RAW atau belum diformat sehingga anda perlu mengaktifkan partisinya dan menformat terlebih dahulu agar hard disk baru bisa digunakan. Caranya yaitu masuk ke Windows Explorer, kemudian klik kanan This PC atau My Computer, lalu pilih Manage. Kemudian pilih Disk Management, nanti pasti akan muncul windows  Initialize Disk, pilih MBR ( Master Boot Record ) karena nantinya hard disk baru anda akan anda di-install Sistem Operasi yang baru. Kemudian klik OK.  Jika anda mau memformat hard disk baru juga bisa di langkah ini, atau anda akan memformat hard disk baru ketika proses meng-install Operating System. Kemudian jika sudah selesai cabut kabel USB HDD Enclosure dari laptop.
  2. Untuk setting BIOS anda perlu me-restart laptop anda, kemudian pada saat muncul tampilan BIOS tekan tombol F2 atau tergantung menu BIOS masing masing laptop untuk masuk ke menu BIOS. Lalu pilih menu Boot, kemudian Boot  Device Priority urutan pertama diganti Generic Flash Disk atau DVD-ROM tergantung darimana anda nanti akan install Sistem Operasi. Setelah selesai kemudian tekan tombol F10 untuk simpan setting BIOS. Lalu matikan laptop anda.

Pasang Hard Disk Baru

Tanda Lokasi Hard Disk dan Memori Laptop

Buka Sekrup Penutup - Langkah ke - 1
Buka Sekrup Pengunci Slot Hard Disk - Langkah Ke -1
Lepaskan dengan hati hati Slot Hard Disk - Langkah ke-2
Pasang hard disk baru lalu kencangan ke-4 bautnya - Langkah ke-3
  1. Pertama buka penutup body bagian bawah laptop dengan obeng kembang yang sesuai ukuran. Biasanya setiap pabrikan laptop memberi tanda bagian mana penutup yang harus dibuka yang berisi hard disk dan memori. Lalu buka dua baut slot tempat hard disk. Perlu diperhatikan tiap merk laptop akan berbeda posisi-nya tetapi secara umum hampir sama caranya.
  2. Lalu lepaskan dengan hati hati hard disk dari konektor SATA pada laptop.
  3. Kemudian lepaskan 4 baru yang mengunci hard disk pada slot hard disk, kemudian lepaskan hard disk lama anda.
  4. Pasang hard disk baru pada slot hard disk, kencangan dengan 4 baut seperti sebelumnya. Lalu pasang hard disk ke slot SATA lalu pasang 2 baut pengunci slot tempat hard disk.
  5. Pasang USB Drive atau DVD yang sudah berisi Sistem Operasi lalu booting laptop anda, maka laptop anda sudah siap di-install Sistem Operasi yang baru.


Semoga bermanfaat.

Hardware :
  1. Lenovo G 460 i3 - M370
  2. New Hard Disk Seagate Barracuda 2.5 inch 1 TB
  3. Old Hard Disk Seagate Momentus 500 GB
  4. 31 in 1 Electronic Screwdriver Set
  5. HDD Enclosure 2.5 inch merk ORICO
Software :

Windows 10 Pro

Old Hard Disk - Seagate Momentus 500 GB
      
Screwdriver Set 31 in 1

FAQ ( Frequently Asked Question )

Q : Mengapa hard disk baru saya tidak mau ke-detect oleh Windows  ( Sistem Operasi )?

A : Hard Disk yang anda beli dalam kondisi baru, kondisinya masih RAW alias belum terformat, sehingga anda perlu mengaktifkan partisinya dahulu, caranya masuk ke Disk Managament , lalu ketika muncul window Initialize Disk, pilih MBR lalu tekan OK.


Q : Mengapa hard disk baru saya tidak ter-detect oleh BIOS laptop?

A : Hal ini disebabkan karena setting BIOS anda posisi pertama-nya adalah hard disk lama anda, ketika anda langsung memasukan hard disk baru ( belum diaktifkan partisinya ) anda secara langsung yang terjadi adalah BIOS tidak menemukan MBR pada hard disk baru anda sehingga akan muncul error seperti di bawah ini.

No bootable device - Error BIOS
Q : Bagaimana memilih hard disk yang bagus dan cocok?

A : Untuk hard disk yang bagus usahakan membeli hard disk yang ori bukan refurbished, jika anda akan gunakan sebagai media penyimpanan utama di laptop anda. Biasanya hard disk ORI atau resmi mempunyai garansi 2 tahun atau lebih, hard disk refurbished hanya 1 tahun. Kemudian Serial Number /SN pada hard disk ORI bisa dicek di website resmi-nya untuk mengetahui lama garansi-nya. Pada hard disk refurbished serial number-nya palsu sehingga tidak akan bisa dicek di website resmi pabrikan-nya. Anda bisa melihat cara-nya di tulisan saya mengenai cara membedakan hard disk ORI dan hard disk refurbished di sini. Untuk Cocok atau tidaknya, jika menggunakan interface konektor yang sama yaitu SATA 3.0/III dijamin cocok, kecuali konektor interface-nya berbeda, hal ini bisa ditanyakan ke penjual-nya terlebih dahulu untuk jaminan kecocokan-nya.


Q : Mengapa hard disk baru saya berbunyi "krek" pada interval waktu tertentu pada saat idle ( tidak dipakai )?

A : Pada Seagate Barracuda yang saya beli, saya mengalami hal tersebut. Suaranya mirip seperti hard disk mau rusak, ternyata itu adalah fitur APM ( Advanced Power Management ) pada Windows 10 yang secara default meng-enable-kan fitur itu secara otomatis pada media penyimpanan berbasis SATA. Jadi itu adalah suara head hard disk yang di-parkir ( parking and unparking ), maka timbul suara krik atau krek yang berulang ketika hard disk laptop anda dalam posisi idle atau tidak aktif dipakai. Tetapi jika posisi dengan "sibuk" atau tidak dipakai maka suara tersebut akan hilang. Fitur ini cukup menggangu bagi saya, jika ada update dari Microsoft mengenai fitur ini akan saya update di tulisan ini.

Related Links :

Seagate Waranty Checker

Cara membedakan Hard Disk Ori dan Palsu

Labels: , , , , ,

Wednesday, October 17, 2018

Cara Agar Baterai Laptop Awet

Lenovo Energy Management

Kali ini saya akan berbagi tips cara membuat baterai laptop anda panjang umur. Mungkin di internet ada banyak sekali tips cara membuat baterai laptop anda panjang umur. Perlu anda ketahui, sehebat apapun usaha anda dalam rangka membuat baterai laptop anda panjang umur, baterai sendiri ada umurnya, jadi ada batas maksimalnya sampai akhirnya soak atau rusak. Jadi tidak perlu berusaha terlalu susah payah. Tips yang akan saya bagikan yaitu memakai software atau aplikasi bawaan dari laptop anda masing masing. Yang saat ini setahu saja semua laptop sudah dibekali software energy management. Laptop Lenovo saya yang saya beli tahun 2012, yaitu seri G460 sudah dibekali Lenovo Energy Management. Dengan software ini saya bisa membuat 2 setting cara charge baterainya, yaitu full charge 100% atau hanya 80% full. Jika menggunakan opsi 80% full maka opsi ini akan membuat baterai lebih awet. Tulisan awal saya mengenai Lenovo G460 tahun 2012 bisa anda baca disini

Masih tahan 35 menitan

Disini saya bukan bermaksud promosi merk Lenovo atau merk produk tertentu, tetapi karena saya memang membeli laptop tersebut dengan berbagai pertimbangan. Saat tulisan ini ditulis yaitu tahun 2018, baterai laptop saya masih bisa bertahan sekitar 35 menit, ketika power dicabut sampai muncul notifikasi low power pada laptop saya. Untuk laptop yang berumur 6 tahun, saya rasa hal tersebut sudah sangat lumayan. Laptop teman saya yang satu angkatan baterainya sudah jebol, padahal pemakaianya super hati hati, kadang malah ketika laptop dipasang power, baterainya dicopot. Logikanya agar baterai tidak sering di-charge, sehingga awet tetapi nyatanya jebol juga. Saya lebih memilih cara ini, dan sudah terbukti bahwa cara ini bisa membuat baterai lebih panjang umur. Saya tidak menyuruh anda membeli laptop Lenovo, monggo bisa pilih yang lain. Dan selalu gunakan aplikasi/software Power Management bawaan untuk membuat baterai laptop anda lebih panjang umur. Tidak perlu menggunakan berpuluh puluh tips yang "aneh" dan ribet, cukup gunakan software power management.

Semoga bermanfaat.

Labels: , , , ,

Sunday, May 06, 2012

Lenovo G460 i3 370M Review


Kali ini saya akan mereview ringan laptop G460 i3 370M. Awal pembelian laptop Lenovo sebenarnya merupakan plan B, karena sebelumnya tidak berpikir untuk membeli Lenovo. Pertama karena sudah banyak teman yang memakai Lenovo,otomatis pengin tampil beda. Kedua dengan budget 4 jt, ingin membeli merk lokal dengan harga di bawah branded tapi fitur lebih banyak. Akan tetapi setelah sampai di lokasi, eh malah beli Lenovo, mungkin merk Lenovo sudah masuk ke alam bawah sadar saya gara gara banyak teman yang sudah memakai Lenovo. Ah tentu tidak hanya itu, pertama adalah masalah support driver, seperti pada tulisan saya mengenai Netbook HP Mini, patch dan update driver lebih terjamin. Kedua adalah karena adanya software Lenovo Energy Management.

Dengan menambah 100 rb akhirnya membawa pulang Lenovo G460 i3 370M. Dan salah satu fitur yang saya sukai dari Lenovo adalah Lenovo Energy Management, dengan software ini kita bisa mengatur settingan baterai laptop apakah akan di-charge full 100% ( Optimize for Battery Runtine ), atau hanya dicharge 80% ( Optimize for Battery LifeSpan ). 


Jika pilih yang 80% otomatis baterai laptop akan berhenti di-charge ketika terisi 80%, hal ini untuk memperpanjang umur baterai. Settingan ini saya lihat tersimpan di BIOS atau di chip baterai itu sendiri, karena ketika posisi mati pun, baterai tidak akan menge-charge full ( 80%), jika kita memilih opsi kedua ( Optimize for Battery LifeSpan ). 


Artinya Software Lenovo Energy Management, hanya berfungsi sebagai setting opsi saja, selanjutnya settingnya tersebut akan dibawa ketika dicharge dalam keadaan notebook hidup atau mati. Setahu saya, fitur semacam ini ada juga dipunyai oleh merk SAMSUNG yaitu Battery Life Extender (Normal Mode dan Battery Life Extension Mode), hanya model yang muncul saya kurang begitu suka.


Sebenarnya juga saya melirik merk DELL karena bentuknya yang rigid dan simple, tapi akhirnya tetap berlabuh ke Lenovo. 

Untuk model sebenarnya G460 standar saja, kelengkapan juga standart, hanya ada slot Express Card, dan karena ini pula saya memasang modem Sierra Wireless AirCard 880E, dan kebetulan ada lapisan pelat logam di palm rest yang secara tidak langsung sebagai pendingin modem Sierra 880 E. Perlengkapan lain adalah mouse Logitech M235,banyak rekan bertanya kenapa harus pakai mouse Logitech dan Wirelles

Pertama tidak bicara tentang merk, kedepan mouse akan wireless semua, selain lebih praktis, juga tanpa adanya kabel mempermudah kita membawanya ketika kita mobile. Kedua kenapa Logitech, jujur saja, mouse dengan bentuk ergonomi paling bagus dan harga terjangkau adalah Logitech. Sebagai pemain lama pembuat mouse, Logitech tentu tidak mendesain bentuk mouse dengan asal asalan. Saingan terdekat mouse Logitech adalah mouse Microsoft, hanya harganya sedikit lebih mahal.

Untuk kehandalan dan daya tahan cukup bagus, karena saya sering lupa tidak mematikan notebook, tapi dengan adanya fitur Energy Management, tidak takut baterai jebol, karena selain akan hibernate secara otomatis ketika idle, baterai tidak akan tercharge ketika sudah mencapai 80%. Kipas prosesor juga akan melambat dengan sendirinya, ketika tidak ada aktifitas (idle), hal ini berguna untuk menghemat daya baterai. Masalah ini sering disiasati oleh pengguna laptop/notebook, dengan mencopot baterai ketika sedang berkerja menggunakan laptop dalam posisi di-charge, menurut saya dengan mencopot baterai akan menjadikan  laptop tersebut menjadi sebuah "PC" bukan "Laptop" lagi. Karena ketika lampu mati, lupa save, habis sudah pekerjaan yang sedang digarap. Jika mencopot baterai menjadikan baterai notebook awet, ya jelas, logikanya baterai yang jarang digunakan ya jelas awet. Semua barang jika jarang digunakan pasti awet. Beberapa link masalah copot mencopot baterai laptop , bisa menjadi pertimbangan di bawah ini:

Laptop Pakai Baterai dan Tanpa Baterai
Pakai Notebook tanpa Baterai
Jangan Menyalakan Laptop dengan Kabel tanpa Baterai

Akhirnya dengan menambah RAM 4 Gb, dengan harapan menjadikan Lenovo G460 bisa berumur lebih panjang, yaitu harus mengupgrade menjadi Windows 7 64 bit agar memory terdeteksi total, performa menjadi lebih meningkat sendikit. Dengan RAM 6 Gb, otomatis G460 masih dapat menghandle berbagai software terbaru untuk beberapa tahun kedepan. Semoga review ringan ini bermanfaat.
catatan : Artikel ini saya buat atas pengalaman pribadi, bukan iklan. Saya sama sekali tidak dibayar oleh pihak Lenovo ,Samsung dan Logitech.

Labels: , , ,