The Way Of Life
Google

Monday, April 07, 2025

Cara Ganti Dinamo Vacuum Cleaner Portable Han River

Saklar on/off ganti baru

Beberapa bulan yang lalu di tahun 2024, saya membeli Vacuum Cleaner portable yang murah meriah  yaitu merk Han River buatan negeri Tirai Bambu. Merk ini cukup viral di online store. Untuk vacuum cleaner dengan harga di kisaran 200 ribuan, vacuum cleaner ini cukup nyaman digunakan dan bekerja dengan baik dan selama kurang lebih 3 bulan pemakaian hampir tidak ada masalah. Akhirnya pada sekitar bulan ketiga ada bunyi berdecit pada dinamo, dan kemudian menjalar ke saklar on/off yang kadang berfungsi kadang tidak. Akhirnya saya berinisiatif untuk membongkar dan memperbaiki Vacuum Cleaner Han River ini.

Setelah saya bongkar , saya menilai sebenarnya komponen yang terpasang mempunyai kualitas cukup baik, apalagi kipas penghisap terbuat dari alumunium selain menjadikan sedotan udaranya lebih kuat, secara otomatis juga mendinginkan dinamo melalui as. 

Kipas Alumunium, Modul charging dan baterai 18650 bawaan

Item komponen yang ada juga cukup sederhana yaitu, kipas alumunium, dinamo tipe RS 380, dua buah baterai tipe 18650, modul charging, saklar dan kabel.

Baterai diganti merk Rakki Panda, saklar diganti baru

Karena itu saya ingin agar Vacuum Cleaner yang sebenarnya cukup bagus ini mempunyai usia lebih lama akhirnya saya berinisiatif untuk mengganti beberapa part antara lain :

  1. Ganti baterai bawaan dengan baterai tipe 18650 merk Rakki Panda buatan dalam negeri sebanyak 2 buah. 
    Bateria 18650 merk Rakki Panda

  2. Ganti saklar geser bawaan diganti menjadi saklar tekan, karena saklar geser bawaan rawan slek dan cepat kotor karena sangat terbuka sehingga debu halus sisa buangan kipas dinamo gampang menempel. Hal inilah penyebab saklar pada vacuum yang saya beli berkarat dan akhirnya rusak. Saklar yang baru sudah 2 kali saya ganti dengan tipe yang hampir sama, karena saklar yang pertama rusak karena panas sewaktu saya eksperimen dengan gonta ganti dinamo.
    saklar geser bawaan pabrik
    saklar pengganti




  3. Filter juga saya ganti dengan tipe yang bukan bawaan yaitu merk simplus, karena pada saat saya ingin membeli tipe yang sama cukup sulit, jika adapun stok sudah habis. Akhirnya saya mencari filter dari merk lain dan memotong karet pinggiran-nya agar diameter karetnya bisa pas masuk ke vacuum cleaner Han River.


ada pegangan di tengah sehingga mudah dicopot

kertas filternya juga lebih bagus dan bisa dicuci


Kemudian salah satu modifikasi "besar" yang saya lakukan pada vacuum cleaner ini adalah menggulung ulang kawat dinamo. Ini berawal karena kesulitan saya mencari dinamo tipe RS 380 tipe SH ( Super High ) yaitu tipe dinamo dengan kecepatan tinggi agar mampu menyedot debu. Karena setelah saya membeli dinamo tipe RS 380 non SH, putaran memang cukup kencang tetapi tidak cukup kuat untuk menyedot debu.
Tetapi jika anda bisa mendapatkan dinamo RS 380 tipe SH di toko online anda tidak perlu melilit ulang kawat dinamo seperti yang sudah saya lakukan.

Kiri : dinamo baru (42 lilitan), Kanan : dinamo bawaan (20 lilitan ) diameter kawat 0.4 mm


Setelah saya bongkar antara dinamo yang saya beli dan dinamo bawaan yang rusak, ternyata dinamo bawaan jumlah lilitan per kutub  yaitu 20 lilitan sedangkan dinamo baru yang saya beli sekitar 42 lilitan dengan diameter kawat tembaga sama yaitu 0.4 mm. Secara teori memang dinamo dengan lilitan lebih sedikit akan lebih kencang daripada dinamo dengan lilitan yang lebih banyak, akan tetapi ini akan mengorbankan torsi.

Bisa saja anda mengaplikasikan "teknologi balap tamiya", yaitu dengan memakai jenis kawat yang lebih bagus ( ex : Kawat Jerman, dsb),  kemudian bisa menggunakan kombinasi berbagai jumlah lilitan. Tetapi anda harus pahami bahwa dinamo yang terlalu kencang juga akan menghasilkan panas berlebih.
Sebagai informasi, karena saya pernah ikut balapan Tamiya, waktu pakai dinamo ketika digunakan untuk balapan tamiya kurang lebih 3-5 lap/putaran atau kurang dari 5 menit, sedangkan ketika anda menggunakan vacuum cleaner tentu lebih dari 5 menit. Hal ini tentu saja akan bisa merusak dinamo karena dinamo menjadi sangat panas. Jadi kita harus mengambil "irisan" terbaik antara speed dan durability, cara paling singkat ya mencontek settingan gulungan kawat dari pabrikan yaitu 20 lilitan.

Tetapi kedepan saya akan mencoba menggunakaan kawat yang lebih bagus dengan jumlah lilitan yang sama, angkur dinamo yang dibalance dan memasang bearing.

20 lilitan per kutub dengan kawat tembaga 0.5 mm

Akhirnya dengan sedikit riset kecil kecilan saya memutuskan untuk mengupgrade diameter kawat dinamo menjadi 0.5 mm dari aslinya yaitu 0.4 mm tetapi dengan jumlah lilitan yang sama yaitu 20 lilitan. Secara teoritis upgrade ini akan meningkatkan RPM (rotation per minute) dan torsi karena resistensi kawat 0.5 mm lebih rendah dibanding kawat 0.4 mm. Kemudian karena diameter kawat tidak begitu bebeda jauh dari aslinya, kita tidak akan kesulitan dalam melilit dinamo ke angkur dinamo untuk menghasilkan jumlah lilitan yang sama.

Hal ini membutuhkan sedikit usaha dan ketelitian, karena untuk mencopot kipas dinamo perlu usaha lebih karena cukup sulit. Saya menggunakan plat sisa dari filter air kemudian dynabolt dan palu, dan ini pun cukup sulit karena anda juga harus menekan lagi as dinamo dengan sisa as roda bekas tamiya.





Kemudian perlu anda ketahui bahwa dinamo bawaan telah melalui proses balancing, hal ini bisa kita lihat dari angkur yang sudah dicoak, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Proses balance inilah yang tidak saya lakukan karena perlu waktu dan alat yang lebih, tentu saja hal ini akan memperpanjang waktu pengerjaan, sudah keburu diomelin oleh "menteri keuangan" karena vacuum cleaner tidak kunjung beres juga : ).

Membalance angkur dinamo ini cukup penting karena selain memperhalus suara dinamo, menambah kecepatan / RPM (Rotation Per Minute) dan juga membuat dinamo lebih awet karena getaran menjadi minim.

Para pembalap tamiya khususnya tamiya sloop selalu melakukan ini, dan jika ada tertarik anda bisa membeli alat balancing angkur dinamo di toko online mereka.

Tamiya Sloop



Alat balance Angkur Dinamo

Singkat cerita setelah saya ganti kawat, vacuum cleaner berfungsi normal kembali, memang suaranya tidak sehalus dinamo bawaan karena tidak saya balance tetapi sedotan-nya lebih kuat dan bisa berfungsi seperti sedia kala.

Semoga tulisan ini bisa membantu anda dalam memperbaiki Vacuum Cleaner portable merk Han River.

Terima kasih.

related links:


Labels: , , ,

Tuesday, November 07, 2023

Cara Memasang Bearing Kipas Angin


Mengganti bearing kipas angin kita di rumah merupakan salah satu cara agar kipas angin kita menjadi lebih awet / tidak cepat rusak.

Ketika anda mulai mencoba mencari berbagai cara di internet tentu akan menemukan banyak cara/solusi, dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit ( dalam sudut padang seorang user yang awam ). Karena tidak semua orang mempunyai kemampuan / skill yang sama dalam membongkar kipas angin. Atau bahkan di tema yang akan kita bahas ini yaitu mengganti bearing kipas angin. Kadang ada yang membuat alat press untuk dudukan bearing, jujur bagi saya pribadi ini kurang pas.

Karena tingkat kesulitan cukup tinggi  bagi orang awam, dan harus dilakukan oleh seorang yang berpengalaman, yang ada kita keburu kepanasan karena kipas angin masih rusak dan kita sibuk membuat alat press untuk pasang bearing. 

Jadi kita akan cari cara praktisnya saja dan tentu saja terbukti berhasil.

Saya akan menjelaskan cara yang menurut saya paling bisa dilakukan sebagai seorang yang tidak cukup mahir dalam hal kerajinan tangan. Cara ini saya serap dari beberapa video tutorial yang saya tonton di youtube dan akhirnya saya modifikasi sedikit sesuai dengan bahan yang saya punya.


Obyek : Kipas Angin 16 inch merk SANEX

Alat  dan Bahan :

  1. Bearing 608z 2 pcs.
  2. Lem Dektone.
  3. Lakban kertas 24 mm
  4. Obeng Plus
  5. PVC Elbow ½ Inch.


Langkah langkah pemasangan :

  1. Bongkar cover depan dan belakang dinamo kipas angin.

  2. Copot bushing kipang angin.


  3. Masukan bearing 608z ke as rotor, jika kurang pas bisa diamplas sendikit. Bearing seri 608z diameter lubangnya paling pas untuk as rotor kipas 16 inch yang ada di pasaran yaitu 8 mm. Jika terlalu longgar juga tidak bagus karena bearing justru tidak akan berputar sempurna karena longgar.



  4. Potong Elbow PVS kira kira lebih tinggi sedikit atau minimal sama dari tinggi bearing, karena fungsi utama dari potongan dari Elbow ini adalah untuk dudukan bearing di cover dinamo depan dan belakang.

  5. Kemudian masukan bearing ke Elbow PVC, memang jika dicoba, bearing akan langsung pas masuk. Saya melapisi lagi dengan lakban kertas ( 1  lapis ) di bagian luar bearing agar tidak goyang / oblak. Karena jika tidak presisi ada kemungkinan rotor bisa bergesekan dengan dinding stator.

  6. Lapisi bagian rotor kipas angin dengan 1 lapis lakban kertas, hal ini tergantung pada lebar celah antara rotor dan dinding stator dinamo. Jika memang cukup luas maka bisa diberi 2 lapis lakban kertas. Trik ini merupakan trik paling simpel dan presisi untuk memasakan as rotor lurus / center.

  7. Siapkan lem Dektone, kemudian lapisi secara merata di penampang pipa elbow yang akan ditempel ke besi cover dinamo. Usahakan yang ditempat adalah bagian yang tidak digergaji ( cetakan pabrik).  Karena cenderung lebih rata dan presisi dibanding dengan potongan yang kita gerjaji jika ditempel ke plat cover dinamo.

  8. Kemudian  pasang besi kumparan pada  cover dinamo depan, setelah pas baru masukan rotor yang sudah terpasang bearing dan potongan pipa elbow yang sudah dilapisi lem, masukan secara perlahan sampai pipa elbow menempel pada plat cover depan.                                                    Jika anda seorang amatir dan tidak cekatan seperti saya, maka usahakan adonan lem dekton dibuat secara bertahap ( pvc untuk bearing depan dahulu, ketika sudah ditempel baru dibuat adonan untuk bearing belakang) , karena jika terlalu lama maka lem sudah agak mengental dan sulit dioleskan pada pipa pvc.                                                                                                      Pada saat memasang rotor pada bearing depan, bisa dicoba diputar putar untuk memastikan rotor tidak bergesek pada dinding stator. Jika sudah OK ( tidak bergesek dan lancar ) maka pasang bearing belakang lalu kemudian pasang cover belakang lalu setelah menutup putar kembali as rotor dan pastikan lancar dan tidak bergeser.                                                                                Jika sudah lalu baut ke empat ujung cover depan belakang agar merekat pada besi kumparan dan biarkan selama 30 menit.

  9. Setelah 30 menit kemudian bongkar lagi lalu tambahkan lem pada pinggiran pipa PVC agar melekat lebih kuat di bagian cover depan dan belakang. Anda bia melihat prosesnya di video di bawah ini, hanya saya merubah dudukan dengan pipa PCV ½ inch ( Elbow).


Nah setelah langkah ke-9 jika spul dinamo anda tidak rusak, seharusnya kipas angin bisa dipakai kembali. Nah Pada kasus yang saya alami, yang terjadi adalah spul dinamo juga rusak / terbakar, sehingga putaran menjadi lemah meskipun sudah pakai level 3 speed-nya.

Hal ini adalah kasus yang umum terjadi dimana spul dinamo terbakar karena bushing sudah aus sehingga putaran dinamo menjadi berat. Sekring (warna putih) yang terpasang juga tidak berefek / memutus aliran listrik ketika spul / kumparan dinamo sudah panas.

Akhirnya saya coba mencari spul dinamo secara online, adapun harganya cukup mahal jika dibandingkan kita membeli dinamo baru ( after market ) yang sudah dipasang bearing. Kemudian kemungkinan kedua adalah cocok tidak nya dengan casing dinamo yang lama.

Dinamo baru plus bearing ( MX )


Akhirnya saya pun membeli dinamo yang dilengkapi bearing secara utuh secara offline di toko onderdil kipas angin dekat rumah ( gambar di atas )



Memang ada beberapa penyesuaian antara lain dudukan dinamo yang harus disolder sedikit. Yang lain semuanya pas saja.
Dudukan dinamo baru lebih rendah sehingga harus disolder dudukan bautnya.

Nah, bagi pembaca yang ingin ganti bearing kipas angin, saran saya adalah ganti bearing ketika kipas belum rusak, karena jika kipas angin anda merk yang “biasa” saja bukan terkenal akan sulit mencari persamaan partnya.

Dinamo Kipas Angin Midea


Akhirnya saya berniat memasang bearing pada kipas angin saya yang satu lagi ( yang belum rusak ), merk Midea ternyata eh ternyata dinamo-nya berbeda dan lumayan sulit untuk dibongkar,nanti akan saya buat tulisan tersendiri mengenai pemasangan bearing di dinamo kipas angin Midea.

Demikian pemgalama saya, semoga bisa memberi pencerahan bagi pembaca.


Kipas Angin : Merk SANEX dan Midea

Bearing : Tipe 608z

Dinamo Baru : Merk MX


related link:

Cara Upgrade Dinamo tipe Donut dari Bushing ke Bearing

Cara Balancing Baling Baling ( Bilah) Kipas Angin yang Bergetar / Goyang


Labels: , ,

Friday, February 04, 2022

Review Ringan Headset KZ ZSN Pro


Kali ini saya akan me-review KZ ZSN Pro, ini mungkin headset murah meriah yang viral di medsos mungkin sekitar 2 tahun terakhir ketika tulisan ini ditulis. Saya membelinya dengan harga sekitar 200 ribuan kurang di tokopedia. Setelah sebelumnya melihat berbagai review di Youtube akhirnya saya bulat membelinya. Berikut Review yang bisa saya buat.

Review Desain :


Housing KZ ZSN Pro ini menggunakan gabungan material plastik dan logam. Bagian logam / face plate berpola timbul (emboss). Dari bentuk memang terlihat keren, juga pada seri  sebelumnya juga cukup keren  yaitu seri ZSN biasa. 


Yang menarik dari headset ini adalah fitur detachable, dimana kabelnya dan bagian housing headsetnya merupakan bagian terpisah, sehingga bisa diganti ketika kabelnya sudah aus atau rusak. Kabel pengganti dengan berbagai tipe untuk headet KZ banyak dijual di online shop. 

Detachable Cable Design

Kabel Earpods Rontok


Tidak seperti desain headset lain seperti Earpods, sekali kabelnya rusak, harus beli baru. Well, desai seperti ini sebenarnya bukan hal yan baru karena headset merk Shure juga sudah membuatnya lebih dahulu, juga untuk desain housing yang dibungkus dengan plastik transparan.

Headset Shure SE846

Kemudian untuk model kabelnya menurut saya agak terkesan murahan , saya mellihat tampilan luarnya bukan kualitas kabelnya. Lalu gampang kusut atau berantakan jika kita tidak menggulungnya secara benar. 



Menurut saya model kabel paling OK itu kabel dengan desain pipih/gepeng seperti headset JBL T-110 atau kita balik ke masa lampau yaitu headset milik Sony yaitu seri MH1C. Dengan kabel model ini kabel akan sulit kusut, sehingga lebih mudah dirapikan.

JBL T-110

Sony MH1C

Kemudian untuk jenis plastik pada jack 3.5 mm dan mic juga terlihat murahan, ya memang ini sesuai harga, tapi selain desain housing yang keren menurut saya, di luar itu desain-nya berantkan sampai ke ujung jack, terlihat asal. 


Ini beda dengan desain Earpods buatan Apple yang dari ujung ke ujung desainya benar benar dipikirin, kecuali kualitas karet pembukus kabelnya yang mudah rontok setelah pemakaian cukup lama ( seperti yang saya alami). Atau desain headset kelas premium lain-nya, seperti Bose, Sony, Shure dan masih banyak lagi. Ini sebenarnya perlu menjadi catatan bagi KZ , karena cukup disayangkan desain housing sudah bagus, yang lain terkesan ala kadarnya.

Earpods

Lalu ketika dipasang di lubang telinga pada awal saya harus menyesuaikan posisi yang pas, ini beda dengan Earpods yang sekali pasang, saya sudah tahu posisinya harus seperti apa yang pas. 


Well , saya paham itu karena desain driver  (1BA + 1 DD) headset yang membuat  bentuk housingnya agak gendut dan  aneh sekaligus keren. Tapi sebaiknya juga hal seperti ini dipikirkan, jangan sampai unsur ergonomis dikorbankan

Review Suara :

Ini mungkin bagian yang paling penting dari review ini. Untuk kualitas suara saya tidak akan menggunakan kata kata  yang “aneh” dan terlihat “pintar”. Karena saya juga bukan seorang yang ahli di bidang kualitas suara. Untuk suara jika anda bukan penggemar basshead, tetapi lebih ke akustik dan vocal saya bisa bilang ini mungkin cocok bagi anda. Tapi jika anda penggemar bass, ini bisa jadi tidak cocok. Bagi saya suara Earpods saya dulu lebih bulat suaranya. Suara treble dan mid terasa tajam / pedes di kuping (ini bagi saya), juga  bass-nya kurang bulat / nendang.  Kalau untuk detail suara saya akui memang bagus.

Nah, jika Earpods terasa bagus di kuping saya, ini kemungkinan karena team desain iPhone dan Earpods berkolaborasi dengan sempurna sehingga mereka dapat meracik driver Earpods bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya. Sedangkan KZ adalah headset untuk semua merk smartphone atau music player, sehingga pasti tidak akan sama untuk setiap smartphone atau music player. Ini sama halnya dengan Windows untuk semua komputer, sedangkan MacOS hanya untuk komputer buatan Apple. Android  untuk semua smartphone, sedangkan iOS hanya untuk iPhone.

Mungkin untuk dedicated portable music player di luar smartphone bisa jadi KZ akan bisa lebih maksimal karena seharusnya Dedicated Portable  Music Player mempunyai power output  yang lebih besar untuk memaksimalkan kemampuan driver si KZ ini.

Sekali lagi untuk kualitas suara ini menurut pendapat saya pribadi, jika ada orang lain yang bilang cocok dan bagus ya berarti itu cocok  untuk mereka

Semoga bermanfaat.


gambar diambil dari sini

Labels: ,

Saturday, January 29, 2022

Solusi Printer HP LaserJet P2055 DN Mencetak Kertas Lebih dari Seharusnya

Kali ini saya akan berbagi solusi mengenai kasus yang saya alami yaitu Printer HP LaserJet P2055DN ketika mencetak dokumen , kertas yang dicetak kelebihan sehingga kertas sisanya hanya ikut ditarik oleh printer tetapi tidak mencetak apa apa alias kosong. Masalah printer HP LaserJet yang menarik kertas kelebihan atau mencetak kelebihan ternyata sudah cukup lama ada. Setelah browsing dan membaca banyak artikel mengenai ini, maka saya akan rangkum pada tulisan kai ini

Akar Masalah :

Masalah yang timbul pada printer HP LaserJet 2055DN yaitu karena bantalan busa pada solenoid ( kumparan ) pengatur roll penarik kertas yang sudah aus/habis dan yang tersisa hanya perekatnya. Dan sisa perekatnya inilah yang membuat sistem kerja solenoid ini menjadi kacau karena plat pengunci gear penarik kertas sedikit lengket dan tidak mau balik dengan waktu yang tepat untuk mengunci gear, sehingga gear penarik kertas akan terus berputar untuk mengambil kertas.




Solusinya :

Solusinya adalah mengganti bantalan tersebut dengan yang baru, sebenarnya ini bisa berbentuk apa saja, misal kertas juga bisa, hanya bahan yang mirip dengan bantalan busa sebelumnya adalah double tape busa. Bisa juga diganti dengan isolasi kertas atau sejenisnya, karena fungsinya sebenarnya hanya sebagai bantalan ketika plat pengungi ditarik oleh medan magnet yang dikeluarkan oleh solenoid ( kumparan kabel ) dari printer setelah mendapat perintah dari chip controller.

Bantalan Rusak terisa perekat


double tape busa



  1. Caranya bongkar casing sisi kanan printer, video-nya bisa dilihat di  YT di bawah ini

  2. Kemudian lepas kabel konektor warna kuning agar anda mudah membongkar solenoid.

  3. Lepas baut tombol Power kemudian lepas baut solenoid.

  4. Kerok dan bersihkan sisa bantalan busa pada solenoid.

  5. Ganti dengan double tape busa , potong dan rapikan agar sesuai dengan dimensi bantalan busa asli.



  6. Kerok atau sayat tipis tipis bagian atas double tape busa yang mengandung perekat agar tidak lengket.

  7. Pasang kembali solenoid pada posisi-nya.

  8. Tes printer untuk mencetak, coba dengan mencetak lebih dari 1 halaman, misal 2 atau lebih.

  9. Semoga berhasil.


Printer HP LaserJet P2055DN merupakan printer yang bandel dan handal, hanya mempunyai kelemahan pada komponen solenoid-nya. Di kantor saya mungkin ada lebih dari 5 printer dengan tipe yang sejenis dan semuanya mengalami masalah yang sama.


Semoga bermanfaat

Labels: , , ,