Jika anda pemilik iPhone tentu pernah atau sering menggunakan
iPhone anda sebagai hotspot internet atau kadang disebut juga tethering.
Masalah yang sering muncul dan juga saya alami sebagai pemilik iPhone yaitu
koneksi Personal Hotspot sering putus (disconnect) antara laptop dan iPhone
yang menyebabkan saya harus berulang kali mengkoneksikan kembali (reconnect). Hal
ini tentu sangat merepotkan. Kali ini saya akan berbagi solusi dan sudah saya buktikan
sendiri berhasil dari berbagai solusi di internet yang sudah pernah saya coba.
Langkah – langkahnya yaitu :
1. Reset Network Setting. Masuk ke menu Setting – General –
Reset – Reset Network Settings, reset ini akan menghilangkan settingan Network
antara lain Personal Hotspot, Histori ID wifi yang pernah konek dengan iPhone kita, dan juga nama
iPhone anda ( General – About – Name ) akan kembali ke nama default-nya yaitu iPhone.
Reset Network Settings
2. Setting Personal Hotspot. Menu Personal Hotspot akan
hilang setelah anda melakukan Reset Network Setting, oleh karena itu kita harus
memunculkan kembali. Caranya yaitu masuk ke menu Setting – Cellular – Cellular Data
Network – Personal Hotspot
APN Setting
Kemudian masukan APN, Username dan Password
TELKOMSEL
APN: internet
Username :
internet
Password:
wap123
INDOSAT
APN:
internet
Username :
gprs
Password:
im3
XL
APN : internet
Username :
xlgprs
Password :
proxl
Axis
APN:
Internet
Username:
AXIS
Password:
123456
Three
APN :
3data
Username :
3data
Password:
3data
3. Aktifkan Personal Hotspot. Nama iPhone anda akan kembali direset
menjadi nama defaultyaitu iPhone, oleh
karena itu anda perlu mengganti namanya menjadi lebih personal agar ketika anda
melakukan tethering di tempat umum anda tidak ada bingung untuk mencari sinyal
tethering dari iPhone anda. Caranya yaitu masuk ke menu General – About – Name,
lalu ganti nama iPhone anda, kemudian untuk mengaktifkan Personal Hotspot masuk
ke menu Setting – Personal Hotspot lalu setting Wi-Fi Password setelah itu
aktifkan HotSpot dengan mengaktifkan opsi Allow Others to Join.
Personal Hotspot ON
Tetapi jika hasilnya sama saja, dan ketika menjelang magrib ( jam 18.00an ) atau jam 2 sampai jam 5 pagi internet normal, dipastikan pemakai jaringan internet (mis: 4G LTE) melalui jalur seluler di daerah anda sudah overload sehingga jaringan internet sering putus.
Apple sendiri mengkonfirmasi adanya bugs pada Personal Hotspot, jadi jika iPhone anda memungkinkan update iOS, ada baiknya diupdate dahulu, sebelum memakai solusi terakhir pada akhir tulisan ini. Anda bisa cek di Menu Setting - General - Software Update. Pengalaman saya setelah update iOS dari ver 14.4.2 ke 14.5.1, personal hotspot iPhone SE 1st Gen saya menjadi stabil dan jarang putus. Mungkin anda bisa memakai solusi ini dahulu sebelum memakai solusi terakhir di bawah.
iOS 14.5.1 - up to date
Kemungkinan lain adalah iPhone anda sudah "aus" di sirkuit pemancar WIFI-nya sehingga jika digunakan sebagai personal hotspot akan sering disconnect atau putus. Hal ini juga terjadi pada smartphone milik teman saya yang lain. Ini disebabkan karena smartphone tidak didesain sebagai personal hotspot utama, sehingga daya tahan hardware-nya akan berbeda dibanding WIFI Router atau Modem WIFI. Oleh karena itu jangan terlalu sering menggunakan smartphone sebagai Personal Hotspot. Mungkin tidak akan rusak seperti tidak bisa digunakan lagi personal hotspot-nya tetapi "penyakit" yang sering muncul adalah sering putus ketika digunakan sebagai personal hotspot.
Salah satu faktur sinyal Personal Hostspot stabil juga tergantung kondisi sinyal operator internet kartu GSM di lokasi anda apakah naik turun, atau load-nya sedang tinggi sehinga menyebabkan sinyal tidak stabil. Jadi faktor ini juga perlu anda perhatikan selain dengan cara reset di atas.
Solusi terakhir jika anda hanya menggunakan seorang diri, gunakan Kabel Lightning atau kabel data sesuai tipe iPhone yang anda punyai, kemudian dicolok langsung pada di Port USB. Dijamin tidak akan terjadi putus lagi dan aliran data lebih cepat.
Kabel Lightning iPhone SE ( 1st Gen)
Tampilan Personal Hotspot di Windos jika menggunakan Kabel
Jika kita sering membaca berita Account iCloud kena hack, Foto foto artis di iCloud bocor, Apple ID kena hack. Pertanyaannya adalah bagaimana hacker bisa mencuri username dan password Apple ID kita? How do they do it? Kali ini saya tidak akan membahas cara hacker meretas server apple atau sejenisnya, karena saya yakin teknik tersebut tidak pernah dipublish secara umum. Yang akan saya bahas disini adalah teknik social engineering yang dilakukan hacker atau orang iseng menggunakan phishing. Phishing istilah yang diambil dari kata fishing ( memancing ).
Yaitu kegiatan atau perbuatan untuk mendapatkan informasi yang sensitif dari korban, seperti username, password, detail kartu kredit ( misal nomor CVV ) menggunakan beberapa teknik misal mengirim e-mail palsu, pesan WA atau SMS palsu, atau menggunakan alamat website palsu yang dibuat sangat mirip dengan website aslinya baik alamat maupun isinya. Nah kali ini saya akan membahas phishingdengan teknik website palsu secara lebih detail, karena ini yang paling sulit dideteksi jika anda tidak teliti. Khususnya pencurian Apple ID, karena saya sebagai pengguna iPhone.
Pertama hacker akan mengirimkan email dengan subject yang menarik untuk kita buka, misal Peringatan Apple ID kita telah dicuri, Re : Your Receipt Payment.., Permintaan Pembayaran dan masih banyak lagi. Intinya menggunakan subject e-mail yang membuat kita penasaran untuk membuka. Seperti contoh di bawah ini :
E-mail Phishing Apple ID
Attachment PDF / DOC berisi link Click Here atau Manage Your Password.. yang mengarah ke website jebakan
Modus di atas adalah saya seolah olah sudah membeli app berupa game seharga 99 $ yang tentu saja saya merasa tidak membelinya, maka si hacker memberi link untuk membatalkan pembelian game tersebut. Yang akan kita pahami disini adalah polanya bukan kasus per kasus. Karena jika kasus per kasus akan terlalu banyak variasinya dan akan terus berkembang. Polanya selalu sama yaitu anda pasti akan selalu diminta memasukan username dan password untuk konfirmasi. Entah itu konfirmasi pembatalan transaksi, perubahan password dan sebagainya.
Kemudian ketika kita membukanya biasanya disertakan attachment atau bisa juga e-mail yang dikirim berisi link yang jika kita klik akan menuju ke website palsu yang isinya sama persis dengan halaman Apple ID aslinya, mungkin 95% mirip.
Website Apple ASLI
Website Apple PALSU
Juga alamat website palsu juga kadang dibuat mirip dengan sebuah website yang terkenal agar orang tidak curiga lalu kemudian di-redirect ke alamat lain. Alamat website di atas adalah hasil generate menggunakan mesin / program makanya alamat URL / website-nya acak, hal ini untuk menghindari deteksi antivirus atau program sejenisnya jika selalu menggunakan alamat website jebakan yang sama. Istilahnya "berubah wajah" setiap saat agar tidak dikenali.
Disini orang tidak akan tahu atau mengecek alamat website-nya benar atau tidak karena halaman depan-nya sangat mirip denga website Apple yang asli.
Kemudian anda diminta memasukan Apple ID dan password, ketika hal ini sudah anda lakukan artinya username dan password anda sudah masuk ke database mereka dan bisa digunakan untuk memeras anda atau informasi pribadi anda yang ada bisa disalahgunakan.
Pesan yang muncul ketika anda sudah memasukkan Apple ID dan Password pada website jebakan
Usahakan password Apple ID anda berbeda dengan e-mail karena jika sama akan cukup berbahaya karena hacker bisa masuk ke e-mail anda juga menggunakan password yang sama.
Oleh karena itu berhati-hatilah jika anda menerima e-mail yang tidak jelas pengirimnya, karena email seperti ini tidak hanya bisa mencuri Apple ID tapi bisa juga untuk mengirim trojan, malware dan masih banyak lagi. Mungkin bagi orang IT jebakan seperti ini masih bisa dihindari, tetapi bagi orang awam jebakan ini masih cukup efektif. Atau orang IT yang sedang tidak konsen atau sedikit mabuk juga bisa kena.
Berikut ini saya akan bagikan tips yang saya peroleh dari
berbagai sumber, yaitu bagaimana cara mengkalibrasi baterai iPhone.
Kalibrasi yaitu mengkondisikan baterai (iPhone) kita
seperti pada saat baru ( posisi pertama kali sistem operasi membaca kapasitas baterai), sehingga sistem operasi iOS dapat membaca kapasistas baterai
seperti seharusnya ( lebih tepat ).
Saat tulisan ini ditulis pun, iOS dari versi 11 sudah ada fitur battery health, dari skala 0 ke 100%. Yang memperlihatkan tingkat kesehatan baterai iPhone kita yang akan berkurang seiring dengan "umur kimia" baterai. Yang artinya jika battery health iPhone kita sudah sangat berkurang maka kalibrasi baterai pun tidak akan efektif, yang diperlukan adalah anda mengganti baterai lama iPhone anda dengan baterai yang baru.
Mengapa Kalibrasi itu perlu?
Kalibrasi diperlukan agar sistem operasi bisa membaca dengan
benar kapasitasbaterai, dikarenakan
kondisi ( daya tampung ) baterai yang berubah seiring dengan berjalanya waktu
karena pemakaian. Sebenarnya sistem operasi sendiri didesain untuk mengecek kapasitas dari sensor chip, hanya karena berbagai hal maka skala-nya bisa kurang tepat. Bisa juga karena ada perubahan algoritma atau code untuk fitur yang baru pada sistem operasi yang baru sehingga membuat beberapa hal misal pengukuran kapasitas baterai berubah. Misal kita update sistem operasi dari versi , dari iOS
12 ke 13.
Gambaran sederhanya seperti ini:
Jika kita biasa mengisi bak mandi di rumah dengan 100 ember air agar bak kita benar benar penuh. Kemudian suatu saat kita mengisi dengan 99
ember air ,bak mandi kita sudah penuh, yang
terjadi adalah karena ukuran bak mandi kita berubah (menyusut). Anggap bak
mandi di rumah kita itu adalah daya tampung baterai. Otomatis kita ( sebagai
sistem operasi ) harus mengukur ulangbahwa tingkat kepenuhan bak mandi kita yang berubah. Oleh karena itu
diperlukan kalibrasi ulang agar sistem operasi bisa menakar dengan tepat dari kosong ke penuh agar menampilkan indikator yang akurat.
Banyak tulisan yang menulis bahwa kalibrasi bisa menyehatkan
baterai, menurut saya tidak.Baterai
jenis Lithium Ion akan lebih awet jika kita menjaga kapasistas di antara 40-60
persen (yang sulit dipraktekkan di dunia nyata) , yang artinya kita harus
menjaga baterai agar tidak boleh terlalu habis dan tidak boleh terlalu penuh.
Bukan malah dihabiskan dan di-charge sampai mentok ( dikalibrasi terus). Jadi kalau baterai iPhone
anda normal, tidak perlu dikalibrasi.
Saya mengkalibrasibaterai iPhone SE bekas saya karena ketika di-charge mentok di 99% persen, mungkin hal
ini karena saya update dari iOS 12 ke 13. Karena iPhone 4s saya tidak pernah
saya kalibrasi selama 5 tahun, dan itu normal saja, indikator baterai di iOS 9 masih
mau menampilkan sampai angka 100%. Tetapi penyakitnya, adalah iPhone 4s sekitar 2 kali mati sendiri dan menyala cukup lama, hal ini dikarenakan ketidaksinkronan antara indikator baterai dan sisa energi listrik yang tersisa di iPhone 4s saya. Akhirnya saya harus mengganti baterai iPhone 4s lawas saya dengan ongkos 150 ribu plus ongkos pasang.
iOS 13 has a new feature called Optimized Battery Charging
which is supposed to slow down battery aging by preventing the battery from
charging up to 100 percent until you need it. How does this work? The idea is that iOS 13 "learns from your daily charging routines" so it can figure out when is best to top up that last 20%. This is meant to prevent battery wear by not continually keeping the battery at its fully charged state.
If you regularly charge your iPhone at night, and wake up about the same time, then this feature does seem to work as advertised, and fast charges the iPhone to 80%, and adding that final 20% at the last 30 minutes or so before you "normally" take your iPhone off charge
Fitur baru dalam iOS 13, ketika kita menge-charge iPhone kemudian ditinggal tidur, maka iOS 13 tidak akan membiarkan charger menge-charge sampai 100% (melambatkan proses full charge) jika kita meng-charge iPhone kita sedang tidur. Karena kita sedang istirahat ( data ini didapat iOS 13 dari pola charging kita dan penggunaan iPhone kita sehari hari ). Dan di beberapa jam kita biasanya
bangun maka iOS 13 akan melanjutkan kembali proses charging. Proses ini berlaku jika kita menge-charge iPhone kita kemudian ditinggal tidur.
Hal ini tidak berlaku jika suatu hari kita merusak pola penggunaan iPhone kita. Pengalaman saya, iPhone SE dengan iOS 13, ketika menge-charge dari 99 ke 100% memang jauh lebih lambat prosesnya. Juga ketika iPhone SE batere habis pada posisi 17 % ketika naik akan lama sekali, ini artinya iOS memberikan prosentase yang berbeda ketika baterai sudah hampir limit, hal ini untuk memberikan kesempatan waktu yang lebih bagi pemakai ketika baterai sudah mencapai level 20% ke bawah untuk menge-charge batere.
Pengalaman saya, jika biasanya saya menge-charge full sebelum saya tidur kemudian saya cabut, suatu kali ketika saya menge-charge di malam hari kemudian saya ketiduran, iOS tetap menge-charge full. Hanya setelah itu iPhone tidak menge-charge lagi, sampai di pagi hari ketika saya mencabut charger, hal ini terasa dari kepala charger yang dingin ( tidak beroperasi ). Jika di iPhone 4s, kepala charger masih hangat ketika saya ketiduran kemudian saya bangun di pagi hari kemudian mencabut charger.
Anda bisa melihat fitur tersebut merupakan salah fitur yang ada di iOS 13 :
iOS 13.1 Battery Health Optimized battery charging to slow the rate of battery aging by reducing the time your iPhone spends fully charged
Dua Stage pengisian daya di iPhone ( iOS 13 )
Saran saya, selain memang iOS “berusaha” menjaga umur baterai
iPhone kita, kita juga secara sadar menjaga baterai iPhone kita dengan tidak
membuat baterai iPhone kita sering kosong sekali atau penuh dan terus di-charge ( full ). Setelah full charge kemudian dilepas charger-nya, maka listrik dalam baterai akan berkurang sehingga baterai tidak stress.
Full Charge
Berikut data yang menarik yang saya kutip dari sciencealert.com :
In fact, a site from battery company Cadex called Battery University
details how the lithium-ion batteries in our smartphones are sensitive to their
own versions of 'stress'. And, like for humans, extended stress could be
damaging your smartphone battery's long-term lifespan.
Once your smartphone has reached 100 percent charge, it gets
'trickle charges' to keep it at 100 percent while plugged in. It keeps the
battery in a high-stress, high-tension state, which wears down the chemistry
within.
Battery University goes into a bunch of scientific detail
explaining why, but it also sums it up nicely: "When fully charged, remove
the battery" from its charging device. "This is like relaxing the
muscles after strenuous exercise." You too would be pretty miserable if
you worked out nonstop for hours and hours.
According to Battery University, "Li-ion does not need
to be fully charged, nor is it desirable to do so. In fact, it is better not to
fully charge, because a high voltage stresses the battery" and wears it
away in the long run.
Singkatnya, jika kita charge terus smartphone kita ketika
sudah mencapai full charge maka yang akan terjadi adalah “trickle charges” atau
menge-charge sedikit demi sedikit untuk
menjaga di angka 100%, hal itu menjadikan baterai smartphone kita stress dan
dan merusak bahan kimia yang ada di dalam baterai.
Juga disebutkan di atas yaitu mencabut charger ketika baterai smartphone kita sudah mencapai 100% (penuh ) itu seperti membuat baterai smartphone kita relaks. Juga disebutkan Li-ion baterai tidak perlu di-charge penuh ( jika tidak diperlukan ), karena tegangan listrik yang terlalu tinggi membuat baterai Li-ion stress .
Saat ini selain Apple, pabrikan lain juga membuat cara baru untuk membuat umur baterai smartphone lebih panjang. Entah itu di sisi hardware maupun software.
Lenovo Energy Management
Untuk masalah memperpanjang umur baterai perangkat elektronik, saya sudah membuktikan di laptop Lenovo G460 saya yang baterainya masih bisa tahan 30 menit-an walau sudah dipakai lebih dari 6 tahun, karena tidak pernah full charge (75% dengan bantuan Lenovo Energy Management), silakan baca tulisan saya disini.
Kosongan baterai iPhone sampai benar – benar kosong,
caranya bisa dipakai secara normal sampai baterai habis. Atau anda bisa
mempercepatnya dengan membuka aplikasi yang menggunakan banyak daya baterai,
misal menyetel video, membuka youtube, merekam video.
Jika baterai sudah habis, maka diamkan sekitar 2 jam atau
lebih agar baterai benar benar dingin. Sebenarnya baterai iPhone pada langkah
ini tidak benar – benar habis karena masih bisa menampilkan icon baterai merah di
tampilan layar ketika kita menekan tombol Power seperti gambar paling atas di tulisan ini.
Kemudian charge iPhone tanpa terputus (jeda ) sampai
mencapai 100 %. Perangkat iPhone akan menyala
otomatis di langkah ke-3 ini.
Cabut charger ketika baterai sudah mencapai 100%. Proses
kalibrasi baterai iPhone sudah selesai.
Kesemua langkah di atas memerlukan waktu yang tidak sebentar,
saran saya cari waktu untuk kalibrasi baterai, misal malam hari, dimana aktivitas komunikasi kita sudah
berkurang. Atau di akhir pekan yang bagi kaum pekerja, tidak membutuhkan
komunikasi terlalu intens selain dengan keluarga.
Solusi dengan kalibrasi baterai berhasil untuk masalah iPhone SE saya yang berhenti meng-charge di angka 99% menjadi full charge 100%.
Touchscreen iPhone SE (1st Gen) Tidak Responsif Ketika DiCharge
Kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai iPhone SE saya yang touchscreen-nya tidak responsif atau nge-lag atau lagging, hangketika dicharge, dan masih banyak lagi istilah yang sering kita baca atau dengar. Memang baiknya ketika iPhone dicharge tidak digunakan, tetapi kadang kita butuh sesekali memakai iPhone ketika sedang dicharge daripada cabut colok charger. Untuk informasi saya membeli iPhone SE ini tidak baru, melainkan bekas karena selain tidak masuk Indonesia secara resmi, juga saat tulisan ini ditulis , iPhone SE sudah tidak diproduksi lagi. Anda bisa melihat lebih detail tentang iPhone SE saya disini.
Adalah banyak masalah mengenai iPhone SE saya , salah satunya adalah gejala touchscreen tidak responsif atau nge-lag ketika dicharge. Awalnya saya “menyalahkan” kabel lightning “OEM” bawaan paket pembelian iPhone SE bekas saya, sehingga saya membeli kabel lightning lagi dengan serfifikasi MFI ( Made For Iphone ) yaitu merk AUKEY. Tetapi hasilnya sama saja yaitu masih nge-lag touchscreen-nya.
Charger Kaki 3 bawaan iPhone 4s
Untuk sekedar informasi kepala charger yang saya pakai adalah kepala charger kaki 3 asli bawaan iPhone 4S lama saya. Dari paket pembelian iPhone SE memang saya juga mendapatkan kepala charger kaki 3 “OEM” yang sama, hanya saya kurang percaya keaslian-nya.
iBox Cilandak Town Square - Jakarta Selatan
Akhirnya saya berinisiatif untuk mampir ke iBox terdekat dengan kantor yaitu iBox di CITOS ( Cilandak Town Square ) di Jakarta Selatan. Lalu saya langsung menghampiri penjaga toko-nya dan meminjam charger dengan kabel lighting untuk saya coba ke iPhone SE saya, jika hasilnya sama tentu saya tidak jadi beli, tetapi ternyata hasilnya…touchscreen iPhone SE saya NORMAL, tidak nge-lag lagi. Waktu itu yang saya coba charger 10W milik iBox, akhirnya saya memutuskan beli charger yang 12W, karena yang 10W stoknya kosong. Dan tentu saja ada garansi 1 tahun dari iBox.
Kemudian saya coba dengan kabel lighting AUKEY saya hasilnya pun normal, bahkan dengan kabel lighting “OEM” saya yang sudah saya bongkar pun normal. Kesimpulannya adalah touchscreen iPhone SE saya nge-lag karena charger iPhone 4S kurang stabil dalam mengantarkan arus listrik ke iPhone SE saya. Tetapi masih bisa digunakan untuk iPhone 4S saya.
Kabel Lightning AUKEY and "OEM"
Beli Charger 12W di iBox
Sekedar informasi, iPhone 4S saya tidak pernah masalah dengan kepala charger kaki 3 tersebut tersebut. Dari banyak kasus yang pernah teman saya alami serta saya baca memang iPhone SE ini masuk golongan iPhone yang “manis manja group”, jadi arus listrik yang masuk tidak boleh kelas “pertalite” tetapi harus “pertamax” atau "pertamax turbo". Berbeda dengan iPhone 4S saya yang bandel , mau dicharge dengan charger model apa aja juga aman sentosa. Saya kurang tahu apakah model iPhone 5 ke atas punya masalah yang sama dengan charger yang kurang stabil atau charger palsu ( abal abal ). Setidaknya supaya iPhone anda awet dan tidak bermasalah, pakailah charger ORI atau charger yang punya sertifikasi khusus dari Apple. Untuk kasus ini saya angkat topi untuk para desainer hardware iPhone 4s yang mampu membuatnya bisa bertoleransi cukup besar pada arus listrik yang kurang stabil.
Kalau anda pemakai iPhone 4s masih boleh “bebas”, tapi baiknya beli yang kualitas bagus agar awet. Model apple fanboy seperti saya tentu tidak disukai oleh Apple karena ganti model setiap 5 tahun sekali :), dari iPhone 4s ke iPhone SE.
Saya kutip dari website righto.com, yang menguji berbagai macam charger, bahwa memang charger yang buruk ( memproduksi arus listrik yang tidak stabil ) bisa membuat touchscreen tidak bekerja
A poor design can suffer several problems. If the output voltage is not filtered well, there will be noise and spikes due to the high-frequency switching. At extreme levels this could damage your phone, but the most common symptom is the touchscreen doesn't work while the charger is plugged in.A second problem is the output voltage can be affected by the AC input, causing 120 Hz "ripple".Third, the charger is supposed to provide a constant voltage. A poor design can cause the voltage to sag as the load increases. Your phone will take longer to charge if the charger doesn't provide enough power. Finally, USB chargers are not all interchangeable; the wrong type of charger may not work with your device.
Catatan: Untuk lebih aman-nya ketika anda mau membeli charger original, sebaiknya anda coba dahulu secara langsung di iBox apakah ketika di-charge dengan charger original masalah touchscreen tidak responsif ( nge-lag ) bisa hilang, jika memang bisa hilang maka anda bisa membeli charger original tersebut di iBox. Jika tidak maka mungkin masalah anda mungkin bukan karena masalah di charger, tetapi karena hal yang lain.
Setelah sudah sekitar 5 tahun menemani yaitu dari tahun 2014 sampai 2019, akhirnya iPhone 4s saya harus pensiun. Sebenarnya iPhone 4s masih bisa digunakan meskipun sudah sangat lemot dan beberapa tombol seperti Home dan Silent sudah tidak berfungsi, tetapi masih bisa saya gantikan dengan tombol virtual yaitu assistive touch. Selama 5 tahun saya pernah mengganti batere sekali karena baterai lama sudah "hamil" seharga 150 ribu dan LCD seharga 500 ribu karena tertindih pada saat ketiduran.Untungnya ombol Power di bagian atas masih berfungsi jadi masih bisa digunakan untuk restart dan lock. Dan beberapa aplikasi , seperti aplikasi WhatsApp contohnya sudah berjalan sangat lambat. Mungkin karena histori chat sudah cukup banyak dan iPhone 4s hanya dibekali RAM 512 Mb, tentu spesifikasi sangat "tidak normal" untuk HP di tahun 2019. Histori chat WA memang jarang saya hapus karena banyak chat yang penting dan bisa menjadi "barang bukti" misal serah terima dokumen, pengiriman dokumen, persetujuan perjanjian dan sebagainya. Beberapa bulan yang lalu iPhone 4s saya tiba tiba mati sendiri, kemudian ketika saya tekan tombol power cukup lama juga iPhone saya pun tidak mau hidup. Setelah sudah putus asa, akhir saya biarkan beberapa lama eh akhirnya hidup sendiri.
Kejadian ini tentu membuat saya cukup trauma dan akhirnya terbesit memutuskan untuk ganti hape karena mungkin iPhone 4s sudah menunjukkan "tanda tanda alam" mau pensiun. Bukan kenapa, karena banyak data penting yang tersimpan di hape tersebut, jika terjadi masalah yang sama lagi dan hape tidak kunjung menyala tentu akan membuat saya pusing tujuh keliling. Yesss akhirnya ganti hape!!
Dan pilihannya tentu tidak sulit yaitu iPhone SE, selain karena saya suka hape yang imut, iPhone SE merupakan iPhone impian saya sejak lama.
Mengapa saya suka dengan iPhone SE, sebenarnya saya suka dengan desain iPhone 5 series.iPhone SE adalah seri pamungkas dari generasi desain iPhone 5 series. Desain iPhone 5 series merupakan penerus kesukseskan desain iPhone 4 series yang saya punyai sebelumnya. Setelah generasi iPhone 5 series termasuk SE, yaitu generasi iPhone 6 series ke atas sudah menjadikan iPhone tidak lagi menjadi trendsetter desain ( bagi saya ), iPhone sudah menyerupai handphone Android pada umumnya. Saya tidak anti Android ( saya memiliki Samsung S7 Edge ), dalam hal ini saya hanya ingin menulis bagaimana desain iPhone mulai kurang bagus ( bagi saya ).
Ya mungkin masih ada trend "poni" dan sebagainya yang membuat desain iPhone ditiru, tapi itu hanya sebagian kecil saja dari desain iPhone. Kemudian saya kurang nyaman dengan handphone dengan layar berukuran besar, seperti Samsung S7 Edge. Bagi saya handphone ya harus enak digenggam dan bisa dioperasikan dengan satu tangan. iPhone SE sendiri sebenarnya juga licin jika digenggam tetapi terbantu oleh bentuknya menyiku tidak membulat seperti kebanyakan smartphone saat ini. Saya menggunakan hardcase untuk mencegah lecet di bagian belakang iPhone dan hardcase tidak merubah dimensi bentuk iPhone terlalu banyak. Bentuk menyiku lebih mantab digenggam dibanding bentuk membulat. Jika dibandingkan Samsung S7 Edge yang saya punyai, iPhone SE lebih nyaman digenggam.
iPhone SE merupakan generasi terakhir desain iPhone 5 series yang dijejali dengan teknologi "terkini" antara lain processor A9 yang mengusung kemampuan 64 bit, RAM 2 Giga, Kamera 12 Megapixel, Touch ID dan masih diberi dukungan oleh Apple untuk diisi iOS 13. Oh ya, masih ada Jack Audio 3.5 mm. Setidaknya saya masih bisa menikmati kejayaan desain 5 series untuk beberapa tahun kedepan.
Memang iPhone SE ( release tahun 2016) saat ini sudah tidak ada yang baru, juga iPhone SE secara resmi tidak pernah masuk ke pasar Indonesia. Dan tentu saja di tahun 2019 ini saya hanya bisa membeli iPhone SE bekas dan ex internasional. Singkat cerita setelah berburu di tokopedia akhirnya iPhone SE ex inter sudah di tangan dengan bantuan kredivo. Memang ada beberapa minus, ya namanya juga hape bekas, tapi 95 persen masih OK lah. Berikut beberapa "point" yang bisa saya tulis yaitu proses upgrade dari iPhone 4s ke iPhone SE serta pengalaman sekitar 2 mingguan memakai iPhone SE.
Ganti SIM Card
SIM Card Simpati 4G LTE
iPhone SE menggunakan slot Nano SIM Card yang artinya saya harus memotong atau mengganti SIM Card Simpati saya dari bentuk Micro ke Nano. Sebenarnya saya bisa saja ke counter hape untuk memotong atau dipotong sendiri, tetapi saya ingin menggunakan "jalur resmi" yaitu ganti SIM Card Simpati saya di GraPARI terdekat yaitu di GraPARI Mall Ciputra Cibubur.
Tukar SIM Card di graPARI
Syaratnya cukup mudah yaitu dengan menggunakan e-KTP saja dan dibantu petugas anda bisa mendapatkan SIM Card Nano Simpati 4G LTE di mesin KIOSK yang tersedia secara gratis.
Upgrade iCloud
Upgrade iCloud
Karena banyak data penting di histori chat WA dan adanya ketakutan ketika upgrade ke iPhone SE histori chat WA saya akan hilang, maka saya menggunakan fasilitas backup chat dari aplikasi WhatsApp ke iCloud yang tentu saja harus merogoh kocek saya yaitu 15 ribu per bulan untuk meng-upgrade space penyimpanan saya di account iCloud saya menjadi 50 Gb.
Backup WA Chat to iCloud
Dan ternyata eh ternyata, hal tersebut tidak perlu dilakukan karena Apple telah menyediakan tools complete backup di aplikasi iTunes yang kemudian hasil backup tersebut bisa direstore ke iPhone SE saya.
Yah , namanya juga pengalaman. jadi untuk teman teman yang mau upgrade ke iPhone yang lebih baru, manfaatkan tools complete backup di iTunes ya, tidak perlu meng-upgrade iCloud. Memang keren abis nie para software engineer Apple.
Upgrade ke iOS 13
Upgrade to iOS 13
Ini merupakan salah satu kelebihan Apple dibanding Android, khususnya untuk support iPhone tipe lama yaitu bisa upgrade ke iOS keluaran terbaru beberapa tahun kedepan. iPhone SE merupakan salah satu seri iPhone yang didukung Apple untuk mencicipi iOS ver 13. Bagaimana tidak, karena sebenarnya iPhone SE meskipun berbadan imut beberapa jeroan-nya merupakan jeroan iPhone 6s, yaitu prosesor A9 64 bit, RAM 2 Gb, dan kamera belakang 12 Megapixel. Sehingga iPhone SE dianggap masih mampu menjalankan iOS ver. 13 dengan lancar. Saya melakukan upgrade iOS 13 dengan cara mendownload melalui aplikasi iTunes di laptop saya kemudian dengan kabel data saya upgrade OS di iPhone saya menjadi iOS 13, sebelumnya masih menggunakan iOS 12. Rasanya keren banget dengan iPhone seri lawas masih bisa "setara" dengan iPhone keluaran terbaru.
Volume suara kecil
Saya kurang tahu, apakah ini hanya terjadi di iPhone SE saya atau banyak pengguna iPhone SE yang mengalami hal yang serupa? Yaitu volume suara lawan bicara kita ketika melakukan panggilan atau menerima panggilan telepon baik melalui jalur seluler biasa maupun via WhatsApp cukup kecil, sehingga ketika kita sedang di keramaian sulit untuk mendengar lawan bicara kita secara jelas. Meskipun volume suara sudah saya mentokin, hasilnya masih sama. Akhirnya dengan upgrade OS yaitu menjadi iOS 13 hal tersebut terselesaikan. Terselesaikan pun juga tidak serta merta volume-nya bisa jadi lebih keras tetapi lebih bisa didengarkan dengan jelas, meskipun volume sudah saya mentokin.
Tidak ada 3D Touch, Ora Popo
Salah satu kekurangan iPhone SE adalah tidak adanya fitur 3D touch (menekan kuat layar untuk menampilkan menu) yang seharusnya di"impor" dari fitur iPhone 6s. Hal ini dikarenakan secara hardware yaitu layar yang dipakai iPhone SE masih menggunakan teknologi lama bawaan iPhone 5 series. Tetapi berita baiknya adalah fitur 3D Touch ini mulai digantikan dengan fitur Haptic Touch ( menekan layar selama beberapa detik ) untuk menampilkan menu. Dan tentu saja teknik ini bisa diaplikasikan di layar iPhone dengan teknologi lama seperti iPhone SE. NO 3D Touch, Ora POPO.
Screen Guard untuk iPhone SE
Sama seperti pada saat dulu awal saya membeli iPhone pertama saya tahun 2014 yaitu iPhone 4S, saya berkeinginan untuk memasang screen guard untuk iPhone kesayangan saya. Dulu saya membeli merk Hikaru untuk iPhone 4s saya, karena saya masih menyimpan nota pembelian-nya. Selain ada fasilitas anti fingerprint, screen guard ini menurut saya mempunyai kualitas lumayan bagus, selain nyaman juga awet.
Setelah browsing cukup lama, akhirnya saya memutuskan untuk tidak memasang screen guard untuk iPhone SE saya, karena ternyata layar iPhone SE sudah dibekali "gorilla glass" yaitu ion strengthened glass dan ditambah oleophobic coating untuk menghindarkan layar iPhone SE dari bekas sidik jari pengguna-nya. Dalam hal ini, Apple cukup "rendah hati" untuk tidak memamerkan fitur ini dengan berlebihan, bahkan di halaman web resmi-nya pun Apple tidak pernah mengumbar adanya fitur ini. Istilahnya iPhone SE ini punya "ilmu kebal" tetapi tidak pernah pamer. Memang layar iPhone SE ini lumayan bandel, seperti yang bisa anda lihat di youtube dengan keyword "iPhone SE scratch test", layar iPhone SE digores dengan pisau dan obeng masih bisa bertahan. Dan tentu saya hal tersebut tidak akan saya lakukan untuk iPhone SE saya.
Layar iPhone SE masih bisa bertahan jika hanya tergores kunci atau "insiden kecil" lainnya. Akhirnya saya hanya memasang hardcase merk UME untuk iPhone SE saya.
Ada yang aneh
Ketika mencoba kamera iPhone SE yang berkekuatan 12 Megapixel, saya melihat ada yang aneh dibanding iPhone 4s lawas saya. Yaitu layar 4.0 inch terlihat terlalu kecil / kurang maksimal untuk memproyeksikan hasil dari kamera iPhone SE yang "terlalu hebat" dengan resolusi 12 Megapixel. Memang pada dasarnya body iPhone SE yang imut ini dipaksakan Apple untuk mendapatkan beberapa fitur unggulan dari iPhone 6s, salah satunya adalah kamera 12 Megapixel. Untuk dipasang di iPhone 6s mungkin pas karena besar layarnya 4.7 inch, tetapi untuk dipasang di iPhone SE sebenarnya kurang pas, tapi ya it's OK lah, itu hanya masalah kebiasaan saja.
Touchscreen nge-lag pada saat dicharge
Hal ini terjadi ketika saya menge-charge iPhone SE di kantor, tiba tiba touch screen iPhone SE saya sulit dioperasikan alias lemot atau sering disebut nge-lag. Awalnya saya curiga iPhone SE saya mulai bermasalah, ya namanya iPhone bekas, pasti ada cacat-nya. Akan tetapi hal ini tidak terjadi ketika saya menge-charge iPhone SE saya di rumah atau ketika tidak dalam keadaan di-charge, yang artinya touch screen saya masih normal. Setelah browsing cukup lama, ternyata masalah touch screen iPhone yang nge-lag ini bisa disebabkan karena kita memakai charger palsu atau abal abal.
Charger Kaki 3 iPhone 4S
Tetapi charger yang saya gunakan adalah kepala charger kaki 3 asli dari paket pembelian iPhone 4s yang sudah menemani saya selama 5 tahun, dan selama itu juga tidak bermasalah untuk iPhone 4s saya. Akhirnya saya menaruh kecurigaan pada kabel lightning "OEM" paket pembelian dari iPhone SE saya. Selanjutnya tulisan akan saya teruskan di sini.
Kabel Lightning Palsu
Tampilan Fisik Cukup Rapi - Fake Lightning Cable
Perlu anda ketahui bahwa kabel lightning berbeda dengan kabel data iPhone 4s yang "polos", ujung konektor kabel lightning iPhone yang asli ditanami chip khusus yang didesain oleh Apple untuk membedakan kabel lightning asli dengan kabel lightning palsu atau non ori dan juga untuk menjaga arus listrik yang masuk agar selalu stabil dan sesuai dengan perangkat iPhone dan sejenisnya seperti iPad dll. Ada juga kabel lightning non Apple yang disertifikasi oleh Apple untuk produk iPhone yaitu kabel lighting dengan sertifikasi MFI ( Made For iPhone ), mereka juga menanamkan chip yang sama atas seijin Apple. Kabel lightning asli Iphone jika anda membeli secara resmi di toko resmi seperti iBox bisa mencapai sekitar 400 ribuan. Cukup mahal memang, jika anda membeli kabel lightning dengan sertifikasi MFI harganya bisa separuhnya dan dengan fitur tambahan, misal lebih kuat karena dibalut nilon dan sebagainya.
Paket Pembelian iPhone SE ex inter
Kabel lightning yang saya gunakan adalah kabel lightning "OEM" paket pembelian iPhone SE bekas saya, karena saya juga mendapatkan aksesoris yaitu : Kepala Charger kaki 3 "OEM" dan EarPod yang tentu saja "OEM". Sebenarnya kabel lightning "OEM" paket pembelian iPhone SE bekas saya secara fisik cukup sempurna, dari finishing-nya cukup halus. Jadi cara atau tips yang diberikan Apple di halaman web resminya untuk membedakan kabel asli / ori dan kabel palsu sebagian besar tidak bisa digunakan pada kasus kabel lightning "OEM" yang saya punya, karena bentuk fisiknya yang nyaris "sempurna".
Lightning Cable merk AUKEY
Akhirnya saya membeli secara online di tokopedia ( lagi ), yaitu kabel lightning merk AUKEY warna hitam dengan panjang 2 meter yang sudah mempunyai serfitikasi MFI ( Made For Iphone ). Sebenarnya ada juga merk ANKER, hanya saya memilih merk AUKEY. Sebenarnya sama saja selama kabel tersebut mempunyai sertifikasi MFI dan tentu saja ada garansinya. Harganya hampir separuh dari kabel lightning ori yaitu sekitar 200 ribuan.
Lightning Cable Teardown
Setelah saya membeli kabel lightning merk AUKEY, akhirnya saya mempunyai ide untuk men-tear down kabel lighting "OEM" saya, karena saya yakin pasti ada yang tidak beres. Dan benar saja setelah saya membongkar kepala konektor-nya isinya hanya 2 chip saja, karena jika kabel lighting tersebut mempunyai sertfikasi MFI atau asli, isinya cukup kompleks tidak hanya terdiri dari 2 chip. Saya kurang paham mengenai sirkuit elektronik, yang jelas kabel lighting "OEM" saya tersebut masih bisa untuk mengupgrade OS iPhone SE saya dari ver. 12 ke ver. 13 melalui iTunes. 2 Chip pada kabel lightning abal abal tersebut sering disebut "chip bypass". Mungkin ada dua kemungkinan, pada kabel ori atau MFI certified terdapat chip atau sirkuit yang berfungsi menyetabilkan arus listrik atau kabel non ori menggunakan kabel yang kurang bagus sehingga arus listrik tidak stabil. Karena seharusnya arus listrik yang stabil sudah mulai di"produksi" pada saat arus listrik melewati kepala charger.
Seperti yang saya kutip dari Wikipedia"Official Lightning connectors contain an authentication chip that was intended to make it difficult for third-party manufacturers to produce compatible accessories without being approved by Apple, however, the chip has been cracked". Memang banyak pabrikan pihak ketiga yang sudah bisa meng-crack ( menjebol) chip autotentifikasi kabel Lightning contohnya pada kabel lighting saya itu, sehingga kita harus sangat berhati hati dalam memilih kabel.
Fake Lightning Cable
Fake Lightning Cable Chip
Original Lightning Cable Chip
Mungkin karena arus listrik di kantor saya yang sering tidak stabil, sehingga kabel lightning "OEM" saya ketahuan "belang"-nya karena membuat layar touch screen iPhone SE saya nge-lag. Jika arus listrik di kantor saya stabil, tentu kabel lightning "OEM" tersebut akan "aman" saja tetapi dalam jangka panjang bisa merusak iPhone saya khusunya batere dan IC Power, karena arus listrik yang disalurkan tidak terkontrol dengan baik.
Setelah mengganti kabel lightning dengan merk AUKEY, terjadi keanehan lagi yaitu iPhone SE saya lama sekali di 99% pada saat menge-charge tidak mau 100%. Setelah browsing cukup lama ternyata masalah tersebut terpecahkan dengan melakukan warm restart yaitu menekan tombol Home dan Power bersamaan sampai logo Apple muncul kemudian biarkan iPhone kita reboot. Maka akan terlihat iPhone SE sudah full charge. Mungkin batere iPhone saya perlu dikalibrasi.
Saya kutip dari halaman resmi apple tetapi untuk Mac disini Occasionally, the battery might not show a full charge (100%) in macOS, even after the power adapter has been connected for an extended period of time. The battery might appear to stop charging between 93 percent and 99 percent. This behavior is normal and will help to prolong the overall life of the battery.
Ya , okelah untuk memperpanjang umur batere, tapi ada yang ganjel aja kalau mentok di 99%. Anda bisa membaca solusinya di tulisan saya disini.
Measure
Measure - Augmented Reality
Aplikasi Measure pada iPhone memanfaatkan teknologi bernama AR (Augmented Reality) yang sudah di pasang oleh Apple pada iOS ver.12, hanya saya baru bisa mencobanya ketika saya sudah memiliki iPhone SE, karena di iOS 9 ( iPhone 4s ) aplikasi ini belum ada. Seperti yang kita ketahui teknologi AR (Augmented Reality) ini singkatnya adalah teknologi yang menggabungkan objek maya ke dalam lingkungan nyata lalu menproyeksikannya secara real time. Jika anda pernah bermain game Pokemon GO, nah seperti itu contohnya.
Lebar Kwitansi 9 cm
Panjang Kwitansi 28.5 cm
Aplikasi ini cukup menarik karena dengan aplikasi ini kita bisa mengukur sebuah bidang atau benda dengan cukup akurat, saya mencoba mengukup sebuah buku kwitansi dan hasilnya lumayan akurat. Seperti gambar di atas.
Touch ID
Touch ID selain menjadi fungsi untuk password masuk melalui sidik jadi kita selain dengan passcode. Juga bisa digunakan sebagai "keychain", sehingga ketika setiap kali kita masuk website misal web mail atau web apa saja yang mengharuskan kita memasukkan username password. Maka user name password itu bisa kita masukkan ke dalam menu Setting - Password & Accounts - Website & App Passwords. Jadi ketika kita masuk ke webmail misalnya, maka kita cukup menggunakan sidik jari kita untuk memasukan username dan password kita yang sebelumnya sudah kita simpan, great jobs for apple engineer. Fitur "keychain" ini yang sering saya gunakan setelah menggunakan iPhone SE.