Cara Balancing Baling Baling ( Bilah) Kipas Angin yang Bergetar / Goyang
Balancing Bilah Kipas Angin
Kali ini saya akan bagikan tips cara membalance bilah kipas
angin yang tidak seimbang. Latar belakang masalahnya adalah kipas angin 16 inch
merk SANEX yang saya miliki salah satu dari 3 bilah kipas-nya pecah. Pecahnya bilah tersebut dikarenakan kipas angin tersebut jatuh setelah dinaikin kucing saya, kemudian keranjang /
sangkar besi terbuka sehingga bilah kipas yang sedang berputar cepat langsung menghantam
lantai. Dulu saya pikir bilah kipas angin adalah salah satu komponen kipas angin
yang sulit atau jarang rusak ternyata penyebabnya bisa sangat beragam.
Bilah Kipas Angin Pecah
Akhirnya saya memutuskan untuk membeli bilah kipas angin
after market di toko elektronik seharga 25 ribu warna transparan. Dengan
harapan setelah diganti langsung normal eh ternyata ketika dinyalakan kipas angin bergetar hebat. Penyebabnya
ya karena bilah kipas angin after market ini tidak balance sehingga ketika
berputar menjadi goyang dan mengakibatkan getaran.
Akhirnya setelah browsing dan googling serta dengan tools
yang saya punya pada saat itu akhirnya saya mencoba membalance bilah kipas
angin tersebut.
Alat yang diperlukan antara lain :
Isolasi atau Lakban
Baut / Skrup Runcing
Obeng
Lakban / Isolasi dan Sekrup
Hal pertama yang dilakukan adalah merekatkan baut pada salah
satu sisi dari as bilah kipas angin dengan lakban/isolasi kemudian nyalakan kipas angin
dengan speed 2 ( jika kipas angin mempunyai 3 percepatan). Intinya set kecepatan kipas angin agak tinggi untuk mengecek getaran, karena jika kecepatan terlalu rendah maka getaran tidak terlalu kelihatan. Hati hati jika lakban
atau isolasi kurang rekat maka baut bisa terlempar. Jika kipas angin masih
bergetar atau goyang pindah baut ke sisi lain lalu rekatkan kembali
lalu nyalakan kipas angin.
Langkah ini diulangi sampai mendapatkan putaran
bilah yang stabil alias tidak goyang. Ketika sudah mendapatkan titik yang
stabil, pasang sekrup pada titik tersebut, ada Sebagian orang memasang
pemberat dengan lem di sisi dalam as. Tetapi karena saat itu saya tidak punya
lem akhirnya saya langsung memasang baut tersebut pada as bilah.
Pasang Sekrup di as kipas angin
Akhirnya kipas saya sekarang menjadi balance dan bisa
digunakan lagi. Untuk hasil lebih presisi anda bisa menggunakan ukuran sekrup yang berbeda.
Kabel Ties di tutup keranjang kipas
Kemudian saya tambahkan, yaitu jika anda mempunyai banyak kucing, atau kucing anda usil usahakan
pengunci keranjang besi ditambahkan dengan kabel ties agar ketika jatuh lagi
tutup keranjang besi tidak mudah terlepas dan memyebabkan kerusakan yang serupa pada bilah
kipas angin anda.
Kendala awal yang saya temui adalah as rotor tidak bisa dilepas langsung karena terhalang atau tepatnya "dihalangi" oleh PCB. Setidaknya tanda ini adalah tanda yang cukup jelas bahwa dinamo ini didesain oleh pabrikan agar tidak mudah diperbaiki ( liha gambar di bawah ini ).
Jika kita melihat konstruksi dinamo seri donat dari merk Cosmos, bisa kita lihat untuk membongkar dan melepas rotor cenderung lebih mudah karena secara tata letak rotor tidak terhalang apapun.
Tetapi bagi saya ini merupakan tantangan, dan membuat semangat makin membara untuk bagaimana cara meng”hack” dinamo ini agar bisa diupgrade dari bushing ke bearing.
Hal yang pertama yang lakukan adalah mengikis PCB agar rotor dinamo bisa dilepaskan untuk kemudian mencopot bushing dan mengganti dengan bearing. Saya menggunakan mini grinder untuk "operasi" pertama ini.
Kemudian saya harus menyambung dengan kabel salah satu jalur tembaga PCB yang terpotong karena ada jalur tembaga di PCB yang terpaksa dihilangkan untuk membuat ruang yang cukup agar rotor bisa dikeluarkan dari dinamo.
Untuk tipe bearing sama dengan yang saya gunakan sebelumnya yaitu tipe 608z karena memiliki lubang 8 mm yang pas dengan besar as rotor kipas angin 16 inch yang ada di pasaran. Jika sulit masuk anda bisa mengamplasnya sedikit agar bisa pas masuk ke lubang bearing.
Saya sempat menggunakan merk SKF dan NKN, tetapi pada intinya sama saja sepanjang tipe-nya 608Z dengan lubang as 8 mm, untuk kualitas mungkin sama karena harga rata rara tidak sampai 20 ribu ketika tulisan ini ditulis, karena ini baru awal pemasangan sehingga saya belum bisa memastikan apakah bearing - bearing ini tahan lama atau tidak.
Untuk tempat/rumah bearing saya menggunakan sambungan pipa PVC 1/2 inch kemudian saya potong agar pas dengan tebal bearing lalu dilebihkan sedikit. Kemudian agar rapat /tidak goyang saya lapisi dengan pelat alumunium bekas kaleng minuman bersoda agar tahan panas. Karena jika terlalu panas, bearing bisa lengket ke pipa PVC.
menggunakan kabel ties
menggunakan kawat
Kemudian untuk bagian luar saya mengikat pralon dan plat alumunium bekas minuman bersoda tersebut mengunakan kabel ties, tetapi kemudian saya menggunakan kawat pada pemasangan berikutnya, kemudian kelebihan plat aluminium bagian bawah saya gunting lalu saya tekuk agar nantinya bisa menempel rata dengan tutup body dinamo ketika dilem (bisa dilihat di gambar di atas).
Untuk lem saya gunakan lem besi merk dextone, oleskan secukupnya pada bagian bawah plat kemudian masukan rotor ke bearing depan lalu masukan ke rumah dinamo.
Sebelumnya pastikan rotor dilapis 1 lapis isolasi kertas untuk membuat posisi dinamo center ( tidak mengesek dinding stator). Teknik “isolasi kertas” ini menurut saya adalah teknik yang paling simple, mudah dan mempunyai tingkat keberhasilan yang paling tinggi dibanding teknik lain yang ada di youtube ( internet ). Dengan catatan hal tersebut dilakukan oleh orang awam bukan tukang.
Diamkan selama kurang lebih 3 jam atau lebih dengan posisi dinamo menghadap ke bawah agar lem lebih kuat merekat ke tutup depan dinamo dan rumah bearing. Pemasangan dan pengeleman ini mempunyai tiingkat kesulitan yang lumayan dikarenakan ruang yang terbatas, untuk menghindari bagian lain dari dinamo terkena lem beli, anda bisa menutup sementara menggunakan isolasi kertas atau isolasi tipe lain.
Untuk pemasangan bearing di bagian belakang tutup dinamo jauh lebih mudah karena posisinya lebih terbuka sehingga tidak perlu melakukan usaha yang keras dibanding memasang bearing bagian depan. Hanya saja, saya langsung menggunakan pipa PVC yang langsung dilem ke tutup dinamo menggunakan lem besi dan diperkuat bagian sekitarnya, seperti pada gambar di bawah ini.
thermal fuse gosong
Saya sempat dua kali membongkar ulang dinamo yang ternyata disebabkan oleh kerusakan pada kapasitor yang berimbas putaran kipas yang tidak stabil dan akhirnya mengakibatkan putusnya thermal fuse karena gulungan dinamo yang menjadi sangat panas karena putaran kipas yang berjalan tidak normal.
Ada dua sebab berdasarkan pengalaman saya pribadi yang mengakibatkan putaran kipas angin tidak stabil, yaitu :
Bushing dinamo yang mulai seret karena usia atau pelumas pada bushing sudah mengering.
Kapasitor yang sudah tidak normal sehingga putaran kipas menjadi tidak kencang dan kurang stabil.
Untuk thermal fuse juga saya ganti posisinya dengan perpanjangan kabel agar nantinya lebih mudah diganti.
Posisi awal thermal fuse pada dinamo bawaan pabrik cukup sulit diganti karena posisinya menghadap bawah dan terbalik, sehingga jika nantinya rusak akan cukup sulit mengganti dan menyolder thermal fuse tersebut, apalagi posisi thermal fuse idealnya adalah menempel pada gulungan dinamo.
Sehingga jika gulungan tembaga dinamo overheat karena suatu hal, maka thermal fuse akan ikut menjadi panas suhunya yang akhirnya akan memutus arus listrik sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah seperti gulurangan dinamo terbakar dan sebagainya.
Secara tulisan di kapasitor biasanya thermal fuse mempunyai toleransi sampai 135 derajat Celcius. Artinya secara teori ketika panas dari gulungan dinamo mencapai 135 derajat, maka thermal fuse memutus arus listrik dan tentu saja thermal fuse akan gosong dan rusak.
Anda bisa melihat posisi baru thermal fuse seperti gambar di bawah ini.
Kemudian saya juga menambahkan kipas rotor (tidak ada pada dinamo asli bawaan pabrik) yang fungsinya membantu sirkulasi udara panas keluar. Karena jika saya rasakan aliran angin dari kipas rotor tidak terlalu besar karena bilah kipas juga sangat kecil. Jadi ini hanya cukup membantu mengeluarkan panas jika kipas angin digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Sebenarnya saya ingin memasang dua kipas rotor untuk bagian depan dan belakang as rotor, akan tetapi karena kipas rotor depan mentok dengan rumah bearing meskipun sudah saya bubut akhirnya saya hanya memasang kipas rotor bagian belakang saja.
Sebagai informasi, sebuah dinamo kipas angin ketika beroperasi sekitar 5 menit saja, suhu dinamo sudah lumayan panas ketika kita pegang.
Anda juga bisa melihat pada gambar di atas, saya menggunakan thermal imager, udara panas dari dinamo tertarik ke depan karena efek dari tarikan udara dari bilah kipas angin. Aliran udara panas terkonsentrasi di bagian depan dinamo dan as kipas.
Efek angin akibat putaran kipas rotor jika saya rasakan hembusan angin-nya sangat halus jadi jika untuk mendinginkan gulungan dinamo efeknya tidak akan maksimal. Jadi jika saya lihat fungsinya kurang lebih untuk mempercepat sirkulasi udara panas dari dalam dinamo keluar lebih cepat, sehingga dinamo suhunya lebih stabil terutama jika digunakan dalam waktu lama, sehingga dinamo lebih awet.
Selain gulungan dinamo, batang as rotor kipas angin juga panas, hal inilah yang membuat bearing menjadi ikut panas. Dan jika kita lihat dinamo lepasan yang dijual yang sudah menggunakan bearing (seperti yang saya ulas di tulisan saya sebelumnya), kadang bearing-nya agak longgar dengan as rotor, hal ini membuat orang beranggapan bahwa bearing tidak maksimal karena akan berfungsi seperti bushing karena longgar. Mungkin mereka lupa jika as rotor menjadi panas maka akan memuai dan membuat as rotor dan lubang bearing menjadi ketat dan bearing menjadi berfungsi sebagaimana mestinya(tentu saja jika celahnya tidak terlalu longgar).
Tetapi pada bearing kipas angin panasonic bearing-nya sudah dibuat ketat / press dengan batang as rotor.
Pada kipas angin yang kelas menengah seperti Panasonic ( lihat gambar di atas) , kipas rotornya adalah menyatu pada rotor itu sendiri dan tebuat dari logam. Hal ini sangat efisien karena selain menghasilkan hembusan angin untuk membuang hawa panas pada spul dinamo. Juga secara bersamaan akan mendingkan rotor itu sendiri, karena rotor kipas angin juga panas.
Pada sebagian besar pada peralatan elektronik dalam hal ini khususnya kipas angin, panas membuat hambatan listrik menjadi lebih besar sehingga kinerja kipas angin menurun. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kipas angin tidak digunakan terus menerus 24 jam karena akan memperpendek umur dinamo. Apalagi jika kipas angin yang anda beli tergolong kelas standart, tentu saja kualitas komponen-nya juga tidak akan terpaut jauh dengan kipas angin lain yang ada di pasaran. Pergantian dari bushing menjadi bearing hanya akan memperpanjang umur dinamo saja.
Demikian pengalaman saya memasang bearing pada dinamo kipas angin tipe Donat merk Midea. Selain suaranya menjadi lebih senyap ketika kipas angin dipasangi bearing, juga kinerja dinamo menjadi lebih ringan karena putaran as rotor lebih lancar. Putaran yang lepas dan lancar membuat kerja dinamo lebih ringan dan tidak gampang overheat.
Mengganti bearing kipas angin kita di rumah merupakan salah satu cara agar kipas angin kita menjadi lebih awet / tidak cepat rusak.
Ketika anda mulai mencoba mencari berbagai cara di internet tentu akan menemukan banyak cara/solusi, dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit ( dalam sudut padang seorang user yang awam ). Karena tidak semua orang mempunyai kemampuan / skill yang sama dalam membongkar kipas angin. Atau bahkan di tema yang akan kita bahas ini yaitu mengganti bearing kipas angin. Kadang ada yang membuat alat press untuk dudukan bearing, jujur bagi saya pribadi ini kurang pas.
Karena tingkat kesulitan cukup tinggi bagi orang awam, dan harus dilakukan oleh seorang yang berpengalaman, yang ada kita keburu kepanasan karena kipas angin masih rusak dan kita sibuk membuat alat press untuk pasang bearing.
Jadi kita akan cari cara praktisnya saja dan tentu saja terbukti berhasil.
Saya akan menjelaskan cara yang menurut saya paling bisa dilakukan sebagai seorang yang tidak cukup mahir dalam hal kerajinan tangan. Cara ini saya serap dari beberapa video tutorial yang saya tonton di youtube dan akhirnya saya modifikasi sedikit sesuai dengan bahan yang saya punya.
Obyek : Kipas Angin 16 inch merk SANEX
Alat dan Bahan :
Bearing 608z 2 pcs.
Lem Dektone.
Lakban kertas 24 mm
Obeng Plus
PVC Elbow ½ Inch.
Langkah langkah pemasangan :
Bongkar cover depan dan belakang dinamo kipas angin.
Copot bushing kipang angin.
Masukan bearing 608z ke as rotor, jika kurang pas bisa diamplas sendikit. Bearing seri 608z diameter lubangnya paling pas untuk as rotor kipas 16 inch yang ada di pasaran yaitu 8 mm. Jika terlalu longgar juga tidak bagus karena bearing justru tidak akan berputar sempurna karena longgar.
Potong Elbow PVS kira kira lebih tinggi sedikit atau minimal sama dari tinggi bearing, karena fungsi utama dari potongan dari Elbow ini adalah untuk dudukan bearing di cover dinamo depan dan belakang.
Kemudian masukan bearing ke Elbow PVC, memang jika dicoba, bearing akan langsung pas masuk. Saya melapisi lagi dengan lakban kertas ( 1 lapis ) di bagian luar bearing agar tidak goyang / oblak. Karena jika tidak presisi ada kemungkinan rotor bisa bergesekan dengan dinding stator.
Lapisi bagian rotor kipas angin dengan 1 lapis lakban kertas, hal ini tergantung pada lebar celah antara rotor dan dinding stator dinamo. Jika memang cukup luas maka bisa diberi 2 lapis lakban kertas. Trik ini merupakan trik paling simpel dan presisi untuk memasakan as rotor lurus / center.
Siapkan lem Dektone, kemudian lapisi secara merata di penampang pipa elbow yang akan ditempel ke besi cover dinamo. Usahakan yang ditempat adalah bagian yang tidak digergaji ( cetakan pabrik). Karena cenderung lebih rata dan presisi dibanding dengan potongan yang kita gerjaji jika ditempel ke plat cover dinamo.
Kemudian pasang besi kumparan pada cover dinamo depan, setelah pas baru masukan rotor yang sudah terpasang bearing dan potongan pipa elbow yang sudah dilapisi lem, masukan secara perlahan sampai pipa elbow menempel pada plat cover depan. Jika anda seorang amatir dan tidak cekatan seperti saya, maka usahakan adonan lem dekton dibuat secara bertahap ( pvc untuk bearing depan dahulu, ketika sudah ditempel baru dibuat adonan untuk bearing belakang) , karena jika terlalu lama maka lem sudah agak mengental dan sulit dioleskan pada pipa pvc. Pada saat memasang rotor pada bearing depan, bisa dicoba diputar putar untuk memastikan rotor tidak bergesek pada dinding stator. Jika sudah OK ( tidak bergesek dan lancar ) maka pasang bearing belakang lalu kemudian pasang cover belakang lalu setelah menutup putar kembali as rotor dan pastikan lancar dan tidak bergeser. Jika sudah lalu baut ke empat ujung cover depan belakang agar merekat pada besi kumparan dan biarkan selama 30 menit.
Setelah 30 menit kemudian bongkar lagi lalu tambahkan lem pada pinggiran pipa PVC agar melekat lebih kuat di bagian cover depan dan belakang. Anda bia melihat prosesnya di video di bawah ini, hanya saya merubah dudukan dengan pipa PCV ½ inch ( Elbow).
Nah setelah langkah ke-9 jika spul dinamo anda tidak rusak, seharusnya kipas angin bisa dipakai kembali. Nah Pada kasus yang saya alami, yang terjadi adalah spul dinamo juga rusak / terbakar, sehingga putaran menjadi lemah meskipun sudah pakai level 3 speed-nya.
Hal ini adalah kasus yang umum terjadi dimana spul dinamo terbakar karena bushing sudah aus sehingga putaran dinamo menjadi berat. Sekring (warna putih) yang terpasang juga tidak berefek / memutus aliran listrik ketika spul / kumparan dinamo sudah panas.
Akhirnya saya coba mencari spul dinamo secara online, adapun harganya cukup mahal jika dibandingkan kita membeli dinamo baru ( after market ) yang sudah dipasang bearing. Kemudian kemungkinan kedua adalah cocok tidak nya dengan casing dinamo yang lama.
Dinamo baru plus bearing ( MX )
Akhirnya saya pun membeli dinamo yang dilengkapi bearing secara utuh secara offline di toko onderdil kipas angin dekat rumah ( gambar di atas )
Memang ada beberapa penyesuaian antara lain dudukan dinamo yang harus disolder sedikit. Yang lain semuanya pas saja.
Dudukan dinamo baru lebih rendah sehingga harus disolder dudukan bautnya.
Nah, bagi pembaca yang ingin ganti bearing kipas angin, saran saya adalah ganti bearing ketika kipas belum rusak, karena jika kipas angin anda merk yang “biasa” saja bukan terkenal akan sulit mencari persamaan partnya.
Dinamo Kipas Angin Midea
Akhirnya saya berniat memasang bearing pada kipas angin saya yang satu lagi ( yang belum rusak ), merk Midea ternyata eh ternyata dinamo-nya berbeda dan lumayan sulit untuk dibongkar,nanti akan saya buat tulisan tersendiri mengenai pemasangan bearing di dinamo kipas angin Midea.
Demikian pemgalama saya, semoga bisa memberi pencerahan bagi pembaca.